
Xu Tian terus bergerak dengan cepat, sehingga hal tersebut membuat lawan semakin ketakutan karena tidak dapat melihat arah serangan yang datang.
Sang Jenderal sendiri berfikir untuk melarikan diri. " Sebaiknya aku segera pergi dari kekaisaran Qing, kemudian menuju Kekaisaran Tang." Batinnya lalu segera bergerak menjauh dari tempat tersebut.
Xu Tian yang sedang sibuk melumpuhkan orang-orang berpakaian hitam pun tidak tinggal diam.
" Aura Dewa Naga! " Sebuah energi begitu besar menekan sang jenderal hingga membuatnya sulit untuk bergerak.
" Tekanan macam apa ini?" Batin Sang Jenderal yang tidak dapat bergerak.
Xu Tian segera mengeluarkan tombak dari cincin penyimpanan.
" Hancurkan! " Tombak di tangannya segera melesat menuju kelompok berpakaian hitam.
" Senjata tingkat dewa!" Batin kelompok berpakaian serba hitam begitu kaget, meski mereka tidak pernah melihat senjata tingkat dewa, tetapi dari pengetahuan yang merek miliki, hanya senjata kelas dewa yang mampu bergerak sendiri, layaknya mempunyai roh atau pikiran di dalamnya.
" Arghh! B*jingan. Kenapa kau ikut campur urusan kami!" Teriak Jenderal yang tidak lain adalah Jenderal Guang, orang kepercayaannya Kaisar Qing Jiang.
Xu Tian hanya tersenyum menanggapi kemarahan Jenderal Guang, lalu segera mendekat ke arahnya.
" Bukan aku yang harus menjelaskan, tetapi dirimu lah yang harus menjelaskan kenapa dengan berani menjadi penghianat kekaisaran mu sendiri." Lalu Xu Tian segera membuat sebuah tali dari energi berwarna emas.
" Lepaskan! Atau kalian semua akan merasakan bagaimana kemarahan Kekaisaran Tang, yang telah berkerja sama dengan kekuatan yang lebih besar dari kalian!" Teriak Jenderal Guang mencoba mengancam Xu Tian.
" Menarik, aku bahkan begitu sangat senang jika mereka datang." Xu Tian tersenyum tipis.
" Bodoh! Dirimu telah memberikan informasi berharga untukku." Batin Xu Tian, setelah mendengar ucapan Jenderal Guang.
Di tempat lain, Tombak Naga sendiri telah mengubah kelompok orang-orang berpakaian hitam menjadi kabut darah.
*******
" Jenderal Hei, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Wuya, yang saat ini tengah berada di perbatasan bersama Long Hei dan Jingmi.
" Tenanglah, kita tunggu kabar dari tuan muda, setelah itu kita akan mulai bergerak." Jawab Long Hei, sebenarnya dia juga sudah tidak sabar ingin menghabisi semua musuh.
Tetapi Long Hei tidak ingin bertindak gegabah, karena Xu Tian belum memberikan perintah, jadi dia hanya bisa menunggu dengan sabar.
__ADS_1
" Tapi jenderal, jumlah mereka semakin meningkat. Bahkan kini kekuatan mereka berada pada ranah Nirwana." Ucap Jingmi menimpali ucapan Wuya.
" Jika kalian tidak bisa bersikap dengan tenang, maka kalian berdua dapat pergi dari sini sekarang!" Ucap Long Hei dengan menekankan kata-katanya.
Mendengar ucapan Long Hei membuat mereka berdua kemudian menundukkan kepala.
" Maaf kami jenderal." Ucap keduanya tanpa berani melihat ke arah Long Hei.
" Kita tunggu saja, dan tetap bersikap dengan tenang."
" Baik! " Keduanya dengan tegas.
*******
Di Arena Kompetisi sendiri kini kekacauan sudah mulai terkendali, Patriak serta anggota Sekte Bambu Emas, telah di amankan oleh Klan Xu yang di bantu oleh beberapa Patriak dari pihak lainnya.
" Patriak Xu, apakah kalian telah mengetahui hal ini sebelumnya?" Tanya Ling Chen yang berada di samping Xu Yuan.
" Aku baru mengetahuinya saat akan menuju Arena Kompetisi dari putraku." Jawab Xu Yuan melihat ke arah Patriak Ling Chen.
Mereka yang mendengar ucapan Patriak Klan Xu begitu kaget dan bingung, mereka semua bertanya-tanya dari mana putra Patriak Klan Xu mengetahui hal seperti ini.
" Tidak perlu terlalu di pikirkan, karena kekacauan yang sebenarnya baru saja akan dimulai." Ucap Xu Yuan dengan serius.
Mereka semua yang tengah sibuk dengan pikiran masing-masing pun langsung tersadar dengan ekspresi kaget.
" Maksud Patriak Xu?" Tanya Matriak Xin Xia menatap dengan penasaran.
" Kalian akan mengetahuinya, lebih baik kita bicarakan masalah ini di istana kekaisaran." Ucap Kaisar Qing Jiang yang baru saja datang.
" Salam Kaisar." Ucap mereka semua saat melihat kedatangan Kaisar Qing Jiang.
Kaisar Qing Jiang menganggukan kepala, kemudian segera mengajak para Patriak dari Sekte maupun Klan untuk menuju istana.
" Baik." Ucap mereka semua, kemudian meminta para murid untuk membereskan kekacauan di tempat tersebut, sedangkan para Patriak mengikuti Kaisar Qing Jiang menuju istana.
******
__ADS_1
" Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Xu Han melihat ke arah para saudaranya.
" Sebaiknya kita segera menuju perbatasan, di sana masih ada Jenderal Long Hei dan kedua Komandan lainnya." Ucap Xu Feng, kemudian melihat ke arah Xu Meng, Xu Ying dan Mo Feifei.
" Kalian bertiga kembalilah ke istana untuk menemani Putri Qing Ling, biar kami saja yang pergi ke perbatasan.", Lanjut Xu Feng.
" Baik." Ucap ketiganya tanpa membantah.
" Saudara, kalian semua ingin pergi kemana?" Tanya Li Fang, salah satu murid Sekte Awan yang sebelumnya bertemu dengan Xu Tian di restoran.
" Kami masih ada urusan, mohon para saudara sekalian untuk tetap berhati-hati, karena kekacauan akan segera terjadi." Jawab Xu Feng melihat ke arah Li Fang dan beberapa orang yang datang bersamanya.
" Maksud saudara?" Tanya Du Lian mengerutkan keningnya.
" Kami tidak dapat menjelaskan secara detail, namun yang harus kalian ketahui, bahwa kekacauan yang terjadi di tempat ini hanyalah sebagian kecilnya saja." Jelas Xu Han dengan singkat, karena akan membutuhkan waktu yang lama jika menjelaskan secara detail.
" Kami mengerti." Ucap Du Lian dan lainnya.
" Jika begitu, kami permisi." Ucap Xu Feng lalu segera pergi bersama para saudaranya.
******
Pergerakan tidak hanya di lakukan dari dalam ibu kota saja, bahkan kini di perbatasan bagian barat pun semakin di penuhi oleh pasukan dengan pakaian serba hitam.
Bukan hanya di perbatasan bagian barat saja, di hutan-hutan kekaisaran Qing yang berdekatan dengan Ibu kota pun kini tengah di penuhi oleh anggota sekte aliran hitam.
Sekte aliran hitam sendiri kini mulai menyatukan kelompok mereka.
" Hahaha.. aku tidak menyangka, Sekte Tengkorak kini mengirimkan salah satu jagoan mereka." Ucap salah satu tetua sekte aliran hitam.
" Kami tidak seperti Sekte Kelelawar Hitam milikmu, yang hanya mengirimkan tetua lemah." Jawab tetua Sekte Tengkorak dengan nada sinis dan tajam.
" Seperti yang diharapkan, seorang yang di juluki sebagai Tengkorak Merah memang selalu berkata dengan sombong!" Tetua sekte kelelawar dengan tersenyum sinis.
Bukan sekte aliran hitam namanya jika mereka saling merangkul satu sama lain, meski saat ini mereka memiliki misi yang sama, tetapi tidak dengan visi dan misi sekte mereka.
Bagaimana mereka memilki tujuan untuk kepentingan sekte masing-masing, jika saja apa yang mereka kerjakan tidak menguntungkan bagi sekte, maka mereka hanya akan berdiam diri tanpa ingin ikut campur sedikit pun.
__ADS_1
" Lupakan dulu masalah internal sekte kita masing-masing, untuk saat ini fokus pada tujuan kita." Ucap tetua Sekte Gagak Hitam menengahi ketegangan di antara kedua sekte aliran hitam tersebut.