Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch168-Di Dalam Dunia Jiwa


__ADS_3

Istana Kota Yan.


Setibanya di istana kota, Yan Li Kun segera meminta seorang pelayan untuk mengantarkan Xu Tian menuju salah satu ruangan yang ada.


" Pelayan!" Panggil Yan Li Kun kepada seorang pelayan.


Seorang pelayan pun kemudian datang menghampiri mereka.


" Tuan muda, silahkan tuan muda beristirahat terlebih dulu, pelayan istana akan mengantarkan tuan muda." Ucap Yan Li Kun dengan ramah.


" Terima kasih, jika begitu aku pamit undur diri terlebih dulu." Ucap Xu Tian, berpamitan kepada semua orang.


Kemudian pelayan pun membawa Xu Tian menuju salah satu ruangan khusus yang ada di dalam istana kota.


Setelah berjalan mengikuti pelayan, akhirnya Xu Tian tiba di depan ruangan yang telah di siapkan untuk dirinya.


" Tuan muda silahkan beristirahat, jika ada yang tuan muda perlukan, tuan muda dapat mencari saya." Ucap pelayan, dengan hormat.


Xu Tian menganggukkan kepala dengan tersenyum ramah. " Terima kasih pelayan."


" Sama-sama tuan muda, selamat beristirahat." Pelayan kemudian segera pergi meninggalkan Xu Tian.


Xu Tian pun segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan.


Setelah berada di dalam ruangan, Xu Tian segera membuat segel lalu memasuki dunia jiwa.


Dunia Jiwa.


" Swusshh..." Xu Tian muncul di dunia jiwa, dengan tenang dirinya menatap tempat di sekitarnya.


" Di mana mereka?" Xu Tian membatin, karena tidak menemukan ketiga pria yang sebelumnya dia pindahkan ke dalam dunia jiwa.


Hingga saat dirinya sedang mencoba mencari tahu keberadaan mereka bertiga, tiba-tiba Jin Kai datang menghampiri dirinya.


" Tuan muda..." Ucap Jin Kai dengan hormat.


" Jin Kai, ada apa?"


" Apa tuan muda sedang mencari tiga orang pria yang sebelumnya tiba di dunia jiwa?"


Xu Tian menganggukkan kepala. " Apa kau mengetahui keberadaan mereka?"


" Tentu saja tuan muda, karena aku yang memindahkan mereka."


" Jika begitu, antarkan aku ke tempat mereka."

__ADS_1


" Baik..." Kemudian Jin Kai membawa Xu Tian menuju Istana Naga.


" Swusshh...."


Xu Tian dan Jin Kai tiba di Istana Naga.


" Tuan muda, mereka bertiga berada di dalam." Ucap Jin Kai setelah tiba di depan Istana Naga.


Xu Tian menganggukkan kepala. " Lanjutkan latihanmu." Ucap Xu Tian dengan memberikan sumber daya tingkat tinggi kepada Jin Kai.


" Baik tuan muda." Ucap Jin Kai, kemudian segera pergi untuk mencari tempat yang nyaman untuk berlatih.


Setelah kepergian Jin Kai, Xu Tian pun segera masuk ke dalam Istana Naga.


Setibanya di dalam, Xu Tian dapat melihat ketiga pria yang sedang memulihkan diri mereka.


Sedangkan ketiganya segera membuka mata saat merasakan kedatangan Xu Tian. Terlihat tatapan penuh kemarahan dari ketiganya.


" Kenapa hah!" Teriak salah satu dari mereka, dengan menatap tajam ke arah Xu Tian.


Xu Tian dengan tenang berjalan mendekat ke arah mereka bertiga.


" Tenanglah.. jika aku ingin membunuh kalian, maka itu sangatlah muda untukku." Ucap Xu Tian setelah tiba di depan ketiganya.


Pria berpakaian merah sendiri kini hanya mampu menundukkan kepala dengan putus asa.


" Apa yang sebenarnya terjadi kepada kalian?" Tanya Xu Tian.


" Apa itu penting untukmu? Jika kau ingin membunuh kami, maka lakukanlah!" Ucap salah satu dari mereka yang menggunakan pakaian berwarna hitam.


" Jika kalian tidak ingin bicara dan menjelaskan kepadaku, maka aku tidak akan memaksanya. Hanya saja yang harus kalian ingat, aku bisa saja membunuh kalian saat ini juga, namun aku tidak ingin melakukannya." Xu Tian dengan tersenyum tipis.


Pria berpakaian merah pun mengangkat kepalanya menatap ke arah Xu Tian.


" Apa yang kau inginkan dari kami? Aku tahu bahwa kau telah merencanakan sesuatu?" Tanya Pria berpakaian merah.


" Aku hanya ingin kalian mengatakan apa yang sebenarnya terjadi?"


" Jika begitu, maka lupakan. Aku siap jika kau ingin membunuhku dan kedua saudaraku."


Xu Tian yang melihat mereka tidak ingin menjelaskan apa yang terjadi kepadanya pun mencoba mencari cara agar mereka mau bicara dengannya.


" Apa kalian percaya jika aku mampu membantu kalian?" Ucap Xu Tian dengan serius.


Ketiganya menatap Xu Tian, mereka berfikir apakah Xu Tian telah mengetahui yang sebenarnya.

__ADS_1


" Apa yang kalian pikirkan benar, aku sedikit mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada kalian bertiga. Hanya saja aku ingin kalian sendiri yang menjelaskan kepadaku."


Terlihat raut wajah ketiganya berubah menjadi sedih dan penuh amarah, dendam yang selama ini mereka simpan dengan baik-baik harus di ketahui oleh orang lain.


Pria berpakaian hitam menatap ke arah Xu Tian, kini raut wajahnya sudah sedikit lebih tenang dari sebelumnya.


" Apa yang kau lakukan saat kehilangan tempat tinggal dan seluruh anggota Klan milikmu?"


" Menjadi kuat dan menghancurkan mereka!" Ucap Xu Tian dengan cepat.


Pria berpakaian merah tersenyum pahit setelah mendengar jawaban Xu Tian.


" Itu lah yang sedang kami lakukan."


Xu Tian sendiri tidak terlalu kaget,l mendengar hal itu, karena saat dirinya menyerang jiwa mereka, Xu Tian dapat sedikit memahami hal yang sebenarnya terjadi kepada mereka bertiga.


" Lalu mengapa kalian harus berada di jalan yang salah?"


" Itu semua bukan keinginan kami bertiga, keadaan yang memaksa kami untuk masuk ke dalam situasi rumit ini. Namun yang harus kau ketahui jika hanya merekalah yang dengan mudah dapat kami ajak kerja sama."


Xu Tian menganggukkan kepala setuju dengan hal itu. Karena bukan lagi sebuah rahasia jika mereka yang memiliki sifat serakah akan lebih mudah di ajak untuk di ajak berkerja sama asal kita memiliki sesuatu yang dapat menarik perhatian mereka.


Seperti menjanjikan sesuatu dan memberikan sumber daya kepada nya yang berguna untuk meningkatkan ranah kultivasinya.


Hal seperti itu sudah dengan tidak mengherankan lagi, karena jika ingin bertahan di dunia ini, maka hanya dengan menjadi kuatlah kita akan di hargai oleh orang lain.


" Aku memahami apa yang kalian lakukan, namun bagaimana pun hal yang kalian tetap salah."


Mereka bertiga menganggukan kepala setuju. " Kami pun berfikiran seperti itu."


Xu Tian tersenyum hangat menatap ketiganya. " Jika kalian ingin membalaskan dendam, maka aku akan berusaha sebisaku untuk membantu kalian. Tetapi aku memiliki syarat yang harus kalian penuhi."


Mendengar apa yang di katakan oleh Xu Tian, membuat ketiganya kini menjadi bersemangat.


Mereka awalnya berfikir akan berakhir di tempat ini dan gagal membalaskan dendam yang selama ini mereka rencanakan.


Namun setelah mendengar penawaran yang di berikan Xu Tian, membuat ketiganya tertarik dengan syarat yang akan di berikan oleh Xu Tian.


Xu Tian sendiri memiliki rencana untuk ketiganya. Dengan kemampuan yang di miliki oleh mereka, maka itu semua akan membantunya di masa depan.


Karena bagaimanapun akan sangat di sayangkan jika mereka harus tewas dengan cuma-cuma, apalagi saat Xu Tian mengetahui apa yang terjadi kepada ketiganya.


Dengan demikian, maka itu semua akan mempermudah dirinya untuk menaklukkan ketiganya, dan menjadikan mereka sebagai orang-orangnya.


Xu Tian pun sangat meyakini jika mereka akan menjadi orang yang setia setelah apa yang menjadi tujuan hidupnya tercapai dengan bantuannya.

__ADS_1


" Tuan muda, apa syarat yang akan tuan muda berikan?" Ucap Pria berpakaian merah dengan penasaran, bahkan kini ketiganya telah mengubah sikapnya.


" Cukup mudah..."


__ADS_2