
Istana Kekaisaran Benua Selatan.
Di atas langit, terlihat seorang pria yang sedang memperhatikan Istana Kekaisaran.
Matanya dengan tenang mengitari setiap tempat maupun sudut yang ada di Istana Kekaisaran Meng.
" Apa yang sebenarnya di rencanakan tuan muda. Saat aku tiba, aku tidak merasakan sesuatu yang membahayakan." Batin Feng Louzhi yang saat ini mendapatkan perintah untuk mengawasi Istana Kekaisaran.
Di salah satu tempat yang ada di Istana Kekaisaran Meng, terlihat dua orang pria yang sedang gelisah.
Mereka seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
" Apa yang harus kita lakukan?" Ucap salah satu dari mereka.
Pria yang mendapatkan pertanyaan, menggelengkan kepala dengan lemah. Hingga beberapa saat kemudian, pria itu menatap rekannya yang duduk di depannya.
" Kembali atau tidak kita akan sama-sama mendapatkan hukuman yang berat. Aku hanya ingin sebelum kematian itu tiba, setidaknya kita dapat membawa salah satu keluarga Kekaisaran mati bersama kita," Ucap pria itu dengan tersenyum.
" Itu sangat mustahil, apa kau tidak melihat penjagaan di Istana yang semakin di perketat setelah kejadian sebelumnya,"
" Apa kau bodoh!" Pria itu kemudian menjelaskan tentang rencananya.
Di atas langit.
Feng Louzhi yang berniat pergi, tiba-tiba menghentikan gerakannya. " Aku mengerti sekarang." Batin Feng Louzhi yang kemudian menghilang dari tempatnya.
" Swusshh....."
********
Di penginapan.
Xu Tian dan Qing Ling saat ini sedang menikmati sarapan di restoran yang ada di lantai dasar penginapan.
Terlihat mereka hanya saling diam menikmati makanan yang ada di atas meja.
" Ling'er..." Ucap Xu Tian membuka suara, dia benar-benar merasa tidak nyaman dengan situasi canggung itu.
" Hmp..." Qing Ling dengan menatap Xu Tian.
" Habiskan dulu makanan di dalam mulutmu."
Qing Ling menganggukkan kepala, Xu Tian hanya tersenyum melihat kelakuan Qing Ling yang baru saja dia lihat.
Setelah Qing Ling menelan makanan di dalam mulutnya, Xu Tian segera melanjutkan obrolan yang tertunda.
" Setelah ini kita akan langsung menuju Istana Kekaisaran. Aku takut Feng Louzhi mencari keberadaanku, karena sebelumnya aku telah memasang formasi di sekitar Istana agar informasi mengenai kekacauan yang terjadi sebelumnya tidak di dengar oleh pihak luar, begitu juga dengan pesan jiwa yang di kirimkan,"
" Baik Gege..."
Mereka berdua kembali melanjutkan makan, hingga beberapa saat kemudian mereka telah menyelesaikan.
__ADS_1
Xu Tian dan Qing Ling kemudian segera pergi keluar dari Penginapan.
" Swusshh....." Mereka melesat dengan santai.
*********
Xu Tian dan Qing Ling bergerak dengan kecepatan sedang, mereka saling mengobrol tentang rencana menemui saudara dan saudari yang lain setelah urusan di Benua Selatan selesai.
Hingga beberapa saat kemudian, Xu Tian merasakan beberapa aura yang terus saja mengikutinya.
" Ling'er.."
" Serahkan pada Ling'er, anggep saja sebagai latihan sebelum pertempuran yang sesungguhnya tiba." Ucap Qing Ling yang juga merasakan aura yang mengikuti.
" Wushhh...." Mereka berdua menambahkan kecepatan menuju tempat yang sepi.
Di belakang Xu Tian dan Qing Ling, terlihat lima pemuda yang terus mengikuti.
" Apa mereka telah mengetahui keberadaan kita?" Tanya salah satu dari mereka.
" Entahlah..." Timpal rekannya dengan terus melesat.
Hingga tidak lama kemudian, Xu Tian dan Qing Ling tiba di tempat yang sangat jarang di lalui oleh pejalan kaki maupun penduduk kota.
" Wushhh...." Mereka melesat turun ke bawah.
Kelima pemuda yang mengikutinya segera ikut turun ke bawah.
" Hahahaha... Bukan hanya mendapatkan hartanya, kita juga dapat menikmati tubuh wanita itu." Ucap salah satu pemuda dengan menatap penuh n*fsu ke arah Qing Ling.
" Gege.., tenanglah. Biar aku yang memberikan pelajaran kepada mereka." Ucap Qing Ling dengan menyentuh lengan Xu Tian.
Xu Tian menatap wajah Qing Ling dengan tersenyum. Qing Ling membalas dengan senyum, lalu berjalan beberapa langkah kedepan.
" Hahaha.. Dasar lemah! Bahkan kau berlindung di ketiak seorang wan-...." Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba dari bawah tanah muncul es yang membuat udara di sekitarnya menjadi sangat dingin.
" Kau yang lemah! Jika memiliki kemampuan, lakukanlah..." Ucap Qing Ling dengan mengangkat kedua tangannya.
" Hujan Jarum Es!"
" Wushhh..." Dari atas langit muncul ribuan es sekecil jarum.
" Hancurkan!"
Kelimanya menatap dengan tidak percaya, di tambah lagi hawa dingin yang benar-benar membuat tubuh mereka seakan membeku.
" Menghindar!" Teriak salah satu pemuda berusaha membebaskan kakinya yang di selimuti es.
Qing Ling tersenyum, lalu menghilang dari tempatnya.
" Wushhh...." Ribuan jarum es melesat dengan kecepatan tinggi ke arah kelimanya.
__ADS_1
Saat jarum es menyentuh mereka yang mencoba menghalau menggunakan perisai energi, jarum es tiba-tiba mencair.
" Hahahaha, lemah!" Teriak pemuda itu dengan menatap remeh.
Namun beberapa saat kemudian, cairan itu membasahi tubuh kelimanya, lalu membekukan mereka ke seluruh tubuh.
Kelimanya terdiam tanpa dapat melakukan apapun.
Qing Ling yang sebelumnya menghilang, muncul di atas langit dengan tersenyum. " Tidak menarik! Semut yang benar-benar sangat lemah!" Ucap Qing Ling yang kemudian membuat lima busur es.
Dengan gerakan cepat, Qing Ling melepaskan kelima busur es ke arah kelima pemuda.
" Mati!" Teriak Qing Ling.
" Swusshh...., Dhuaaarrrr...., Booms...." Es yang menyelimuti kelimanya hancur berkeping-keping, hingga beberapa saat kemudian busur es menancap ke bagian kepala kelima pemuda.
Qing Ling mengangkat tangan dengan telapak ke arah kelimanya, kemudian mengepalkan tangan terbuka itu.
" Dhuaaarrrr...." Kepala kelima pemuda hancur bersamaan dengan tubuhnya yang membeku kemudian mencair.
Xu Tian tersenyum, lalu mengibaskan tangannya untuk membersihkan jejak aura pertempuran.
Qing Ling segera kembali ke samping Xu Tian.
" Kita pergi sekarang." Ucap Xu Tian yang kemudian melesat bersama Qing Ling di sampingnya.
" Swusshh...."
*******
Di Istana Kekaisaran.
Di aula Kekaisaran Meng, kini terlihat ramai dengan kehadiran para petinggi, jenderal, dan komandan Kekaisaran.
Terlihat juga Meng Du dan Meng Di yang duduk di samping Kaisar Meng Li Kai.
Semua orang saling menatap satu sama lain, sedangkan Kaisar Meng Li Kai mengitari pandangannya ke arah mereka.
" Di mana Penasehat Kekaisaran dan Perdana Menteri?" Tanya Kaisar Meng Li Kai kepada semua orang.
Mendengar pertanyaan Kaisar, mereka semua segera melihat setiap bangku yang ada.
Komandan Ho kemudian bangkit dari tempat duduknya. " Kaisar, biar saya saja yang mencari keberadaan mereka berdua,"
Kaisar Meng Li Kai menganggukkan kepala, lalu Komandan Ho segera berpamitan kepada semua orang.
Saat Komandan Ho akan pergi dari aula, tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan penasehat kekaisaran dan perdana menteri yang berjalan beriringan.
" Salam Kaisar, pangeran pertama dan pangeran kedua." Ucap mereka berdua memberikan hormat.
Kaisar Meng Li Kai mengangkat tangannya sebagai jawaban. " Baru saja aku meminta Komandan Ho untuk mencari kalian berdua."
__ADS_1
" Mohon maaf kaisar, atas keterlambatan kami berdua di pertemuan ini." Ucap penasehat kekaisaran dengan menundukkan kepala.
" Tidak masalah, saat ini kita masih menunggu seseorang."