
Xu Tian tersenyum mendengar ucapan adiknya. " Mei'er, tugasmu saat ini hanyalah berlatih lebih keras agar segera menjadi kuat. Begitu juga dengan Shu'er."
Xu Mei memanyunkan bibirnya dengan lucu. " Mei'er sudah kuat, bahkan semua orang yang ada di Istana Xufelong selalu menghindar dan menolak jika Mei'er aja bertarung. Benarkan Shu'er?" Ucap Xu Mei dengan polosnya.
Semua orang terlihat menahan tawa mendengar ucapan gadis nakal itu. Han Zishu sendiri membenarkan ucapan Xu Mei.
Mereka berdua benar-benar menjadi gadis yang nakal, siapa saja yang menolak untuk bertarung dengan mereka, atau menjadi lawan latih tandingnya, akan di mintai manisan atau memberikan sesuatu yang mereka berdua inginkan.
Qing Ling dan Feng Huang sendiri hanya membiarkan kelakuan mereka yang sangat sulit di atur. Hanya dengan membawa nama Xu Tian baru mereka akan menjadi anak yang baik, itu pun hanya satu hari saja, keesokan hari akan kembali berulah.
" Setelah ini kita akan jalan-jalan bersama. Kakak minta kalian berdua untuk tetap tenang, masih ada hal yang ingin kakak jelaskan saat ini." Ucap Xu Tian menatap penuh kasih sayang kepada kedua gadis nakal itu.
Xu Mei dan Han Zishu dengan semangatnya menganggukkan kepala, lalu membenarkan posisi duduk mereka agar terlihat menjadi anak yang penurut dan patuh.
Semua orang hanya menghela nafas serta menggelengkan kepalanya.
Xu Tian sendiri berdehem agar semua orang kembali fokus. Setelah itu kembali melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda.
" Aku ingin kalian dapat mengetahui situasi di setiap kota dengan baik. Di mulai dari mengamankan setiap kota serta bangunan yang bertujuan untuk memudahkan pergerakan kita di setiap tempat. Bekerja sama dengan para pemimpin di setiap kota atau kekuatan yang ada di tempat tersebut, jangan pernah melakukan pergerakan secara individu tanpa sepengetahuan rekan kalian yang lain. Dalam pertempuran besar sebuah kerja sama adalah hal yang utama."
" Tuan muda, lalu bagaimana strategi yang akan kita gunakan dalam pertempuran?" Tanya salah satu tetua Klan Xu.
" Kita akan menyerang secara frontal. Pasukan penyerang menyerang dari depan dan berusaha menghancurkan dengan kekuatan bagaikan ombak."
" Tuan muda, serangan secara langsung akan menyebabkan pasukan yang kita miliki buta akan kekuatan mereka." Ucap Yuan Qi menatap Xu Tian.
__ADS_1
" Benar. Kita tidak mengetahui dengan pasti kekuatan musuh, serangan secara langsung akan menyebabkan banyak korban yang jatuh dalam pertempuran singkat. Yang harus kalian ketahui serangan frontal atau secara langsung hanya sebagai pengalihan. Kita akan tetap dalam serangan melingkar, dilakukan dengan menggerakkan kekuatan utama pasukan penyerang ke belakang pertahanan musuh dan menyerang serta menghancurkannya dari belakang." Xu Tian menatap semua orang, kemudian melanjutkan kembali pembicaraannya.
" Serangan itu sendiri akan saling berhubungan satu sama lain. Tujuan kita melakukan itu semua, agar kita dapat menghancurkan kekuatan mereka. musuh ditahan dari depan dengan kekuatan minimal, sedangkan kekuatan utama digerakkan menyerang kekuatan utama milik musuh untuk menghancurkannya."
Semua orang terdiam menatap Xu Tian dengan kagum, bagaimana rencana serta strategi yang dia jelaskan benar-benar luar biasa.
Xu Tian sendiri hanya diam menatap mereka yang sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.
" Jangan pernah lupakan jika saat ini kita yang sedang dalam serangan bangsa Iblis dan Aliansi sekte aliran hitam." Xu Tian mengingat mereka.
Xu Yuan dan yang lainnya menganggukkan kepala, mereka hampir saja melupakan hal itu.
" Untuk strategi atau taktik penyerangan, kita gunakan setelah mereka menunjukkan kekuatan miliknya. Informasi mengenai kekuatan musuh sangat berperan penting dalam hal ini."
" Tuan muda, artinya fokus utama kita saat ini adalah menguasai medan yang akan menjadi medan pertempuran." Ucap Long Hei dengan serius.
" Seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku meminta kalian untuk mengetahui atau mempelajari situasi di setiap kota. Pertahanan suatu Wilayah, dilakukan dengan memanfaatkan kondisi wilayah. Taktik gerilya memiliki peran penting dalam pertahanan ini."
" Aku akan mengirim Yuan Qi, Bai Mo, Fu Li Guan, dan Long Hei menuju keempat benua yang lainnya." Xu Tian dengan menatap ke empatnya.
" Yuan Qi akan pergi menuju Benua Tengah, Bai Mo Benua Barat, Fu Li Guan Benua Utara, Long Hei Benua Selatan."
" Baik tuan muda!" Ucap mereka berempat dengan semangat.
" Ayah, aku ingin meminta tetua Klan Xu untuk menemani mereka. Terutama Yuan Qi, Bai Mo, dan Fu Li Guan yang baru saja tiba di Dunia Kultivator." Ucap Xu Tian menatap ke arah Xu Yuan.
__ADS_1
Semua orang menatap ke arah Xu Tian. Mereka merasa kekuatan Di Benua Timur akan semakin berkurang nantinya dengan perginya para tetua Klan Xu.
Bai Mo, Yuan Qi dan Fu Li Guan yang sudah mengetahui kekuatan Xu Tian hanya tersenyum tipis.
Karena tidak memiliki pilihan, Xu Yuan akhirnya memutuskan untuk mengirimkan tetua keempat sampai tetua ke tujuh untuk menemani mereka.
Mereka terus melanjutkan pembicaraan mengenai beberapa hal lainnya. Hingga waktu sudah menunjukkan malam.
Pertemuan itu sendiri benar-benar membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan Xu Mei dan Han Zishu sampai meninggalkan aula karena kesal menunggu.
Qing Ling sendiri sudah pergi bersama dengan Lin Hua dan Permaisuri Yan Li Wei untuk mempersiapkan makan malam.
" Nak, Ayah tidak dapat melihat tingkat kultivasi milikmu?" Tanya Xu Yuan, begitu juga dengan Kaisar Qing Jiang yang sama-sama penasaran.
Xu Tian tersenyum, lalu menjelaskan jika tingkat kultivasi miliknya sudah melebihi tingkatan Dunia Fana.
Xu Yuan dan Kaisar Qing Jiang saling menatap satu sama lain. Kemudian melihat ke arah Yuan Qi, Bai Mo, dan Fu Li Guan yang sedang menikmati arak bersama Feng Huang, Long Hei dan tetua Klan Xu.
Xu Tian yang mengetahui pandangan mereka, segera menjelaskan jika Yuan Qi, Bai Mo dan Fu Li Guan juga memiliki tingkat kultivasi melebihi Dunia Fana.
" Lalu bagaimana dengan kakek dan nenekmu?" Tanya Xu Yuan mengingat kata-kata Xu Tian tadi pagi.
Xu Tian tersenyum. " Suatu saat nanti kita akan berkumpul bersama mereka. Kakek dan nenek juga sangat merindukan Ayah dan lainnya, namun karena sesuatu hal mereka belum bisa datang." Jelas Xu Tian kepada Xu Yuan yang terlihat sangat merindukan kedua orang tuanya.
Mereka terus melanjutkan obrolan ringan, hingga ketiga wanita yang tidak lain Qing Ling, Lin Hua, dan Permaisuri Yan Li Wei memasuki ruangan dengan membawakan makanan serta minuman.
__ADS_1