Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch155-Penghianat Dan Musuh Sebenarnya


__ADS_3

Di tempat lain.


Kini di aula istana kota, semua orang sedang mencoba mencari jalan keluar dari masalah yang sedang mereka hadapi.


" Tuan Walikota, di mana tuan Putri?" Tanya Jenderal Kun, yang sudah beberapa hari tidak melihat keberadaannya.


" Dia sedang berlatih bersama tetua Bo, namun aku tidak mengetahui kemana mereka pergi." Jawab Tuan Walikota, Menjelaskan keberadaan sang putri.


Mendengar apa yang di katakan oleh tuan walikota, membuat jantung Jenderal Kun dan Komandan Ru berdetak dengan cepat.


" Sudah berapa lama tuan Walikota tidak melihatnya?" Tanya Jenderal Kun sekali lagi.


Tuan wali kota terdiam sesaat, kemudian menatap ke arah Jenderal Kun.


" Emm...sudah dua hari." Ucapnya, dengan tenang.


Jenderal Kun dan Komandan Ru segera berdiri dari duduknya.


" Gawat! Apa mereka tidak memberitahukan kemana mereka akan berlatih?


Tuan Walikota menatap salah satu tetua, karena dirinya pun mendapatkan kabar jika putrinya pergi berlatih dari tetua kepercayaan nya, bukan putrinya sendiri yang mendatangi dirinya.


" Jenderal, mengapa anda terlihat begitu panik?" Ucap Tetua yang mendapatkan tatapan dari tuan Walikota, dengan bingung.


" Cih! Sebaiknya kau jangan berpura-pura lagi, aku sudah mengetahui jika kau tidak menyukai tuan Walikota." Dengus Jenderal Kun dengan kesal.


Mendengar ucapan dari Jenderal Kun, beberapa tetua dan tuan Walikota pun tertawa terbahak-bahak.


" Jenderal, mengapa kau mengatakan hal itu? Jika kau berfikir aku memiliki masalah dengan tetua Jun, maka kau salah besar." Ucap tuan Walikota, dengan tersenyum meremehkan.


Jenderal Kun dan Komandan Ru menatap tuan walikota dengan bingung.


" Hahaha.... jangan perlihatkan ekspresi bodohmu itu." Ucap tuan Walikota, dengan tertawa seperti orang gila.


Jenderal Kun terlihat mulai terpancing amarah, bahkan dirinya di kini telah mengepalkan kedua tangannya.


" Tuan Walikota! Jelaskan padaku, apa maksud semua ini?"


" Tetua Jun, sepertinya Jenderal kota Chun kini sudah mengalami kemunduran." Menatap sinis Jenderal Kun dan Komandan Ru.


Awalnya mereka memanggil Jenderal Kun karena ingin memanfaatkan dirinya, apalagi saat mendengar cerita dari Jin Kai yang mengatakan jika ada seorang pemuda yang cukup kuat berada di Kota Chuan.


Namun rencana mereka sedikit berantakan, setelah apa yang di lakukan oleh Xu Tian pada saat tiba di aula istana.


Semua yang mereka lakukan sejak awal, hanyalah sebuah rencana awal saja.


Mereka berniat ingin menghabisi Xu Tian, namun yang mereka tidak ketahui, bahwa Xu Tian bahkan lebih cerdas dan mengetahui apa yang mereka rencanakan kepada dirinya.

__ADS_1


Xu Tian sendiri, dapat mengetahui hal itu semua saat merasakan aura yang tidak asing berada di istana kota, namun dirinya belum mengetahui dengan pasti siapa pemiliknya.


" Tuan walikota benar, aku kira dua orang bodoh kebanggaan rakyat kota Chuan begitu hebat, ternyata aku salah besar!" Ucap tetua Jun, kemudian berdiri dari tempat duduknya.


Tetua Jun melangkahkan kakinya menuju tengah-tengah aula istana.


" Baiklah, saatnya menghilang para pengganggu!" Tetua Jun, dengan melepaskan aura tingkat Nirwana 8.


" Swushh..." Angin kencang tiba-tiba muncul di dalam ruangan, hingga sesaat kemudian, tiba-tiba muncul beberapa orang yang tidak lain anggota Sekte Elang Hitam.


Jenderal Kun, Komandan Ru, dan beberapa tetua yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi menatap dengan kaget orang-orang yang menggunakan pakaian dengan gambar Elang Hitam.


" Tuan Walikota, jangan katakan jika an-.."


" Benar Jenderal, sangat tepat. Namun dirimu terlalu lambat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Hahahaha...." Ucap Tuan Walikota, memotong ucapan Jenderal Kun dengan tertawa keras.


" B*jingan! Kalian memang manusia iblis! Bahkan mengorbankan putrimu demi kepentingan dirimu sendiri!" Teriak Jenderal Kun dengan marah.


Para Tetua yang juga tidak mengetahui hal tersebut pun terlihat begitu marah dengan apa yang di lakukan oleh Tuan Walikota.


Pantas saja masalah yang mereka hadapi tidak menemukan titik terang hingga memakan waktu yang cukup lama, ternyata pemimpin kota Chuan sendiri ikut ambil dalam masalah tersebut.


Sekarang mereka mengetahui, bagaimana pihak Kekaisaran Benua Utara tidak pernah mengirimkan bantuan kepada Kota Chuan.


Yang ternyata, surat yang mereka kirimkan tidak sampai ke tangan para petinggi Kekaisaran Bing.


Namun sekarang mata mereka terbuka dengan sangat lebar, musuh yang sebenarnya mereka hadapi, tidak lain para petinggi Kota Chuan itu sendiri.


" Hahahaha... Bagaimana? apa kalian juga ingin ikut bergabung dengan kami?" Tanya Tetua Jun, dengan tersenyum lebar.


" Cih! Meski aku harus mati di sini, setidaknya aku bukan bagian dari kalian semua!" Ucap Komandan Ru dengan tegas, penuh kemarahan.


" Hahaha... Dengarlah, bahkan Komandan Ru yang begitu arogan, kini berubah menjadi seorang pahlawan."


Para Tetua yang berada di pihak Tuan Walikota Chuan pun tertawa terbahak-bahak, begitupun dengan anggota Sekte Elang Hitam.


" Baiklah, jika memang itu keinginan kalian! Maka hari ini adalah hari terakhir kalian dapat melihat dunia ini!"


" Habisi mereka semua!" Perintah Tetua Jun, kepada anggota Sekte Elang Hitam dan tetua yang berada di pihaknya.


Jenderal Kun menatap ke arah tuan Walikota dengan tajam. " Jika hari ini aku bisa bertahan untuk hidup, aku pastikan kau adalah orang yang akan merasakan bagaimana kematian lebih baik di bandingkan tetap hidup dalam siksaan!"


Mendengar ucapan Jenderal Kun, membuat tuan Walikota begitu marah.


" B*jingan! Habisi mereka, jangan biarkan mereka lolos!" Ucapnya, lalu segera melesat ke arah Jenderal Kun.


" Tapak Iblis Hitam!"

__ADS_1


Jenderal Kun pun tidak tinggal diam, meski dirinya memiliki tingkat kultivasi lebih rendah dari tuan Walikota, namun tidak ada ketakutan sedikitpun darinya.


" Langkah Sunyi!"


" Swushh....." Keduanya melesat dengan cepat, Namun karena memiliki tingkatan yang lebih rendah, gerakan Jenderal Kun masih dapat di ikuti oleh Tuan Walikota.


" Dhuaaarrrr....." Serangan Tapak Iblis Hitam mengenai lengan Jenderal Kun, dan melemparnya beberapa meter.


" Arghh....!" Teriak Jenderal Kun dengan menahan rasa sakit pada lengan kirinya.


" Jenderal, apa hanya segitu saja kemampuan teknik rahasia milik Klan mu itu?" Tuan Walikota dengan tersenyum meremehkan.


" Aku tidak boleh kalah! Atau Kota Chuan akan dalam bahaya!" Batin Jenderal Kun dengan penuh tekad.


Kemudian segera berdiri kembali.


" Langkah Kilat Kegelapan!"


" Swushh...." Kini gerakan Jenderal Kun terlihat lebih cepat dari sebelumnya.


Jenderal Kun tiba-tiba berada di samping kanan tuan Walikota. " Tapak Sunyi!"


" Cih!" Tuan Walikota mendengus, lalu segera menghindari serangan Tapak Sunyi Jenderal Kun.


" Dhuarrrr....." Tuan Walikota yang berusaha menghindar, namun terkecoh dengan serangan yang di lakukan oleh Jenderal Kun.


Tuan Walikota terpukul mundur beberapa langkah kebelakang.


" Sepertinya aku terlalu meremehkan dirimu." Tuan Walikota dengan tersenyum, lalu dengan gerakan cepat, dirinya kembali melesat ke arah Jenderal Kun.


" Swushh....." Aura hitam yang begitu mengerikan menyelimuti tubuh tuan Walikota.


Jenderal Kun yang merasakan aura yang keluar dari dalam tubuh tuan Walikota pun merasa sedikit tertekan.


" Apa ini akhir dari hidupku?" Ucap Jenderal Kun, dengan ekspresi begitu menyedihkan.


" Jiwa Iblis Hitam!" Aura yang sebelumnya keluar dari dalam tubuh tuan Walikota tiba-tiba berubah menjadi bayangan iblis hitam bertanduk, dengan mata merah yang menatap tajam ke arah Jenderal Kun.


Kali ini Jenderal Kun bahkan sampai tidak mampu berdiri dengan tegak, kedua lututnya menyentuh lantai aula istana.


" Tanduk Iblis Kematian!"


" Perisai Dinding Sunyi!"


" Dhuaaarrrr......" Suara ledakan terdengar sangat keras, bahkan membuat ruangan aula istana hancur sebagian.


" Arrghhhh......!" Teriak sebuah suara, meringis kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2