Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 245. Menikmati Kebersamaan


__ADS_3

" Swusshh...." Feng Louzhi melesat mengejar sosok yang sebelumnya melewati langit kota dengan kecepatan tinggi.


Feng Louzhi yang terus mengikuti sosok tersebut, merasakan energi di tempat tersebut semakin lama semakin kuat.


Saat ini mereka telah berada di hutan yang berada di pinggiran kota.


" Energi Qi di tempat ini cukup kuat untuk mereka yang berada di ranah Nirwana hingga Mahayana. Aku sangat penasaran dengan sesuatu yang ada di hutan ini." Feng Louzhi dengan terus melesat secara diam-diam mengikuti sosok tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian, sosok yang di ikuti oleh Feng Louzhi tiba-tiba lenyap menembus sesuatu di depannya.


" Sebuah Formasi. Apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu." Feng Louzhi kemudian segera turun ke bawah.


" Swusshh...." Dengan tenang Feng Louzhi menuju salah satu pohon, lalu mengawasi tempat di mana sosok tersebut menghilang.


Di dalam formasi.


Di balik formasi sendiri, terlihat sosok yang sebelumnya di ikuti Feng Louzhi sedang memberikan hormat kepada sosok yang sedang duduk menggunakan jubah hitam dengan wajahnya yang tertutup.


" Tuan, semua telah aku bereskan." Ucap sosok yang di ikuti Feng Louzhi.


" Bagus. Setelah mereka menuruti keinginan kita, saat itu juga kita akan memulai kekacauan di Benua ini." Ucap sosok berjubah hitam dengan tertawa keras.


" Tapi tuan, bagaimana dengan para tahanan?" Ucap sosok yang di ikuti Feng Louzhi dengan takut.


" Mereka hanya sampah yang tidak berguna, jika kau menginginkan mereka silahkan saja. Tetapi kau harus ingat! Jika kau berani bermain api denganku, akan aku pastikan bukan hanya dirimu yang aku hancurkan!" Ucap sosok berjubah hitam dengan mengeluarkan aura hitam pekat yang membuat sosok di depannya sulit bernafas.


Di Luar Formasi.


Feng Louzhi dengan tenang memberikan tanda di tempat tersebut. " Aku akan melaporkan informasi ini kepada tuan muda. Sebaiknya aku segera kembali untuk mencari informasi lainnya."


Setelah selesai mengirimkan pesan kepada Xu Tian, Feng Louzhi menatap formasi itu selama beberapa saat sebelum kembali.


" Swusshh.." Feng Louzhi segera melesat kembali ke kota.


*********


Di tempat lain.


Xu Tian dan Long Hei kini sudah hampir sampai di Istana Xufelong.

__ADS_1


" Long Hei, awasi kota-kota di Benua ini, laporkan kepadaku jika ada hal yang mencurigakan. Aku akan menikmati waktu bersama keluargaku satu hari sebelum pergi menuju gerbang teleportasi." Ucap Xu Tian yang kini sudah berada di atas langit Ibu kota.


" Baik, tuan muda." Long Hei kemudian melesat ke arah lain untuk menjalankan perintah Xu Tian.


" Swusshh...." Xu Tian segera menambahkan kecepatannya agar segera tiba di Istana Xufelong.


*******


Istana Xufelong.


Saat ini semua orang sedang berkumpul di taman menikmati teh.


" Kakak Ling, kemana kakak Tian pergi?" Tanya Xu Mei dengan kesal.


Qing Ling mengelus rambut Xu Mei dengan penuh kasih sayang. " Mei'er, sebentar lagi kakakmu akan kembali. Jadi bersabarlah.."


Xu Mei dengan malas menganggukkan kepalanya. Sedangkan Han Zishu sendiri sedang bermain dengan Bai Hu.


Lin Hua menatap putrinya dengan menggelangkan kepala, begitu juga dengan Xu Yuan yang hanya diam berpura-pura tidak mendengarkan rengekan Xu Mei.


Mereka kembali melanjutkan obrolan ringan dengan menikmati sinar matahari pagi yang cerah di temani secangkir teh.


Dengan tenang dia berjalan ke arah mereka, lalu memberikan hormat kepada kedua orang tuanya dan juga Kaisar Qing Jiang dan Permaisuri Yan Li Wei.


" Kakak!" Teriak Xu Mei yang segera berlari ke arahnya.


Tanpa aba-aba, Xu Mei meloncat ke dalam pelukan Xu Tian.


" Mei'er.." Ucap Xu Tian dengan menggelangkan kepala.


" Hihihi... Maaf kakak.. Mei'er sangat.. sangat... merindukan kakak." Ucap Xu Mei dengan tertawa kecil.


Han Zishu yang sebelumnya sedang bermain dengan Bai Hu, segera mengikuti apa yang di lakukan oleh Xu Mei.


Kedua gadis nakal itu kini berada di pelukan Xu Tian.


" Kalian sudah besar, hilangkan kebiasaan kalian yang seperti ini. Apa kalian tidak malu di lihat oleh orang lain? Apalagi para pemuda pria yang seumuran dengan kalian?"


Xu Mei dan Han Zishu dengan cepat menggelengkan kepala. " Mengapa harus malu? Jika mereka berani menertawakan kita berdua, aku akan menghajarnya! Benarkan Zishu?"

__ADS_1


Han Zishu menganggukan kepala dengan mengangkat kepalan tangannya. " Sudah lama juga aku tidak berlatih bersama mereka. Mereka benar-benar lemah!" Han Zishu dengan tersenyum tipis.


Semua orang yang mendengar ucapan kedua gadis kecil itu hanya tersenyum dengan tidak berdaya.


" Apa kalian berdua merasa sudah kuat?" Tanya Xu Tian dengan mengerutkan keningnya.


Xu Mei dan Han Zishu saling berpandangan, kemudian menatap ke arah Xu Tian dengan menggelangkan kepala.


" Tidak. Aku tahu mereka dengan sengaja mengalah pada kami berdua. Itu juga menjadi alasan kami berdua menghajar mereka habis-habisan." Ucap Xu Mei dengan sedih.


Han Zishu menatap ke arah Xu Mei. " Tenanglah, kita berdua akan menjadi seorang kultivator yang kuat dan di takuti oleh mereka suatu saat nanti."


" Benar! Tanpa identitas dan latar belakang yang kita miliki, kita berdua juga mampu berada di puncak sana untuk menunjukkan kemampuan serta kekuatan yang ada pada diri kita masing-masing." Ucap Xu Mei dengan semangat yang berapi-api.


Bai Hu segera berlari ke arah mereka berdua dengan mengeluarkan aumannya.


" Groarghhh..." Bai Hu dengan keras, seperti menyemangati kedua gadis nakal itu yang kini telah bersamanya sejak dulu.


Semua orang tersenyum bangga melihat mereka. Meski Xu Mei dan Han Zishu terkenal dengan kenakalannya, namun mereka berdua benar-benar berlatih dengan keras.


" Kakak sangat bangga dengan kalian berdua. Apa kalian ingin berlatih dengan kakak? Kakak memiliki tempat yang cocok untuk kalian berlatih." Ucap Xu Tian dengan menyentuh puncak kepala keduanya.


Xu Mei dan Han Zishu mengiyakan dengan semangat. " Tentu saja kakak. Apa kita akan berlatih sekarang?" Tanya Xu Mei dan Han Zishu bersamaan.


" Tentu saja, lebih cepat lebih baik. Tetapi kalian berdua harus meminta izin terlebih dulu kepada Ibu dan Ayah."


" Bukankah Ibu dan Ayah juga sudah mendengarnya? Lagian kita juga berlatih dengan Kakak." Ucap Han Zishu dengan tertawa kecil.


Xu Mei menyetujui apa yang di katakan oleh Han Zishu. Hingga akhirnya tawa semua orang pecah dengan kenakalan mereka yang di sengaja untuk membuat orang tuanya menatap dengan tajam.


" Ibu tidak akan menyetujui. Kalian berdua akan di kirim ke tempat di mana Ayah kalian biasa berlatih." Ucap Lin Hua dengan menahan tawa.


Xu Mei dan Han Zishu segera berlari ke arah Lin Hua.


" Ibuku yang cantik, Xu Mei dan Han Zishu benar-benar minta maaf. Kami berdua juga tidak akan nakal lagi." Ucap mereka dengan menaik turunkan alis.


" Hahahaha..." Sekali lagi tawa semua orang pecah melihat obrolan mereka yang benar-benar sangat lucu.


Xu Tian sendiri tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Qing Ling yang sedang duduk menatap ke arah Xu Mei dan Han Zishu.

__ADS_1


__ADS_2