Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch205-Sebuah Firasat


__ADS_3

" Mungkin ini sudah menjadi takdir untuk diriku yang gagal membalaskan dendam kepadanya, namun aku selalu merasa bahwa kematian yang lebih mengerikan akan terjadi kepadanya. Awalnya aku mengira kematian yang mengerikan itu berasal dari racikan racun yang aku buat, ternyata aku salah." Qe Qun membatin, terlihat cairan bening yang jatuh dari sudut matanya.


Hingga perlahan racun yang ada di dalam formasi semakin mengganas.


Xu Tian yang berada di luar formasi dengan tenang mengawasi, sedangkan Xu Feng dan pasukan Naga sedang memulihkan diri mereka.


" Tuan muda." Bai Luan yang tiba di tempat Xu Tian.


Xu Tian menengok menatap Bai Luan yang ada di sampingnya.


" Sebaiknya kalian segera membantu warga yang terkena racun. Dan untuk kalian bertiga, bantu Bai Luan mengatasi masalah di sini." Ucap Xu Tian kepada mereka berempat.


" Baik tuan muda." Jawab mereka serempak, namun terdapat keraguan dari apa yang di ucapkan oleh mereka.


" Tuan mud-.."


" Tenanglah, aku hanya ingin segera tiba di Kota Yan, kalian nanti menyusulku saat semua masalah di sini selesai." Ucap Xu Tian memotong ucapan Shang Hai.


Mereka berempat pun hanya dapat mematuhi apa yang di katakan oleh Xu Tian, kemudian mereka segera menuju Tuan Walikota untuk menanyakan para warga yang terkena racun.


Xu Tian sendiri bukannya tidak ingin membantu, hanya saja dirinya tidak ingin membuang banyak waktu lagi.


Setelah pertempuran yang baru saja selesai, Xu Tian merasa jika musuh sudah semakin dekat. Maka dari itu dia memutuskan untuk mempercepat semua rencana yang telah di persiapkan sebelumnya.


************


" Tuan.." Ucap Tuan Walikota saat melihat kedatangan Bai Luan dan Shang bersaudara.


Bai Luan yang tidak ingin membuang waktu lagi pun segera menjelaskan kepada tuan walikota.


" Hamba mengerti tuan."


" Jika begitu, bawa aku kesana sekarang!" Bai Luan dengan cepat.


" Tap-..." Tuan Walikota menatap ke arah langit di mana Xu Tian berdiri.


" Tuan muda harus segera pergi, jadi dia meminta diriku membantu kalian di sini sebelum menyusulnya kembali." Shang Hai menjelaskan.


Tuan Walikota menganggukan kepala, kemudian segera membawa Bai Luan dan Shang bersaudara ke tempat warga yang terkena racun.


*************


Waktu terus berlalu, Xu Tian yang masih terus menatap ke arah Formasi pun akhirnya bernafas dengan lega.


" Akhirnya.." Xu Tian dengan menghilangkan formasi yang di buatnya.


Sedangkan Xu Feng dan pasukan Naga yang telah selesai memulihkan diri pun segera menuju tempat Xu Tian.


" Pemimpin.." Ucap mereka serempak.


" Kita kembali ke Kota Yan sekarang!" Xu Tian memberikan perintah, kemudian segera melesat ke arah di mana Kota Yan berada.

__ADS_1


Pasukan Naga pun segera mengikuti Xu Tian di belakangnya.


" Swusshh...., Swusshh....." Kilatan cahaya melesat dengan cepat membelah awan.


Di atas langit.


" Han, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Xu Cang melalui telepati.


" Entahlah, aku juga tidak mengetahuinya." Jawab Xu Han yang juga dapat merasakan perubahan yang terjadi pada Xu Tian.


Sedangkan Xu Feng masih tetap tenang dan terus melesat tanpa menghiraukan raut wajah kedua saudaranya itu.


" Huft... Semoga saja hanya perasaanku saja." Batin Xu Feng, dengan menatap punggung Xu Tian.


*************


Benua Timur, Istana Xufelong.


Qing Ling yang sedang berada di taman termenung dengan pikirannya yang akhir-akhir ini memiliki perasaan yang tidak enak.


" Apa yang sebenarnya aku rasakan, mengapa aku merasa akan kehilangan sesuatu yang berharga." Qing Ling dengan menatap ke arah langit.


Sedangkan di tempat tidak jauh dari Qing Ling, Feng Huang dengan tenang mengawasi Qing Ling.


Merasa ada sesuatu yang sedang terjadi kepada tuan putrinya akhir-akhir ini, Feng Huang pun tidak henti-hentinya mengawasi Qing Ling.


" Hais... Perasaan apa yang sebenarnya ini semua, mengapa alam pun seperti memahami apa yang akan terjadi." Ucap Feng Huang dengan menatap langit yang terlihat sedikit berbeda dari biasanya.


Qing Ling yang merasa sedang di awasi pun kemudian segera pergi dari tempat itu untuk menuju kamarnya.


************


Klan Xu.


" Ibu..." Teriak Xu Mei dan Han Zishu berlari ke arah Lin Hua.


Lin Hua yang melihat keduanya pun segera berjalan ke arah mereka.


" Ada apa hmm?" Tanya Lin Hua dengan lembut, menatap ke arah kedua gadis kecil itu yang kini semakin dewasa.


" Em... Ibu kapan Kakak kembali?" Tanya Xu Mei yang sudah begitu rindu dengan Xu Tian. Begitupun dengan Han Zishu.


" Entahlah, ibu pun tidak mengetahui dengan pasti kapan kakak kalian kembali."


" Bersabarlah, mungkin kakak kalian masih sibuk dengan urusannya." Ucap Xu Yuan yang tidak sengaja lewat di tempat itu.


" Ayah..." Teriak kedua gadis itu dengan semangat.


" Apa kalian merindukan Ayah?" Tanya Xu Yuan yang baru saja keluar dari latihan tertutupnya.


" Mei'er sangat merindukan Ayah." Ucap Xu Mei dengan suara lucunya.

__ADS_1


" Shu'er juga..." Han Zishu yang tidak ingin kalah, segera berlari ke arah Xu Yuan.


Xu Yuan pun kemudian memeluk keduanya, kemudian menatap ke arah Lin Hua yang juga sedang menatap ke arahnya.


Lin Hua pun tersenyum, kemudian berjalan meninggalkan mereka bertiga.


" Sebaiknya kita segera kembali, hari pun sudah menjelang malam." Ajak Xu Yuan kepada Xu Mei dan Han Zishu.


Mereka bertiga pun kemudian menyusul Lin Hua untuk kembali ke kediaman khusus Patriak Klan Xu.


************


Hutan Kematian.


Terlihat dua orang yang sedang duduk di atas batu di temani arak.


" Apa kau merasakannya?" Tanya Tetua Ji dengan menatap Jenderal Qing.


Jenderal Qing pun menatap ke arah Tetua Ji dengan serius.


" Aku tidak mengetahui mana yang akan terjadi terlebih dahulu, semoga saja hal baik yang akan segera datang."


" Kau benar, aku juga berharap hal yang sama dengan apa yang kau katakan itu." Tetua Ji setelah menenggak arak di gelas.


" Apa artinya kita akan segera bergerak sekarang?"


Tetua Ji terdiam, kemudian menatap ke suatu tempat.


" Sepertinya belum saatnya kita bergerak, kita akan menunggu beberapa waktu lagi." Tetua Ji setelah berfikir beberapa saat.


" Hm.. Baiklah.."


Mereka berdua pun kemudian melanjutkan acara minum araknya dengan berbincang beberapa hal lainnya.


***********


Di suatu tempat.


Terlihat sepasang pria dan wanita yang sedang duduk bersantai menatap ke arah langit.


" Apa kita akan melakukan hal itu sekarang?" Tanya Wanita yang menggunakan pakaian berwarna merah muda.


" Sepertinya memang sudah waktunya, aku harap dia mampu melewati hal ini." Jawab Pria yang memiliki umur ribuan tahun itu, namun masih memiliki paras yang gagah dan penuh wibawa.


" Apa tidak terlalu cepat?" Wanita itu dengan serius.


" Bukankah lebih cepat lebih baik?"


Mendengar jawaban itu pun membuat wanita merasa kesal, kemudian segera pergi meninggalkan pria itu sendirian.


" Hais... Wanita memang selalu sulit untuk di mengerti." Kemudian menyesap minumannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf masih berantakan Up nya. Nanti Januari semoga bisa lancar Up nya. Maklum Author juga butuh liburan setelah kesibukan yang melelahkan ini.


__ADS_2