Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 264. Kejadian Di dalam kamar


__ADS_3

Setelah merasa keadaan Permaisuri Nan Fei, dan Putri Meng Ning membaik. Xu Tian segera memasukkan kembali jarum emas ke dalam cincin penyimpanan.


Qing Ling sendiri terlihat cukup kelelahan setelah menggunakan banyak energi untuk membantu proses pengeluaran racun.


Hawa dingin yang di lepaskan Qing Ling, berguna untuk menjaga organ-organ yang ada di dalam tubuh saat proses pengeluaran racun.


Jika organ dalam tidak di lindungi, Xu Tian khawatir keadaan mereka berdua akan semakin memburuk. Sebenernya Xu Tian bisa saja melindungi menggunakan energi miliknya, hanya saja dia sedikit khawatir jika terjadi kesalahan nantinya. Seorang tabib harus benar-benar fokus dalam pengobatan, maka dari itu Xu Tian tidak ingin mengambil resiko dan meminta Qing Ling untuk membantu nya.


" Racun yang ada di dalam tubuh Permaisuri Nan Fei dan Putri Meng Ning sudah sepenuhnya hilang. Untuk membantu proses penyembuhan lebih cepat, aku minta Kaisar untuk memberikan ginseng dan beberapa herbal yang berguna untuk memperkuat tubuh setiap harinya. Mereka akan tersadar esuk atau lusa." Jelas Xu Tian kepada Kaisar Meng Li Kai.


Kaisar Meng Li Kai yang mendengar Istri dan putrinya telah sembuh, segera berjalan ke arah Xu Tian dengan penuh kebahagiaan.


" Tuan muda, Aku Meng Li Kai, Kaisar Benua Selatan sangat berterima kasih kepada tuan muda. Aku sangat berhutang budi kepada tuan muda." Ucap Kaisar Meng Li Kai dengan bersujud, Meng Du yang sedari tadi diam segera mengikuti apa yang di lakukan oleh Ayahnya.


Xu Tian menggelengkan kepalanya, dengan menggunakan energinya, Xu Tian membantu keduanya untuk bangkit berdiri.


" Aku tidak nyaman dengan hal seperti ini. Di saat aku memiliki kelebihan serta kemampuan yang tidak di miliki oleh orang lain, aku selalu berfikir jika itu semua sudah menjadi tanggung jawabku. Seseorang yang memiliki kekuatan serta apapun itu yang berada di atas orang lain, mereka akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar juga di pundaknya. Jangan pernah menutup mata dengan apa yang terjadi di depan mata kita." Ucap Xu Tian dengan tegas.


Kaisar Meng Li Kai dan Meng Du terdiam.


" Aku akan mencari penginapan untuk beristirahat, besok pagi aku minta kalian berdua untuk mengumpulkan para petinggi kekaisaran. Ada hal yang akan aku bahas, terutama mengenai situasi di Benua Selatan." Ucap Xu Tian yang kemudian menatap ke arah Qing Ling.


Kaisar Meng Li Kai sendiri mencoba menahan Xu Tian, dia mengatakan akan menyiapkan tempat untuk Xu Tian dan Qing Ling beristirahat.


Namun dengan tegas Xu Tian menolak dan mengatakan akan kembali lagi besok pagi.


" Baiklah, aku pamit." Ucap Xu Tian, lalu menggenggam tangan Qing Ling.


" Swusshh....." Tubuh Xu Tian dan Qing Ling lenyap di tempat tersebut.


Setelah kepergian Xu Tian dan Qing Ling, Kaisar Meng Li Kai segera melakukan hal yang sebelumnya di jelaskan oleh Xu Tian.


*****


Di tempat lain.

__ADS_1


Xu Tian terus melesat ke arah pusat Ibu kota dengan Qing Ling di sampingnya.


Hingga tidak lama kemudian, mereka berdua tiba di sebuah penginapan.


" Swusshh...." Mereka berdua turun ke bawah, lalu masuk ke dalam penginapan.


Pelayan yang melihat kedatangan keduanya, berjalan mendekat. " Tuan muda, nona muda, selamat datang di penginapan," Ucap pelayan dengan ramah.


" Pelayan, aku ingin memesan kamar terbaik yang ada di penginapan ini." Ucap Xu Tian dengan cepat.


" Baik tuan." Pelayan kemudian meminta Xu Tian untuk melakukan pembayaran terlebih dulu.


Setelah selesai membayar biaya penginapan, Xu Tian dan Qing Ling di bawa menuju lantai dua.


Tidak lama kemudian, mereka tiba di depan ruangan yang akan di tempati oleh Xu Tian dan Qing Ling.


" Tuan muda, nona muda, jika membutuhkan sesuatu dapat memanggil saya." Ucap pelayan yang kemudian berpamitan.


Xu Tian menggandeng tangan Qing Ling memasuki kamar.


Di dalam kamar.


" Bersihkan tubuhmu, aku akan mengabari Feng Louzhi terlebih dulu." Ucap Xu Tian dengan lembut.


" Baik." Qing Ling dengan tersenyum, lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Qing Ling masuk ke dalam kamar mandi, Xu Tian lalu memberikan kabar kepada Feng Louzhi untuk menuju Istana Kekaisaran.


Xu Tian memberikan tugas kepada Feng Louzhi untuk mengawasi sesuatu di sana.


Setelah selesai, Xu Tian merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


" Setelah ini waktunya untuk menghancurkan Sekte Racun, kemudian mempersiapkan pasukan bersama saudara-saudari yang lain." Ucap pelan Xu Tian dengan menutup matanya.


*********

__ADS_1


Keesokan hari.


Di penginapan, di dalam kamar.


Xu Tian mulai membuka matanya, dia melihat ke arah samping di mana Qing Ling yang sedang tertidur di sampingnya.


Xu Tian tersenyum menatap wajah Qing Ling yang tertidur. Dengan perlahan dia menyentuh setiap jengkal wajah cantik di depannya.


Wajah cantik, kulit putih bersih, hidung mancung dengan bibir merah ranum yang sangat menggoda.


Xu Tian menggelengkan kepala saat pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. " Apa yang aku pikirkan." Batin Xu Tian dengan tersenyum.


Qing Ling sendiri sebenarnya sudah bangun sebelum Xu Tian membuka matanya. Dia berniat untuk bangkit dari posisinya, hanya saja tangan Xu Tian melingkar di atas perutnya sejak semalam.


Qing Ling benar-benar salah tingkah kali ini, apalagi di saat Xu Tian menatap dan menyentuh wajahnya.


Xu Tian sendiri masih tersenyum menatap wajah Qing Ling, lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Qing Ling.


Qing Ling yang sedang berpura-pura tidur langsung membuka matanya dengan menatap Xu Tian kaget.


" Gege....hmp..." Ucapan Qing Ling terhenti saat Xu Tian menciumnya.


Qing Ling membulatkan matanya, dia terdiam saat merasakan bibir Xu Tian menyentuh bibirnya. Hingga perlahan gigitan pelan di rasakan.


Xu Tian tersenyum, perlahan dia merengkuh tubuh Qing Ling dengan kedua tangannya. Dengan gerakan cepat, Xu Tian menarik tengkuk Qing Ling, kemudian mencium kembali bibir ranum merah menggoda itu.


Qing Ling menggenggam erat tangannya, dia benar-benar tidak menyangka Xu Tian akan seperti ini, namun dia juga mulai menikmati apa yang di lakukan oleh tunanganya itu.


C*iuman mereka semakin dalam, kini Qing Ling mulai membalas. Dengan meremas balutan kain di atas ranjang, Qing Ling merasakan sensasi aneh namun nikmat menjalar ke seluruh tubuhnya membuat dia merasakan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Hingga tidak lama kemudian, Xu Tian menghentikan aksinya, dia mencium kening Qing Ling dengan penuh kasih sayang. " Maafkan aku." Ucap Xu Tian dengan tersenyum, lalu menggulingkan tubuhnya ke samping Qing Ling.


Qing Ling sendiri hanya diam dengan menutup matanya, dia mencoba mencerna hal yang baru saja terjadi.


" Apa yang aku lakukan, kenapa aku begitu menikmatinya." Batin keduanya dengan mata tertutup, namun terlihat senyum indah yang terbit dari wajah kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cieee.... Jomblo! Skip ah... 🤣🤣


__ADS_2