Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch159-Menyerang Sekte Elang Hitam ll


__ADS_3

" Swus... Swushh...." Ribuan murid Sekte Elang Hitam bergerak bersama kesepuluh tetua, Patriak Sekte Elang Hitam sendiri masih berdiam diri dan mengawasi pertempuran yang sedang terjadi.


" Dhuaaarrrr....."


" Dhuaaarrrr....."


Suara ledakan akibat pertempuran antara Sekte Elang Hitam dan Pasukan Kota Chuan pun terdengar hingga ke seluruh kawasan Sekte.


Namun suara pertempuran tidak sampai terdengar oleh para penduduk Kota Yugu, bukan hanya karena jarak yang jauh tetapi karena Formasi Bintang yang telah di pasang oleh Xu Tian.


" Boooommmsss...." Satu persatu murid maupun pasukan di antara keduanya saling terlempar.


Meski Sekte Elang Hitam memiliki jumlah dan kekuatan lebih besar, namun terlihat jika pertempuran itu seimbang.


Patriak Sekte Elang Hitam yang melihat hal tersebut pun merasa begitu heran.


" Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa murid dan para tetua terlihat begitu kerepotan." Ucapnya dengan membatin.


Xu Tian yang berada di atas langit pun berdiri dengan tenang menatap pertempuran yang terjadi di bawahnya.


Dengan mengirimkan aura naga miliknya, Xu Tian tidak perlu turun langsung dalam pertempuran tersebut.


Di tambah lagi dengan adanya kelompok An Xialin yang bersembunyi di kegelapan bersama kelompoknya, jadi dia tidak perlu khawatir.


Xu Tian sendiri bukan tidak ingin ikut campur dalam pertempuran itu, dirinya melakukan hal itu karena menunggu sosok di balik Sekte Elang Hitam yang di katakan oleh Tetua Jun dan Tuan Walikota sebelumnya.


Saat melihat Patriak Sekte Elang Hitam mencoba mencari tahu penyebab para anggotanya yang terlihat begitu kesulitan, Xu Tian pun segera meminta para tetua kota Chuan dan pasukan yang tersisa untuk segera turun ke medan pertempuran.


" Sudah saatnya.." Ucap Tetua Hu, dengan menatap tiga tetua yang lainnya.


" Baik.." Lalu segera mengarahkan pasukan kota Chuan untuk masuk kedalam pertempuran.


" Swushh... Swushh...." Kilatan cahaya tiba-tiba muncul.


" Dhuaaarrrr....."


" Dhuaaarrrr...."


Anggota Sekte Elang Hitam terlempar kebelakang setelah terkena serangan yang tiba-tiba datang menghantam ke arahnya.


Tetua Sekte Elang Hitam segera mengalihkan pandangannya ke arah pasukan yang tiba-tiba memasuki medan pertempuran.


" Bunuh mereka! " Perintah salah satu tetua, dengan menunjuk ke arah Pasukan Kota Chuan yang baru saja tiba.


" Swushh... Swushh..." Tetua Sekte Elang Hitam segera melesatkan pukulan.


" Boooommsss...."


" Apa!" Ucap kaget tetua yang ingin menyerang pasukan kota chuan, yang ternyata di halangi oleh Tetua Hu.

__ADS_1


" Lawanmu adalah diriku!" Ucap Tetua Hu, yang kemudian segera melesatkan serangan tapak ke arah tetua yang terlihat masih kaget dengan kedatangan dirinya yang tiba-tiba.


" Cih! Hanya semut!" Dengus kesal tetua Sekte Elang Hitam.


Kemudian segera bergerak untuk menahan serangan tetua Hu.


" Dhuaaarrrr....." Keduanya sama-sama terlempar.


Saat tetua Hu ingin bangkit, tiba-tiba datang seorang tetua Sekte Elang Hitam yang lainnya mengarahkan pedang menuju lehernya.


" Boooommmsss...." Pedang tetua Sekte Elang Hitam di tahan oleh kelompok An Xialin yang berada di kegelapan.


" Tetua Hu, apa anda baik-baik saja?" Tanya Seorang pria paruh baya yang menahan pedang tetua Sekte Elang Hitam.


Tetua Hu menganggukkan kepala dengan ekspresi kaget saat melihat pria paruh baya yang telah menolongnya.


" Tetua Agung An, terima kasih.." Ucapannya dnegan tulus dan hormat.


Pria paruh baya yang tidak lain tetua agung dari Klan An pun menganggukan kepala, Kemudian segera menyerang tetua Sekte Elang Hitam dengan menggunakan pedang di tangannya.


" Dhuaaarrrr....."


Pertempuran yang terjadi pun semakin kacau, terlihat beberapa orang yang telah tewas entah dari Sekte Elang Hitam maupun pasukan kota Chuan.


Patriak Sekte Elang Hitam yang melihat jika tetua yang sedang menghadapi tetua agung klan An kesulitan pun segera melesat untuk membantunya.


" Swushh...."


" Tetua agung!" Teriak An Xialin dengan khawatir.


" Nona, tenanglah.." Ucap salah satu orang yang di bawanya.


Xu Tian yang melihat hal tersebut pun tidak tinggal diam, dengan menggunakan tombak naga, Xu Tian melepaskan tekniknya untuk menahan serangan yang di lancarkan oleh Patriak Sekte Elang Hitam.


" Tombak Penguasa Naga!"


" Swusshh.." Tombak naga mendengung, kemudian melesat kebawah dengan tajam.


" Dhuaaarrrr...."


" Boooommmsss..."


Serangan Patriak Sekte Elang Hitam saling berbenturan dengan tombak naga.


" Apa!" Ucapnya kaget, hingga tiba-tiba tombak naga kembali bergerak kesamping.


" Swushh....." Xu Tian tiba-tiba muncul di samping Patriak Sekte Elang Hitam, kemudian segera mengambil tongkat naga yang menuju ke arahnya.


" Tombak Naga Petir!"

__ADS_1


" Trak... Trak...." Tombak di tangan Xu Tian di selimuti petir berwarna hitam keunguan.


" Hancurkan!" Dengan gerakan cepat, Xu Tian mengayunkan tombaknya ke arah kepala Patriak Sekte Elang Hitam yang lengah.


Patriak Sekte Elang Hitam segera membuat perisai pertahanan, untuk melindungi dirinya.


" Dhuaaarrrr....." Serangan Xu Tian menabrak perisai perlindungan.


Xu Tian tersenyum tipis, menatap Patriak Sekte Elang Hitam yang juga sedang menatap ke arahnya.


" Energi Gelombang Petir!"


" Trakk... Trak...." Tiba-tiba tombak Xu Tian mengeluarkan petir yang lebih besar.


Melihat hal itu, Patriak Sekte Elang Hitam segera bergerak mundur untuk menghindari petir yang bergerak dengan liar.


" Langkah Dewa Naga!"


" Swushh...." Xu Tian melesat dengan cepat, bahkan semua orang tidak dapat melihat pergerakan yang di lakukan olehnya.


Xu Tian melemparkan tombaknya ke atas langit.


" Swushh..." Tombak Naga melesat ke atas dengan di selimuti energi petir.


" Formasi Bintang - Energi Petir!"


" Whung...." Perisai transparan tiba-tiba muncul dari kehampaan.


" Menyatu!" Teriak Xu Tian, yang kemudian tombak naga melesat menuju titik pusat formasi bintang.


" Trak.... Trak...." Perisai transparan yang sebelumnya muncul kini di selimuti petir berwarna hitam.


Semua orang yang sedang bertarung pun segera mengalihkan pandangannya.


" Formasi tingkat tinggi!" Ucap Jenderal Kun, saat melihat perisai transparan yang membentuk sebuah kubah.


Mendengar ucapan Jenderal Kun, semua orang pun kemudian menatap ke arah Xu Tian.


Patriak Sekte Elang Hitam yang berada sekitar dua puluh meter dari tempat berdirinya Xu Tian pun menatap ke arah Xu Tian dengan kemarahan.


" B*jingan! Ternyata dirimu yang membuat anggota sekte ku terlihat begitu lemah di hadapan para semut-semut ini!" Teriak Patriak Sekte Elang Hitam.


Mendengar apa yang di katakan oleh Patriak Sekte Elang Hitam, Xu Tian pun segera menatap ke arahnya.


" Apa itu penting?" Tanya Xu Tian dengan berdiri tenang, tanpa merasa takut sedikitpun.


" Cih! Masih muda dan memiliki kekuatan yang cukup tinggi. Tapi sayang, dirimu akan berakhir di tempat ini." Ucap Patriak Sekte Elang Hitam yang kemudian mengeluarkan sebuah batu giok kecil berwarna hitam dari cincin penyimpanannya.


Jenderal Kun, Tetua Kota Chuan, An Xialin, Dan orang-orang yang menyerang Sekte Elang Hitam pun merasa cemas saat merasakan aura yang tiba-tiba begitu ganas keluar dari batu giok tersebut.

__ADS_1


" Baguslah, akhirnya dirimu memutuskan untuk memanggilnya." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.


Awalnya dia mengira jika sosok tersebut tidak ada di Sekte Elang Hitam, namun saat dirinya melihat tingkah Patriak sekte yang begitu mencurigakan, dirinya akhirnya mencoba memancing Patriak untuk memanggilnya.


__ADS_2