Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 237. Kerinduan Qing Ling


__ADS_3

Perbatasan Benua Timur.


Kilatan cahaya keemasan melesat dengan kecepatan tinggi melewati beberapa formasi yang terpasang di langit-langit perbatasan Benua.


Cahaya itu terus melesat melewati beberapa kota hingga akhirnya tiba di Ibu Kota Kekaisaran Qing.


" Swusshh...." Cahaya tersebut berhenti di gerbang ibu kota. Dengan pandangan menatap keramaian kota, terlihat raut wajah penuh kerinduan dari sosok pemuda tersebut.


" Sudah lama aku tidak kembali. Semoga saja mereka semua dalam keadaan baik-baik saja." Ucap pemuda itu yang tidak lain Xu Tian.


Setelah memperhatikan keadaan Ibu kota selama beberapa saat, Xu Tian kembali melanjutkan perjalanan nya menuju Istana Xufelong.


" Swusshh....." Kilatan cahaya kembali melesat dengan kecepatan tinggi. Sesekali dia akan mengawasi tempat di sekitarnya dengan seksama.


Tiga puluh menit kemudian, Xu Tian dapat melihat benteng kokoh yang berdiri tegak ke atas langit.


Terlihat beberapa ornamen yang terbuat dari batu giok tingkat tinggi, serta patung Naga, Phoenix yang berada di samping kanan dan kirinya menambah kesan megah pada Bangunan yang ada di belakangnya.


" Swusshh...." Xu Tian mendekat ke arah benteng tersebut, lalu turun menuju gerbang yang bertuliskan Istana Xufelong.


Dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya, Xu Tian kemudian turun ke bawah.


" Swusshh..." Tubuh Xu Tian muncul di hadapan anggota Istana Xufelong yang sedang berjaga di depan gerbang.


Lima anggota yang sedang berdiri, segera menatap kehadiran Xu Tian dengan tatapan tenang. Namun mereka terlihat cukup bingung karena tidak dapat merasakan kehadiran sosok pemuda di hadapannya.


Apalagi mereka sama sekali tidak dapat mengetahui tingkat kultivasinya.


" Gu Huan, apa kau mengenalnya?" Tanya salah satu dari mereka dengan pandangan yang tak lepas dari Xu Tian.


" Ping Fi, aku juga baru pernah melihatnya."


" Tapi wajahnya sangat tidak asing.. Ap-...." Ucapan salah satu dari mereka terpotong saat tiba-tiba aura yang cukup kuat menyapu tempat tersebut.


" Swusshh...."


" Swusshh...."


Terlihat dua sosok yang di hormati oleh anggota Istana Xufelong datang ke tempat tersebut.


" Jenderal Huang, Jenderal Hei!" Keduanya segera memberikan hormat.

__ADS_1


Long Hei dan Feng Huang segera berjalan mendekati Xu Tian. Kemudian memberikan hormat kepadanya.


" Selamat datang kembali Tuan Muda!" Ucap keduanya dengan bersujud.


Xu Tian tersenyum menatap keduanya, lalu meminta mereka untuk segera bangkit.


" Bangunlah!"


Feng Huang dan Long Hei segera bangkit kembali, lalu menatap kelima anggota Istana Xufelong yang masih terdiam.


" Dhuaaarrrr...." Tanpa aba-aba, Long Hei melepaskan serangan kepada kelimanya dan membuat mereka terlempar hingga puluhan meter.


" Dimana sikap hormat kalian kepada pemimpin kalian sendiri hah!" Teriak Long Hei dengan wajah memerah.


" Long Hei! Hentikan!" Ucap Xu Tian dengan tegas, lalu menggunakan energi nya untuk membantu lima anggota Istana Xufelong yang terlempar.


Secara perlahan energi berwarna emas menyelimuti tubuh kelimanya, lalu membawa mereka kehadapannya.


Kelima anggota Istana Xufelong yang merasakan tubuhnya menjadi hangat serta secara perlahan luka di tubuhnya sembuh menatap dengan tidak percaya.


Namun salah satu dari mereka langsung tersadar, lalu memberikan hormat kepada Xu Tian.


Xu Tian menganggukkan kepala dengan tersenyum ramah. " Itu semua wajar, karena sudah lama aku tidak kembali ke tempat ini. Mohon maaf juga atas Long Hei sebelumnya kepada kalian." Ucap Xu Tian kepada mereka.


Long Hei yang mendengar ucapan Xu Tian menundukkan wajahnya dengan malu, sedangkan Feng Huang tersenyum tipis.


Kelima anggota Istana Xufelong yang mendengar ucapan Xu Tian sangat kaget. Mereka tidak menyangka sosok pemimpin Istana Xufelong yang paling di takuti oleh dunia luar memiliki sifat yang ramah dan rendah hati.


Apalagi saat Xu Tian meminta maaf sesuatu yang bukan seharusnya dia lakukan.


" Pemimpin, semua itu memang kesalahan kami. Meski pemimpin sudah lama tidak kembali, tetapi para Jenderal sudah membuatkan patung pemimpin di Istana Xufelong." Ucap Ping Fi yang di angguki oleh yang lainnya.


Xu Tian tersenyum kecut. " Baiklah, lupakan masalah ini." Xu Tian kemudian memberikan cincin penyimpanan kepada mereka.


" Berlatihlah lebih keras." Ucap Xu Tian yang kemudian menghilang dari tempatnya. Feng Huang segera mengikuti Xu Tian.


" Swusshh...."


Setelah kepergian Xu Tian, Long Hei menatap kelimanya.


" Maaf telah menyerang kalian sebelumnya. Ingat! Lakukan permintaan pemimpin yang menginginkan kalian menjadi lebih kuat. Kalian dapat berlatih setelah giliran tugas menjaga gerbang selesai." Ucap Long Hei yang kemudian lenyap dari pandangan mereka.

__ADS_1


" Baik. Terima kasih Jenderal." Ucap kelimanya dengan bersemangat.


*******


Di tempat lain.


Di sebuah taman, terlihat seorang wanita yang sedang duduk dengan pandangan menatap ke arah bunga di depannya.


Wanita itu tersenyum. " Bunga-bunga yang sangat indah." Ucap Qing Ling dengan menyentuh kelopak bunga.


" Sama sepertimu. Cantik dan sangat indah." Ucap sebuah suara terdengar.


Qing Ling yang mendengar suara itu, terdiam dengan mulut terbuka. Hingga beberapa saat kemudian, terlihat cairan bening yang keluar dari kedua bola mata indahnya turun membasahi wajah cantik.


Dengan mulut bergetar, dia membalikkan badan untuk melihat sosok yang sangat-sangat dia rindukan.


" Xu Gege.." Ucap Qing Ling menatap pria yang berdiri sekitar dua meter darinya.


Xu Tian berjalan mendekat ke arah Qing Ling. Dengan segera dia memeluk wanita yang kini sudah resmi menjadi kekasih dan tunangannya.


" Maafkan aku." Ucap Xu Tian dengan mengusap punggung Qing Ling yang bergetar.


Qing Ling hanya terdiam tidak menjawab, dia semakin menangis di pelukan Xu Tian.


Xu Tian sendiri merasa sangat sakit saat melihat bagaimana keadaan Qing Ling saat ini. Wanita nya pasti sangat menderita saat dirinya menghilang tanpa kabar.


"Maafkan aku karena telah meninggalkan kamu seorang diri di sini. Aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu lagi. Aku akan selalu menjaga mu. Dan hanya kamu wanita satu-satunya yang akan ada di dalam kehidupan ku ini." Ucap Xu Tian di dalam hatinya.


Xu Tian terus mencoba menenangkan Qing Ling. "Aku membawa hatimu bersamaku, yang kemudian kubawa di dalam hatiku. Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan diciptakan oleh perasaan, sedangkan jarak hanya rintangan yang bisa ditempuh untuk bertemu. Seperti halnya saat ini, aku telah kembali ke tempat ini, aku kembali untuk menemuimu dan juga orang-orang yang berharga bagiku. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucap Xu Tian dengan melepaskan pelukannya, lalu menghapus air mata Qing Ling.


Qing Ling tersenyum menatap pria di hadapannya. Dengan tangan terangkat, Qing Ling menyentuh wajah Xu Tian dengan penuh kasih sayang.


" Aku sangat merindukanmu. Jangan pernah meninggalkan ku tanpa kabar, aku sangat mengkhawatirkan Gege." Ucap Qing Ling dengan tersenyum manis.


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu mencium kening Qing Ling dengan penuh kasih sayang dan cinta.


Qing Ling terdiam dengan mata terpejam menikmati hembusan nafas Xu Tian yang menerpa wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Othor kurang enak badan. Jadi 1 Bab lagi menyusul. Like & Komentar!

__ADS_1


__ADS_2