Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch174-Tiba Di Kota Dong


__ADS_3

" Tuan muda, lalu apa yang harus kami lakukan?" Tanya Yan Li Ang, dengan menatap Xu Tian penuh harap.


" Entahlah, aku pun belum memiliki jawaban atas apa yang di alami Klan Yan. Namun aku memiliki rencana agar kalian terbebas dari bayang-bayang Klan Nan."


Mendengar hal itu, membuat Yan Li Ang bersemangat.


" Tuan muda, jika boleh tahu apa ide tuan muda?"


Xu Tian menatap Yan Li Ang. " Aku tidak tahu apakah rencana yang aku berikan akan berjalan dengan baik atau sebaliknya. Namun tidak ada salahnya untuk mencoba." Xu Tian menjeda kata-katanya.


" Mungkin tidak lama lagi akan ada orang-orangku yang datang ke Benua Utara, aku akan meminta mereka untuk datang menemui kalian. Tapi dengan satu syarat!" Ucap Xu Tian, dengan tersenyum tipis.


" Saya siap untuk memenuhi syarat yang tuan muda berikan!" Ucap tegas Yan Li Ang, tanpa pikir panjang lagi.


" Kalian harus memberikan tempat kepada orang-orangku untuk membangun kediaman yang akan di gunakan oleh orangku nantinya. Kau tenang saja, aku akan memberikan imbalan yang pantas kepada Klan Yan dan membantu kalian keluar dari masalah ini."


" Tuan muda, jika hanya itu saja aku akan memastikan bahwa aku akan memberikan tempat yang cukup untuk tuan muda membangun kediaman. Namun jika boleh tahu untuk apa tuan muda membangun kediaman di Benua Utara ini?" Tanya Yan Li Ang dengan bingung dan penasaran.


" Kau akan mengetahuinya nanti." Ucap Xu Tian dengan tersenyum tanpa berniat menjelaskan kepada Yan Li Ang.


Yan Li Ang pun tidak mempermasalahkan jika Xu Tian tidak ingin menjelaskan kepada dirinya, karena yang terpenting untuk saat ini adalah masalah Klan Yan.


Bukan hanya itu saja, Yan Li Ang pun sudah sangat merindukan kedua orang tua dan juga kakaknya. Jadi untuk saat ini dia tidak mau memikirkan hal lainya.


" Jika kau sudah mengerti, aku akan meminta orang-orangku untuk menemui kalian nanti." Kemudian Xu Tian memberikan cincin penyimpanan kepada Yan Li Ang.


" Di dalam cincin ada sedikit sumber daya untuk kalian, anggap saja sebagai kompensasi atas apa yang aku lakukan saat berada di aula istana. Untuk hal lainnya akan di urus oleh orang-orangku. Dan satu lagi, di dalam cincin ada lencana yang hanya di miliki oleh orang-orangku saja, jika kau bertemu dengan mereka, kau hanya tinggal menunjukkan lencana itu." Xu Tian menjelaskan.


Yan Li Ang segera menerima cincin penyimpanan yang di berikan oleh Xu Tian.


" Tuan muda, lalu bagaimana dengan tuan muda?" Tanya Yan Li Ang dengan bingung, karena dia mendengar jika semua rencana akan di lakukan oleh orang-orang Xu Tian, bukan Xu Tian sendiri.


Karena jika mendengar dari apa yang di katakan oleh Xu Tian, maka menjelaskan jika Xu Tian akan pergi meninggalkan kota Yan.


" Aku akan kembali melanjutkan perjalananku yang telah tertunda."


Yan Li Ang pun hanya dapat pasrah, karena seberapa keras dia mencoba menahan Xu Tian, maka akan sia-sia saja.

__ADS_1


" Baiklah, karena hari akan malam aku akan segera melanjutkan perjalananku." Xu Tian kemudian berdiri dari duduknya.


" Tuan muda, hati-hati dan terima kasih atas semua bantuan yang tuan muda berikan. Aku berharap kita akan memiliki banyak waktu untuk minum bersama." Yan Li Ang dengan hormat dan tulus mengatakan hal itu.


" Tentu saja.." Xu Tian kemudian segera menghilang dari tempatnya.


" Swusshh....."


Yan Li Ang yang melihat Xu Tian sudah pergi pun segera kembali menuju istana kota untuk menceritakan semua kejadian yang baru saja terjadi kepada yang lainnya.


" Swusshh...." Yan Li Ang melesat menuju istana kota.


*********


" Swusshh...." Kilatan cahaya melesat dengan kecepatan tinggi menuju arah Utara.


Xu Tian yang sedang menuju kota Dong pun terus bergerak tanpa beristirahat, karena sedang mengejar waktu, Xu Tian berniat akan beristirahat di kota Dong.


Hingga dua hari kemudian, Xu Tian dapat melihat sebuah kota berjarak sekitar satu kilometer berada di depannya.


Dengan tenang Xu Tian bergerak menuju gerbang.


Kota Dong adalah salah satu kota terbesar yang berada di Benua Utara, Kota Dong sendiri di kenal sebagai kota senjata, di mana di sepanjang jalan kota Dong akan terlihat toko-toko yang menjual berbagai jenis senjata.


Kota Dong masuk ke dalam kota terbesar di karena banyaknya para kultivator yang datang ke kota ini untuk mencari dan membeli senjata yang mereka butuhkan.


Misalnya untuk saat ini, karena adanya informasi mengenai reruntuhan kuno yang beberapa hari lagi akan terbuka.


Membuat kota Dong di penuhi para kultivator dari berbagai kekuatan yang berada di benua utara, entah mereka dari kelompok sekte, Klan, maupun para kultivator bebas.


Xu Tian yang baru saja tiba pun segera berbaris untuk masuk ke dalam kota Dong.


" Kota yang cukup besar.." Ucap Xu Tian dengan melihat tempat di sekitarnya.


Hingga tidak lama kemudian, kini giliran Xu Tian untuk melakukan pemeriksaan.


" Tunjukan identitas!" Ucap prajurit yang menjaga gerbang kota.

__ADS_1


Xu Tian dengan tenang memberikan lencana Faksi Naga Phoenix Langit.


Prajurit yang melihat lencana yang di berikan Xu Tian pun mengerutkan keningnya dengan bingung.


" Maaf.. aku baru pernah melihat lencana yang kau gunakan, jika boleh tahu dari mana kau berasal?" Prajurit bertanya dengan ramah.


Karena tidak mengenali lencana yang di berikan Xu Tian, membuat prajurit sedikit berhati-hati.


" Aku berasal dari benua timur." Jawab Xu Tian dengan tenang.


" Jika boleh tahu, apa tujuan tuan muda datang ke kota ini?" Prajurit yang kini telah mengubah panggilannya.


Meski dia sedikit tidak percaya, namun jika di lihat bagaimana Xu Tian yang dari benua timur datang seorang diri membuat prajurit semakin berhati-hati dengan sosok pemuda yang ada di hadapannya.


" Aku berniat memasuki reruntuhan kuno yang akan terbuka di kota ini."


Prajurit pun menganggukan kepala, kemudian segera mempersilahkan Xu Tian.


" Jika begitu, silahkan tuan muda masuk." Lalu mengembalikan lencana Xu Tian.


" Terima kasih." Ucap Xu Tian, yang kemudian memberikan dua butir pil tingkat emas kepada prajurit tersebut.


Xu Tian segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kota Dong.


Setelah kepergian Xu Tian, Prajurit segera melihat pil yang di berikan oleh Xu Tian.


" Pil tingkat emas.." Ucapnya dengan tangan bergetar, kemudian segera menyimpannya.


" Untung saja aku tidak menyinggungnya." Prajurit bernafas lega, kemudian segera melaporkan hal yang baru saja terjadi kepada salah satu komandan yang berada di posko.


Komandan yang mendengar jika ada seorang pemuda dari benua timur yang datang dan memberikan pil tingkat tinggi pun segera memberikan kabar kepada tuan wali kota.


" Awasi dan jaga dia, jangan sampai ada yang mengganggunya. Aku yakin dia bukanlah pemuda biasa." Perintah Komandan kepada prajurit yang sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap Xu Tian.


" Baik...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah Like, Komen, dan Vote maupun Gift karya Lahirnya Penguasa Alam ini. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2