Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch40-Memasuki Istana Kerajaan


__ADS_3

" Berhenti..." Ucap sebuah suara, tidak lama kemudian datang pemuda tampan menggunakan pakaian berwarna merah.


Semua prajurit kemudian segera saja berlutut memberikan hormat kepada orang tersebut. " Hormat kepada Pangeran Lin Hao." Prajurit dengan bersamaan terlihat dari wajah mereka di penuhi kekhawatiran.


" Apa yang kalian lakukan kepada sepupuku hah!.." Bentak Lin Hao kepada para prajurit yang menghalangi dan mengusir sepupunya dan bahkan ada yang ingin menyerang saudara sepupunya.


" Maaf pangeran hamba tidak mengetahui bahwa pemuda tersebut adalah sepupu pangeran." Prajurit tersebut menjawab tanpa berani menatap Lin Hao, sedangkan prajurit yang sebelumnya ingin menyerang Xu Tian dan lainnya kini sudah di basahi keringat.


" Saudara Lin Hao aku sungguh tidak menyangka bahwa prajurit kerajaan yang di pimpin paman begitu memiliki sikap yang buruk terhadap tamunya." Ucap Xu Tian melihat tajam ke arah para prajurit.


" Saudara Tian maaf karena ini semua salah kami yang tidak dapat mengatur para prajurit dengan baik." Lin Hao merasa begitu marah karena kelakuan prajurit yang begitu arogan tersebut.


" Jika memang kalian tidak dapat mengatur mereka maka biarkan aku yang akan memberikan nya jika saudara tidak keberatan."


" Jika begitu mohon bantuannya."


" Tentu..." Xu Tian kemudian segera melangkahkan kakinya ke arah para prajurit tersebut yang berjumlah lima orang dengan penuh senyum.


Setelah sampai di depan mereka semua Xu Tian segera mengangkat tangannya sebuah energi petir muncul di setiap ujung jarinya membentuk sebuah bola sebesar kelereng.


Xu Feng dan lainnya hanya tersenyum saat melihat Xu Tian melakukan hal tersebut sedangkan Lin Hao kaget karena ternyata pelajaran yang di maksud bukanlah memberikan pengarahan tetapi langsung menyerang.


Xu Tian melempar kelima bola sebesar kelereng tersebut kearah para prajurit.


" Trak...Trakk..Trakk..."


" Aghhh...." Teriak para prajurit saat tubuh mereka tiba-tiba dibaluti petir tersebut.


" Itu adalah hukuman untuk kalian semua karena memiliki sifat dan sikap yang begitu buruk." Melihat ke arah para prajurit yang sedang menahan kekuatan petir yang di lemparnya.


" Tuan muda ampuni kami, kami tidak akan mengulangi nya lagi." Ucap salah satu prajurit dengan wajah memelas dan menyesal karena telah bersikap buruk sebelumnya.


" Jika kalian dapat bertahan di dalam petirku maka aku akan mengampuni kalian semua, dengan syarat kalian harus merubah sikap kalian jika tidak aku yang akan menyiksa kalian semua dan merasakan bagaimana lebih baik mati di bandingkan tetap hidup dalam siksaan ku." Xu Tian dengan tegas mendidik mereka agar dapat merubah sikap para prajurit.


Terlihat dari jauh para prajurit yang lainnya begitu ketakutan dan berjanji akan bersikap baik kedepannya karena mereka tidak ingin merasakan hal yang di rasakan kelima prajurit tersebut.


" Saudara lebih baik kita segera masuk ke dalam istana." Ajak Lin Hao kepada Xu Tian lalu melihat ke arah yang lainnya.


" Emm.. baiklah. Long Hei kau tetap disini awasi mereka jangan ada yang boleh mendekatinya sebelum petirku menghilang dan setelah petir itu menghilang bawa mereka semua kehadapan ku." Xu Tian melihat ke arah Long Hei.

__ADS_1


" Baik tuan aku akan melaksanakan perintah tuan." Ucap Long Hei dengan tegas.


" Mari saudara..."


Kemudian mereka semua kecuali Long Hei masuk ke dalam istana terlihat banyak prajurit yang menghindar saat bertemu rombongan tersebut karena takut membuat kesalahan dan berujung hukuman.


Setelah berjalan beberapa waktu akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang cukup mewah.


" Pelayan.." Panggil Lin Hao saat melihat seorang pelayan sedang berjalan tidak jauh darinya.


Pelayan tersebut kemudian buru-buru mendekat ke arah Lin Hao " Iya Pangeran Hao." dengan hormat.


" Antarkan mereka semua ke Aula keluarga aku akan segera menemui ayahku." 


" Baik pangeran, Tuan mari." Pelayan tersebut mengarahkan Xu Tian dan lainnya menuju Aula Keluarga.


________________


Di tempat lain kini Lin Hao sudah berada di ruangan ayahnya segera saja memasukinya.


" Ayah.." Panggil Lin Hao saat sudah sampai di depan Lin Dong.


" Kita kedatangan putra Bibi Hua, dan sekarang mereka semua sedang berada di aula keluarga."


" Benarkah? Apa bibimu juga ikut?" Tanya Lin Dong bersemangat karena sudah lama dia tidak melihat keluarga dari adiknya tersebut.


" Tidak, hanya ada Saudara Tian dan para saudaranya yang berasal dari klan Xu."


" Baiklah jika begitu kau panggil kakek dan nenekmu pasti mereka senang karena kedatangan cucunya dan aku akan segera menemui mereka." Lalu Lin Dong segera berjalan keluar dari ruangan nya menuju aula keluarga sedangkan Li Hai memanggil Kakek dan Nenek nya.


Lin Dong mengetahui bahwa ayah dan ibunya begitu merindukan keluarga dari putri satu-satunya tersebut maka dari itu Lin Dong begitu bersemangat saat mengetahui bahwa Xu Tian datang.


Sebenarnya mereka bisa saja pergi untuk menemui putrinya tersebut namun yang tidak di ketahui oleh orang luar bahwa kerajaan Lin saat ini sedang di awasi oleh Kerajaan Mo yang bekerja sama dengan kerajaan Tang untuk menghancurkan kerajaan Lin.


Maka dari itu mereka tidak dapat pergi keluar dengan bebas karena takut saat mereka keluar maka kerajaan Mo akan menyerang kerajaan Lin.


_________________


Sesampainya di depan aula keluarga Lin Dong langsung saja memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


Melihat ada orang yang datang ke dalam tempat mereka Xu Tian dan lainnya langsung saja melihat ke arah pintu untuk mengetahui siapa orang tersebut.


" Paman.." Ucap Xu Tian saat mengetahui bahwa Paman Lin Dong lah yang memasuki ruangan lalu memberikan hormat yang di ikuti oleh lainnya.


" Hahaha... Hormat kalian semua aku terima, An'er sudah lama paman tidak melihatmu kini kau semakin tampan saja." Lin Dong begitu bahagia melihat keponakannya.


" Dan kalian semua juga tampan dan cantik-cantik..." Lanjut Lin Dong melihat ke arah yang lainnya.


" Paman juga semakin tampan." Ucap Xu Tian sambil tersenyum tipis.


" Hahaha.... Paman mu ini memang selalu tampan nak." Lin Dong dengan penuh percaya diri.


" Baiklah kita akan menunggu kakek dan nenekku terlebih dahulu karena mereka akan begitu senang saat melihat cucunya mengunjungi mereka." Ucap Lin Dong kemudian mempersilahkan mereka semua untuk menikamati hidangan yang sudah di siapkan oleh pelayan dan mengobrol sekedar menanyakan bagaiman kabar mereka semua.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Lin Zuan dan lainnya datang memasuki aula keluarga.


" Nak..." Panggil Lin Zuan lalu segera memeluk Xu Tian.


Kakek.." Xu Tian pun membalas pelukan tersebut.


" Nenek.." Lalu bergantian kepada neneknya yang berada di belakang Lin Zuan.


" Oh..Cucu nenek yang tampan." Xie Mayleen begitu bahagia dapat melihat putra dari putrinya tersebut hingga meneteskan air mata.


" Nenek jangan menangis, aku datang kesini karena ingin melihat senyum kalian semua." Xu Tian kemudian menghapus air mata di wajah neneknya tersebut.


" Nenek bahagia karena kamu datang menemui nenek.."


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu aula keluarga tersebut.


" Silahkan masuk.." Ucap Lin Dong kemudian pintu tersebut terbuka memperlihatkan seorang prajurit bersama Long Hei.


Prajurit tersebut maju memberikan hormat kemudian berkata " Maafkan hamba mengganggu Leluhur dan raja serta yang lainnya..." 


" Ada apa prajurit?" Tanya Lin Dong yang tidak mengetahui kejadian di depan gerbang sebelumnya.


" Hamba mengantarkan lima prajurit yang sebelumnya menghalangi dan ingin menghajar tuan muda Tian sebelumnya." Prajurit lalu menjelaskan kejadian yang terjadi di depan gerbang sebelumnya.


" B*jingan... Bawa mereka masuk.." Teriak Lin Dong yang begitu marah melihat sikap para prajuritnya.

__ADS_1


" Baik..."


__ADS_2