Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch192-Hancurnya Pasukan Klan Rong


__ADS_3

Di tempat lain.


Hal yang sama pun di lakukan oleh Bai Luan dan juga Shang bersaudara. Mereka melakukan secara terang-terangan saat baru pertama kali tiba langsung melesatkan serangan kepada pasukan itu.


Dengan tingkatan lebih tinggi yang di miliki oleh Bai Luan dan Shang Hai bersaudara, membuat pertempuran berat sebelah.


Tidak adanya Tetua Agung dan Patriak Klan Rong, membuat seluruh anggota Klan Rong kesulitan menghadapi serangan tersebut.


" Dhuaaarrrr....., Dhuaaarrrr.....," Suara ledakan terdengar di hari yang menjelang pagi itu, bahkan pertempuran itu tidak dapat di dengar oleh orang lain akibat dari Formasi yang telah di aktifkan sebelumnya.


Dengan mengetahui jebakan yang di pasang oleh anggota Klan Rong, membuat Shang Hai dan Bai Luan dapat bergerak dengan bebas dan memanfaatkan jebakan yang di buat mereka sebagai senjata makan tuan.


" B*jingan! Siapa mereka sebenarnya!" Teriak marah Tetua yang memimpin pasukan.


" Tetua, apa yang harus kita lakukan?"


" Terus serang! Jangan biarkan mereka lolos!"


" Sampah!" Ucap Shang Hai, yang tiba-tiba berada di sampingnya. Kemudian melesatkan pukulan.


" Dhuaaarrrr...." Tetua itu terlempar kebelakang.


Shang Hai kembali bergerak, namun tiba-tiba datang tetua lainnya yang menghalangi.


" Serahkan padaku!" Ucap Shang Gou, yang kemudian segera berhadapan dengan tetua itu.


Shang Hai tersenyum, kemudian segera melesat kembali menuju tetua yang sebelumnya terlempar.


Sedangkan Shang Lou bertarung dengan liar, memanfaatkan jarak pasukan yang berdekatan, membuat Shang Lou dapat melesatkan serangan secara langsung.


" Dhuaaarrrr..., Dhuaaarrrr....." Pertarungan Shang bersaudara semakin memanas, dengan banyaknya anggota Klan Rong yang jatuh tewas maupun berubah menjadi kabut darah untuk mereka yang memiliki tingkat kultivasi rendah.


Di tempat Bai Luan.


Bai Luan dengan santai mengibaskan tangannya, hanya dengan sekali ayunan tangan dapat merubah sekitar lima orang dari Klan Rong berubah menjadi kabut darah.


Hal ini begitu membuat para pasukan Klan Rong putus asa, bahkan Tetua yang memimpin pasukan itu pun ingin cepat-cepat meninggalkan arena pertempuran.


Namun yang tidak di ketahui olehnya, jika Bai Luan telah menyegel tempat di sekitarnya menjadi tempat pertempuran miliknya.


Yang artinya, semua orang yang sudah menjadi target Bai Luan tidak akan mampu pergi jauh darinya.


Itu semua adalah kelebihan mereka yang telah berada pada tingkat kultivasi tertentu, yang di mana aura miliknya akan mengunci lawan yang menjadi target.

__ADS_1


" Dasar bodoh!" Dengus kesal Bai Luan, saat melihat beberapa anggota Klan Rong mencoba pergi meninggalkan pertempuran.


" Dhuarrrr....., Dhuaaarrrr....," Mereka yang ingin pergi tiba-tiba berubah menjadi kabut darah.


Melihat hal itu, membuat Tetua yang memimpin pasukan begitu putus asa. Dengan badan bergetar ketakutan, dirinya bersujud meminta pengampunan kepada Bai Luan.


Melihat Tetua yang memimpin mereka bersujud, semua anggota Klan Rong pun segera melemparkan senjata di tangannya, kemudian mengikuti apa yang di lakukan tetua itu.


Bai Luan yang melihat hal itu hanya tersenyum sambil.menggelenggkan kepalanya.


" Apa kalian fikir aku akan memberikan pengampunan kepada orang seperti kalian ini?"


" Tuan, ampuni kami semua." Ucap Tetua dengan memberanikan diri.


" Cih! Benar-benar sampah! Jika saja orang lain melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan saat ini kalian akan melepaskannya?" Ucap Bai Luan, dengan menatap tajam semua orang.


" Tapi-..."


" Baiklah, aku akan menghitung mundur, dalam kehitung ketiga jika kalian masih belum pergi dari pandanganku, maka aku akan menghancurkan kalian semua! Bagaimana?"


Mereka semua merutuki Bai Luan yang sedang mempermainkan mereka. Bagaimana bisa mereka meninggalkan tempat ini hanya dalam waktu hitungan ke tiga.


Mereka yang berusaha untuk pergi saat pertarungan pun tidak ubahnya seperti serangga yang terpanggang di atas bara api.


Bai Luan mulai menghitung. " 1..." Dengan tersenyum dia menatap semua orang yang masih berdiam diri.


" Tiga..!"


" Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr..." Bai Luan tidak ingin membuang-buang waktunya, dnegan segera dia melepaskan serangan ke arah mereka semua.


Hingga beberapa saat kemudian, tempat itu kini menjadi hening. Seluruh anggota Klan Rong berubah menjadi kabut darah.


" Hah! Sama sekali tidak menyenangkan untukku." Desah Bai Luan yang ingin melakukan pertarungan yang lebih menarik lagi.


***********


Di tempat Xu Tian.


Terlihat pasukan Klan Rong yang kini telah tewas, terlihat hanya tinggal Tetua yang sebelumnya ingin melarikan diri sedang menatap penuh kebencian ke arah Xu Tian.


" Apa kau memiliki kata-kata terakhir?" Ucap Xu Tian dengan tenang, menatap pria paruh baya yang terluka di depannya.


" Bunuh aku sekarang!"

__ADS_1


" Baiklah, karena kau tidak memiliki pesan terakhir yang ingin di sampaikan." Xu Tian berjalan dengan tombak naga di tangan kanannya.


Dengan sekali ayunan, Tombak naga menghancurkan tetua itu.


" Dhuaaarrrr...."


Xu Tian terdiam dan berdiri di tempatnya, pikirannya kini mulai berkecamuk.


Dirinya selalu tidak ingin melakukan hal ini, apalagi saat memikirkan nasib para bocah-bocah kecil maupun wanita yang ada di sebuah Klan.


Mereka pasti memiliki keluarga, dengan terjadinya hal ini, maka mereka telah kehilangan keluarganya.


" Manusia memiliki sifat yang berbeda-beda, begitu tujuannya. Meski aku tidak mengetahui alasan di balik penyerangan ini, tetapi aku yakin semua ini memiliki alasan, entah itu berasal dari ketidaksukaan, atau memang sebuah dendam yang ada." Xu Tian menarik nafasnya dalam-dalam.


" Baiklah, saatnya menyelesaikan dua semut itu, bisa saja aku mengetahui tujuan mereka darinya." Kemudian segera pergi dari tempat itu.


" Swusshh...." Xu Tian melesat ke arah Ibu kota.


*************


" Tetua.."


Tetua yang di panggil segera melihat ke arahnya. " Katakan."


" Bagaimana dengan pasukan kita? aku yakin mereka sedang menunggu kabar dari kita berdua." Ucap pemuda yang berada di sampingnya.


" Entahlah, aku juga merasa bingung karena tidak dapat memberikan pesan kepada mereka."


" Lalu apa yang harus kita lakukan di tempat ini?"


" Menunggu. Hanya itu yang dapat kita lakukan." Ucap Tetua itu, kemudian menutup matanya.


Pemuda yang di sampingnya begitu gelisah, karena di dalam pasukan itu terdapat Ayahnya yang memimpin secara langsung pasukan yang sebelumnya di hancurkan oleh Xu Tian.


Jika dia mengetahui bahwa Ayahnya telah tewas, entah apa yang akan di perbuat olehnya.


Hal seperti ini yang membuat Xu Tian merasa bingung, jika dia tidak menghancurkan sampai akar-akarnya, maka akan timbul dendam dan bisa saja di masa depan menjadi ancaman untuk dirinya maupun orang-orangnya.


Jika menghancurkan mereka semua, maka Xu Tian akan membunuh mereka yang tidak bersalah dan tidak mengetahui apapun.


Hal seperti ini memang sering terjadi untuk mereka para kultivator, di sini lah ketegasan dalam mengambil sebuah keputusan akan menjadi bagian yang harus di selesaikan oleh Xu Tian.


Jika dirinya salah mengambil langkah sedikitpun, maka akan menimbulkan rasa kurang percaya diri pada dirinya.

__ADS_1


Itu semua akan membahayakan untuk perkembangan Xu Tian di masa depan nanti.


__ADS_2