Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch136-Jalan-Jalan Di Ibu Kota


__ADS_3

Aula Keluarga.


Terlihat Permaisuri Yan Li Wei, Xu Yuan, Lin Hua, Lin Zuan dan Xie Mayleen sedang asyik mengobrol.


Hingga tidak lama kemudian, pintu aula terbuka memperlihatkan sepasang kekasih yang kini telah resmi bertunangan.


Mereka pun menatap kehadiran keduanya dengan senyum hangat.


" Apa kalian telah selesai melakukan pertemuannya?" Tanya Xu Yuan menatap keduanya.


" Sudah ayah, baru saja aku selesai." Jawab Xu Tian, lalu segera menggandeng tangan Qing Ling untuk duduk.


" Nak, Lalu kapan kamu akan pergi?" Tanya Lin Zuan dengan penasaran.


Bukan hanya Lin Zuan saja yang penasaran dengan kepergian Xu Tian, hampir semua orang juga merasakan hal yang sama.


" Mungkin besok aku akan pergi."


" Apa itu tidak terlalu cepat? baru saja kemaren kamu bertunangan." Tanya Xie Mayleen menatap ke arah Qing Ling.


" Nenek tenang saja, aku tidak keberatan jika memang Gege akan pergi besok." Ucap Qing Ling dengan tersenyum lembut.


Meski dirinya masih ingin bersama Xu Tian, namun dia sadar tidak boleh egois. Jadi Qing Ling hanya dapat mendoakan semoga Xu Tian akan selalu baik-baik saja.


Terlebih lagi dia sudah mengetahui tentang bagaimana rencana yang akan di lakukan oleh Xu Tian.


" Jika memang begitu, maka kita semua hanya dapat mendoakan semoga kamu selalu baik-baik saja, jangan terlalu memaksakan diri." Ucap Xu Yuan memberikan nasehat.


" Dan jangan lupa untuk kembali!" Lin Hua menimpali, namun setiap kata-katanya tersimpan sebuah peringatan yang harus di patuhi.


Xu Tian tersenyum. " Aku pasti akan kembali, mana bisa aku meninggalkan wanita secantik Ling'er terlalu lama." dengan nada sedikit bercanda.


" Hahahaha...." Tawa semua orang meledak, saat mendengar ucapan Xu Tian.


Qing Ling sendiri hanya mampu menundukkan kepala menutupi rasa malunya, bahkan kini wajahnya telah memerah karena begitu malu.


Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba pintu aula keluarga terbuka kembali, kali ini terlihat dua gadis kecil yang menggunakan pakaian berwarna senada.


Kedua gadis kecil itu segera berjalan ke arah Xu Tian.

__ADS_1


" Kakak ayo, kita berdua sudah siap." Ucap kedua gadis kecil itu, yang tidak lain Xu Mei dan Han Zishu.


" Mei'er, Shu'er... memang kalian mau pergi kemana?" Tanya Lin Hua dengan lembut.


" Benar, sepertinya kalian akan bersenang-senang." Permaisuri Yan Li Wei menimpali.


" Tentu saja kita akan bersenang-senang sebelum kakak pergi." Ucap Xu Mei dan Han Zishu dengan semangat.


Mendengar jika mereka akan pergi, para orang tua pun kemudian meminta untuk berhati-hati.


" Baiklah, jika memang kalian akan pergi, maka pergilah sekarang, karena waktu masih siang jadi kalian masih memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang." Ucap Xie Mayleen dengan tersenyum menatap cucu-cucunya.


" Emm...jika begitu, maka aku pamit terlebih dulu." Ucap Xu Tian berpamitan, yang di ikuti oleh Qing Ling dan kedua gadis kecil.


" Mei'er, Shu'er... jangan merepotkan kakak kalian." Lin Hua memperingati.


" Baik ibu, tenang saja. Kita berdua kan anak baik."


Han Zishu menganggukan kepala setuju dengan apa yang di katakan oleh Xu Mei.


" Hais...kalian ini." Desah Lin Hua dan Permaisuri Yan Li Wei yang sudah terbiasa dengan tingkat keduanya yang selalu berbuat jail kepada para pelayan istana.


Mereka berempat berjalan bersama dengan Xu Mei dan Han Zishu yang berjalan di depan Xu Tian dan Qing Ling.


Setiap mereka berjalan, maka akan ada warga yang menyapa mereka dan memberi hormat.


Meski Xu Tian dan Qing Ling begitu jarang keluar dari kekaisaran, tetapi tidak dengan Xu Mei dan Han Zishu yang sering berjalan-jalan di ibu kota yang di kawal langsung oleh beberapa prajurit dan komandan kekaisaran Qing.


Jadi warga yang melihat kedua gadis kecil itu sudah tidak asing lagi, dan saat mendengar jika tuan putri kekaisaran Qing akan bertunangan dengan kakak dari kedua gadis kecil itu, mereka dapat menebak jika yang sedang bersamanya pasti tuan putri kekaisaran bersama tunangannya.


Apalagi berita tentang Xu Tian telah tersebar di mana-mana, dan membuat para generasi muda mulai berlatih lebih kerasa agar dapat seperti apa yang dilakukan oleh Xu Tian.


" Kakak.. aku mau itu." Ucap Xu Mei yang kemudian berlari ke arah penjual permen, Han Zishu pun segera mengikuti.


Xu Tian sendiri hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka.


" Jangan terlalu kaget, mereka sudah terbiasa seperti itu." Ucap Qing Ling dengan terkekeh pelan.


" Apa Ling'er sering menemani mereka?"

__ADS_1


" Emm... tidak terlalu sering, hanya beberapa kali saja saat bersama Saudari Ying dan Saudari Meng." Jelas Qing Ling, yang setiap pergi ke ibu kota pasti mengajak kedua saudari Xu Tian.


" Ayo kita kesana." Ajak Qing Ling dengan menarik tangan Xu Tian.


" Paman, aku ingin rasa yang biasa aku beli." Ucap Han Zishu kepada penjual permen.


" Tentu saja tuan putri kecil."


" Zishu, apa kau tidak ingin mencoba rasa yang lainnya." Ucap Xu Mei yang merasa aneh kepada Han Zishu yang selalu membeli rasa yang sama.


" Emm... saat aku baru pertama kali merasakannya aku sudah menyukainya, jadi tidak mau rasa lain." Bantah Han Zishu.


Benar saja, dari pertama kali mereka berdua membeli permen, Han Zishu hanya mencoba satu jenis rasa saja. Sedangkan Xu Mei sudah mencoba semua rasa.


" Apa kau mau juga?" Tanya Xu Tian saat sudah berada di samping Xu Mei, menatap Qing Ling.


" Emm... sepertinya tidak."


" Hahaha...kakak ini, Kaka Ling itu lebih suka membeli pakaian, benarkan Zishu." Tawa Xu Mei.


" Emm... benar, bahkan saat sudah berada di toko pakaian, Kakak Ling, Kakak Meng dan Ying pasti akan sangat lama sekali." Han Zishu dengan nada mengeluh.


" Baiklah, kakak tidak akan mau lagi mengajak kalian jika akan pergi." Ucap Qing Ling dengan nada di buat ngambek.


Xu Tian sendiri hanya tersenyum melihat mereka bertiga yang terus berdebat, baru kali ini dia melihat sifat lain yang di miliki oleh tunanganya itu.


Hingga beberapa waktu kemudian, akhirnya pesanan dari kedua gadis kecil itu sudah selesai. Kemudian Xu Tian segera membayarnya.


" Terima kasih putri kecil." Ucap pedagang dengan ramah kepada kedua gadis yang selalu saja menghibur dirinya. Bahkan berkat Xu Mei dan Han Zishu membuat dagangan dirinya menjadi banyak pembeli.


" Sampai ketemu lagi paman." Ucap Xu Mei dan Han Zishu tertawa dengan melambaikan tangan.


Pedagang permen pun mengacungkan jempol. " Tuan muda, Tuan Putri, terima kasih." Ucapnya dengan hormat.


Xu Tian dan Qing Ling pun menganggukan kepala, lalu segera berjalan mengikuti kedua gadis kecil yang sudah berjalan jauh di depan mereka.


Hingga saat Xu Tian dan Qing Ling sedang menyusul kedua gadis kecil itu, tiba-tiba Xu Tiba merasakan sebuah bahaya mengarah pada kedua adiknya yang sedang asyik memakan permennya.


" Swushh..." Sebuah kilatan hitam melesat ke arah Xu Mei dan Han Zishu.

__ADS_1


" Dhuaaarrrr....."


__ADS_2