Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch93-Pertemuan 1


__ADS_3

Hingga tidak lama kemudian, tiba-tiba pintu aula terbuka dan memperlihatkan sepasang pria dan wanita muda yang menggunakan pakaian yang sama-sama berwarna biru muda.


Semua orang menatap dengan kagum ke arah Xu Tian dan Qing Ling, bagaimana perpaduan paras yang di miliki keduanya membuat semua orang merasa iri.


Kaisar Qing Jiang hanya tersenyum hangat melihat kedatangan keduanya.


" Baiklah, karena yang kita tunggu-tunggu telah datang maka kita akan memulai pertemuan ini." Ucap Kaisar Qing Jiang kemudian mempersilakan Xu Tian dan Qing Ling untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Xu Tian dan Qing Ling menganggukan kepala, kemudian berjalan ke arah tempat duduk yang tidak jauh dari tempat Kaisar Qing Jiang berada.


Xu Tian membungkukkan badannya ke arah mereka semua. " Mohon maaf karena telah membuat Kaisar dan para Patriak menunggu lama." Ucap Xu Tian memberikan hormat.


Meski dirinya memiliki kemampuan yang tidak bisa di anggap remeh, namun Xu Tian masih menghormati mereka semua.


Karena Xu Tian berfikir, jika etika serta tata krama tentang kesopan santunan seseorang adalah cermin kepribadian individu tersebut.


Setinggi apapun jabatan yang kau miliki, dan setinggi apapun kekuatanmu, jika tidak bisa menghargai orang lain maka sama saja dirimu tidak lebih buruk dari sampah.


Xu Yuan dan Lin Hua pun selalu mengajarkan Xu Tian untuk menjadi pribadi yang baik, maka dari itu Xu Tian pun memiliki pemikiran yang dewasa.


Meski sifat seseorang memang terbentuk oleh diri mereka sendiri, namun jika sejak dini sudah di berikan bekal bagaimana menjadi pribadi yang baik maka orang tersebut akan mampu membawa dirinya menuju jalan yang benar.


Semua orang pun tidak mempermasalahkan keterlambatan Xu Tian, karena mereka sudah mengetahui jika Xu Tian baru saja tiba kemaren setelah pergi ke perbatasan.


Kaisar Qing Jiang berdehem agar semua orang kembali fokus.


" Karena semua telah berada di sini, maka aku akan menjelaskan mengenai beberapa hal yang akan kita lakukan kedepannya, namun sebelum itu aku ingin meminta maaf kepada kalian semua karena ketidak nyamanan kalian saat berada di ibu kota ini. Dan yang paling penting pihak kekaisaran memutuskan untuk menunda kompetisi kekaisaran, kalian semua pasti telah mengetahui kondisi yang sedang terjadi saat ini. Namun kalian tidak perlu khawatir karena aku akan memberikan kompensasi kepada kalian semua." Ucap Kaisar Qing Jiang melihat ke arah semua orang.


Mereka semua pun tidak terlalu memikirkan tentang kompetisi, karena bagaimanapun keamanan Ibu kota adalah hal yang utama.


Jika Ibu kota kekaisaran di kuasai oleh musuh, maka mereka semua juga akan merasakan dampaknya. Apalagi jika musuh tersebut dari kekaisaran lain.


" Kaisar Qing Jiang tidak perlu merasa bersalah akibat kekacauan yang telah terjadi." Ucap Patriak Ling Chen, karena dirinya juga merasa bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi.


" Apa yang di katakan oleh Patriak Ling Chen benar, karena ini semua bukan salah Kaisar. Kami pun bersalah karena tidak mampu mengetahui pergerakan mereka." Matriak Xin Xia menimpali.

__ADS_1


Semua orang pun setuju, jika saja mereka tidak bersikap lengah dan merasa jika semua baik-baik saja, maka kejadian seperti ini tidak akan terjadi.


Dari kejadian ini mereka semua pun sadar, jika air yang tenang memiliki banyak sekali rahasia yang tidak mereka ketahui.


Seperti yang terjadi di kekaisaran Qing, yang beberapa tahun ini begitu tenang dengan sedikitnya kejahatan serta konflik yang terjadi, hingga mereka tidak menyadari jika sebuah bahaya yang besar akan terjadi.


Jika mereka telat sedikit saja, maka bukan hanya kekaisaran Qing yang hancur, mereka semua pun akan mengalami hal yang sama.


Jika tidak ingin hancur, sudah di pastikan mereka akan menjadi budak mereka dan itu semua akan membuat malu leluhur masing-masing yang telah membuat pondasi untuk mereka menapaki jalan menjadi seorang kultivator.


Karena jika bukan mereka maka siapa lagi yang akan menjaga keamanan Kekaisaran Qing, maka dari itu sudah menjadi kewajiban mereka untuk mempertahankan tanah kekaisaran ini.


" Terima kasih atas dukungan dari kalian semua." Ucap Kaisar Qing Jiang, merasa senang karena mereka masih bersedia berada di belakangnya.


" Maaf kaisar, lalu bagaimana rencana kita selanjutnya?" Tanya Patriak Kang Jian.


" Benar kaisar, apa yang harus kita lakukan saat ini?" Ucap Patriak Klan Shen.


Kaisar Qing Jiang pun terdiam, karena dirinya masih tidak mengetahui dengan pasti pergerakan musuh.


" Bagaimana jika kita segera mengirimkan pasukan untuk mencari informasi musuh?" Patriak Wang Dunrui memberikan usulan.


" Itu ide yang bagus." Timpal Patriak Klan Ye.


Kaisar Qing Jiang masih diam, hingga beberapa saat kemudian menatap ke arah Xu Tian.


Xu Tian sendiri mengetahui arti pandangan yang di arahkan padanya pun mulai angkat bicara.


" Mohon maaf sebelumnya, bolehkah saya mencoba memberikan pendapat yang saya miliki?" Ucap Xu Tian yang kini berdiri dari tempat duduknya.


" Tentu saja nak, katakanlah." Ucap Matriak Xin Xia, sebenernya dirinya telah menunggu Xu Tian untuk angkat bicara.


" Akhirnya." Batin Matriak Xin Xia dengan tersenyum, dirinya begitu menantikan hal ini.


Sedangkan di tempat duduk lainnya beberapa Patriak mendengus tidak senang melihat Xu Tian.

__ADS_1


Mereka adalah para Patriak yang sebelumnya bermasalah dengan Klan Xu saat babak penyisihan kompetisi kekaisaran.


Xu Tian pun mengalihkan perhatiannya ke arah keempat Patriak tersebut.


" Apa ada masalah?" Tanya Xu Tian dengan tenang.


" Cih!" Patriak Klan Wu menatap Xu Tian dengan dingin, begitupun ketiga Patriak yang lainnya.


" Bodoh!" Batin Feng Louzhi yang juga berada di dalam Aula melihat ke arah Patriak Wu dan lainnya.


" Baiklah nak, jelaskan kepada kami pendapatmu mengenai masalah ini?" Ucap Kaisar Qing Jiang mencoba mencairkan ketegangan yang sedang terjadi.


" Untuk kalian berempat, jaga sikap kalian." Lanjut Kaisar Qing Jiang menatap keempatnya.


Setelah melihat suasana sudah kembali tenang, Xu Tian pun segera memulai pembicaraannya.


" Sebelumnya Patriak Wang Dunrui mengatakan jika ingin mengirimkan pasukan untuk mencari informasi tentang musuh yang kita hadapi. Aku akan menjelaskan kepada kalian yang sedang terjadi, saat ini kita dalam situasi yang mau tidak mau harus menghadapi musuh, dan hanya ada dua pilihan yang harus kita lakukan saat ini yaitu menyerang atau kita bertahan. Aku ingin bertanya kepada kalian semua, kalian memilih menyerang atau bertahan?" Tanya Xu Tian menatap semua orang.


" Patriak Ling Chen, apa yang Patriak pilih?" Ucap Xu Tian menatap Patriak Ling Chen.


" Jika aku lebih memilih untuk menyerang lawan."


Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Matriak Xin Xia." Bagaimana pilihan Matriak sendiri?"


" Aku lebih memilih untuk tetap bertahan, namu kita juga harus melihat bagaimana situasi yang terjadi."


" Terima kasih, apa yang di katakan oleh Matriak Xin Xia benar, saat ini kita harus mengetahui terlebih dahulu situasi yang terjadi. Karena keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri."


" Maksudmu nak?" Ucap Kaisar Qing Jiang.


" Jika Kaisar telah mengetahui kekuatan musuh, langkah apa yang akan Kaisar ambil?" Tanya Xu Tian dengan senyum tipis.


Kaisar Qing Jiang mencoba berfikir sejenak. Kemudian menatap ke arah Xu Tian.


" Aku mengerti, jika kita telah mengetahui kekuatan musuh maka kita memiliki keuntungan untuk mempersiapkan pasukan dan menyerang mereka, namun jika kita merasa bahwa kekuatan yang kita miliki lebih rendah dari mereka maka mau tidak mau kita harus tetap mencoba bertahan, karena jika kita bertahan kita memiliki keuntungan lebih besar, bagaimana pun kita bertempur di daerah kita sendiri." Jelas Kaisar Qing Jiang.

__ADS_1


__ADS_2