
Di atas awan, bergerak sekitar sepuluh ribu pasukan yang berbaris dengan rapi, dengan Jenderal Kun dan Xu Tian yang berada di barisan terdepan sebagai pemimpin.
" Swushh...." Kilatan cahaya melesat dengan kecepatan rata-rata.
" Tuan muda, kita akan melewati beberapa kota sebelum tiba di kawasan hutan hitam di mana tempat Sekte Elang Hitam berada." Jenderal Kun menjelaskan kepada Xu Tian yang berada di sampingnya.
Xu Tian menganggukan kepala. " Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk tiba di hutan hitam?"
" Mungkin menjelang malam kita baru tiba di sana." Jelas Jenderal Kun.
" Jika begitu, kita akan melakukan penyerangan setelah pasukan yang kita miliki memulihkan diri mereka di hutan mati."
" Baik tuan muda.."
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan menambahkan kecepatan.
Setelah menempuh perjalanan selama empat jam, mereka akhirnya melihat sebuah kota terdekat dengan hutan mati.
" Tuan muda, apa kita akan singgah di kota Yugu?" Tanya Jenderal Kun, saat melihat kota Yugu yang berjarak sekitar beberapa ratus meter di depan.
Xu Tian pun melihat kebelakang, memastikan pasukan yang terlihat mulai kelelahan.
" Sebaiknya kita beristirahat di hutan mati saja, bagaimanapun kita membawa pasukan dengan jumlah yang besar, hal itu akan menarik perhatian semua orang."
" Baik..." Kemudian segera melesat ke arah hutan mati.
Pasukan dengan jumlah besar itu terus bergerak hingga tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di hutan mati, merupakan wilayah Kota Yugu yang berada di perbatasan antara Kota Yugu dan Sekte Elang Hitam.
Jenderal Kun kemudian memberikan pengarahan kepada para pasukan untuk segera memulihkan diri mereka.
" Tetua Hu, pulihkan diri tetua.."
" Baik..."
Kemudian mereka semua segera mengambil sikap kultivasi untuk memulihkan energi Qi mereka yang telah terkuras cukup banyak.
Xu Tian sendiri mencoba memeriksa tempat di sekitarnya, dan memastikan jika tidak ada yang mengetahui atau mengawasi pergerakan yang di lakukan oleh mereka semua.
Setelah merasa jika tidak ada siapapun, Xu Tian segera melesat ke atas pohon dengan memakan buah-buahan abadi.
" Semoga saja rencana yang akan aku lakukan dapat berjalan dengan cepat." Xu Tian membatin, dengan memandang langit.
Xu Tian kemudian mengeluarkan batu komunikasi untuk memberikan kabar kepada Feng Louzhi, dirinya ingin menanyakan bagaimana hasil dari kerja sama yang akan di lakukan bersama rumah lelang awan.
Setelah selesai mengirimkan kabar kepada Feng Louzhi, Xu Tian kemudian memejamkan matanya mencoba memfokuskan diri dengan menyebarkan persepsinya.
Saat sedang mengabari Feng Louzhi, dirinya merasakan beberapa aura samar yang berada sekitar satu kilometer dari tempatnya.
" Hanya hewan buas tingkat Kaisar." Xu Tian membatin, saat merasakan adanya sekelompok kera.
Dua jam kemudian, semua orang kini telah selesai. Jenderal Kun segera menuju tempat Xu Tian.
__ADS_1
" Tuan muda, kami semua sudah siap." Jenderal Kun memberikan laporan.
" Baik, kita akan bergerak sekarang juga."
" Tuan muda, apa kita tidak membuat rencana terlebih dulu sebelum melakukan penyerangan?" Tanya Jenderal Kun dengan bingung.
" Tentu saja, namun aku akan menjelaskan saat kita sudah berada di Sekte Elang Hitam." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.
Melihat senyum Xu Tian, membuat Jenderal Kun menganggukan kepala.
Kemudian mereka semua segera bersiap-siap, lalu segera melesat ke arah Sekte Elang Hitam.
" Swushh...."
" Swushh...."
Xu Tian segera memberikan perintah kepada pasukannya untuk membagi menjadi dua kelompok.
Tanpa banyak bertanya, mereka segera membagi kelompok menjadi dua dengan Jenderal Kun yang berada di kelompok pertama yang akan menyerang Sekte Elang Hitam.
Sedangkan kelompok kedua akan menjadi pasukan bantuan.
Di kegelapan malam, terlihat sekitar ratusan orang yang sedang berbaris rapih.
Saat melihat pasukan yang di pimpin oleh Xu Tian dan Jenderal Kun, salah satu dari mereka segera memberitahukan untuk segera bersiap.
" Bersiaplah, kita akan bergerak dalam kegelapan." Perintah seorang gadis menggunakan pakaian hijau.
" Baik..."
" Swushh...." Sebuah tulisan kuno muncul, lalu melesat kebawah.
" Formasi Bintang!" Tulisan kuno yang melesat kebawah kemudian berubah menjadi sebuah cahaya berbentuk bintang-bintang kecil.
" Swushh...." Cahaya tersebut kemudian mulai menyelimuti kawasan Sekte Elang Hitam.
" Aura Dewa Naga!" Sekali lagi Xu Tian mengeluarkan tekniknya.
Formasi Bintang sendiri adalah sebuah formasi yang mengurung orang di dalamnya agar tidak dapat keluar dan membuat orang yang berada di luar formasi tidak dapat mendengar apapun yang terjadi di dalamnya.
Formasi ini sendiri memiliki kelebihan lainnya, seperti yang dilakukan oleh Xu Tian saat ini.
Bagaimana dirinya melepaskan Aura Dewa Naga dan mengirimkan auranya menuju titik dari formasi tersebut.
Hal itu sendiri di lakukan untuk menekan lawan dan membuat pergerakan mereka menjadi tidak bebas.
An Xialin yang berada di kegelapan bersama orang-orangnya begitu kaget saat tiba-tiba merasakan adanya sebuah formasi yang menyelimuti kawasan Sekte Elang Hitam.
Hal yang sama juga di rasakan oleh Jenderal Kun dan pasukan kota Chuan.
" Serang!" Jenderal Kun memberikan perintah, kemudian segera melesat ke arah gerbang.
__ADS_1
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaaarrrr....."
Suara ledakan terdengar, membuat tempat yang sebelumnya tenang kini menjadi begitu mencekam.
Murid Sekte Elang Hitam yang sedang berjaga di gerbang pun begitu kaget saat melihat pasukan dengan jumlah besar sedang menuju ke arahnya.
" Segera laporkan kepada para tetua, jika kita di serang!" Ucap salah satu dari mereka, dengan panik.
Namun baru saja ingin masuk ke dalam Sekte, tiba-tiba sebuah cahaya melesat memisahkan kepala dari tubuhnya.
" Apa!" Ucap murid Sekte Elang Hitam dengan kaget, saat melihat salah satu rekannya kini telah tewas.
" Swushh....."
" Dhuaaarrrr......" tiba-tiba datang sebuah serangan yang menuju gerbang Sekte, lalu menghancurkannya hingga berkeping-keping.
" Sangat kuat." Batin semua orang, bahkan Jenderal Kun pun begitu merinding saat melihat serangan tersebut.
" Tuan muda begitu kuat.." Jenderal Kun membatin, menatap gerbang sekte yang kini telah berubah menjadi abu.
" B*jingan! Siapa yang telah lancang menghancurkan gerbang Sekteku!" Teriak sebuah suara, dengan aura yang begitu kuat menyebar ke setiap sudut.
" Patriak.." Ucap murid Sekte Elang Hitam, yang mengenali suara itu.
" Jenderal sekarang!" Ucap Xu Tian, di dalam pikiran Jenderal Kun.
Mendengar perintah Xu Tian, membuat Jenderal Kun tersadar dari keterkejutannya.
" Serang!" Sekali lagi Jenderal Kun meberikan perintah.
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaaarrrr...."
Suara ledakan kembali terdengar, satu persatu serangan melesat menuju bangunan Sekte Elang Hitam.
" Swushh...." Hingga tiba-tiba datang seorang pria paruh baya dengan menggunakan pakaian serba hitam.
Pria paruh baya menatap ke arah Jenderal Kun dengan marah. " B*jingan! Apa kau sudah bosen hidup hah..!!"
" Swushh...." Sekali lagi datang sekitar sepuluh orang yang kemudian berdiri di belakang pria paruh baya.
" Patriak..." Ucap salah satu dari sepuluh orang yang baru saja tiba.
" Bunuh dia! Jangan lepaskan satupun dari mereka!" Perintahnya, kepada para tetua Sekte Elang Hitam.
" Baik..."
" Swushh....." Sepuluh tetua Sekte Elang Hitam melesat menyerang Jenderal Kun dan pasukan kota Chuan, yang di ikuti oleh para murid Sekte Elang Hitam.
__ADS_1