
Jenderal Kun segera meminta Pasukannya segera memulihkan diri mereka, dan sebagian lagi di perintahkan untuk mengumpulkan mayat yang tergeletak di tanah.
Setelah memberikan perintah kepada para pasukannya, Kemudian dirinya dan Keempat tetua Kota Chuan segera berjalan menuju tempat An Xialin.
" Nona.." Sapa Jenderal Kun yang di ikuti oleh keempat tetua.
An Xialin pun menganggukan kepala, kemudian menatap ke arah Xu Tian yang masih di dalam formasi.
" Jenderal Kun, lalu bagaimana dengan tuan muda Tian?"
Jenderal Kun pun menggelengkan kepala. " Saya tidak tahu nona, kita hanya dapat menunggu dan mengawasi tempat ini."
An Xialin menarik nafasnya. " Jika begitu, maka kita akan menunggunya."
Jenderal Kun dan lainnya pun menganggukan kepala, kemudian segera mencari tempat untuk memulihkan diri.
Setelah menemukan tempat yang cocok, kemudian mereka semua segera mengambil sikap kultivasi.
Namun Jenderal Kun masih tetap diam dan mengawasi situasi di sekitarnya, Jenderal Kun sendiri takut terjadi sesuatu kepada Xu Tian, maka dari itu dirinya memutuskan untuk tetap berjaga-jaga dan membiarkan semua orang untuk memulihkan diri.
Di tempat lain.
Xu Tian saat ini tengah fokus mengendalikan tekniknya, bahkan kini terlihat keringat yang sudah membasahi tubuhnya.
" Aku harus bertahan, jika gagal maka jiwaku yang akan menjadi taruhannya." Xu Tian membatin, dirinya mencoba memasuki jiwa dan pikiran Hanzo untuk mencari tahu apakah masih ada Iblis lain yang berkeliaran di dunia ini atau tidak.
Hingga tiba-tiba saat dirinya sedang memasuki pikiran Hanzo, terlihat beberapa bayangan hitam yang saling berbaris rapih dengan seorang yang menggunakan jubah yang menutupi kepalanya berada di barisan terdepan.
Sosok berjubah itu sendiri tidak lain adalah Pemimpin para iblis.
Dari informasi yang di dapatkan dari dalam pikiran Hanzo, kini dirinya mengetahui jika kedatangan mereka di dunia ini karena adanya sumber daya tingkat tinggi yang berada di suatu tempat.
Namun dari informasi itu sendiri tidak menjelaskan sumber daya apa yang mereka cari, bahkan keberadaannya pun tidak di ketahui.
Bangsa iblis sendiri hanya dapat merasakan sumber daya itu berada di dunia ini. Maka dari itu mereka memutuskan untuk menuju dunia ini dan menguasainya.
__ADS_1
Hingga terlihat bagaimana kedatangan mereka pertama kali, kemudian rencana mereka di gagalkan oleh sepasang pria dan wanita menggunakan mahkota di kepalanya yang memiliki kekuatan begitu luar biasa.
Hingga informasi itu kemudian menghilang berubah menjadi kegelapan yang tiada ujungnya.
" Hah.. Hah...." Xu Tian terlihat begitu kelelahan, kemudian segera mengambil Kristal jiwa dan beberapa pil untuk membantu memulihkan diri.
Jenderal Kun yang melihat keadaan Xu Tian pun segera bangkit dari duduknya. " Tuan muda.." Ucap Jenderal Kun dengan cemas dan khawatir.
Namun baru saja dirinya akan menuju tempat Xu Tian, tiba-tiba terdengar sebuah suara di dalam pikirannya meminta dirinya untuk tidak mendekat.
Jenderal Kun menarik nafas lega saat mendengar suara Xu Tian, lalu segera duduk kembali.
Satu jam kemudian, Xu Tian membuka kedua matanya.
" Sepertinya aku harus segera meningkatkan kemampuanku.." Xu Tian membatin, kemudian segera mengeluarkan api dari telapak tangannya.
" Api Penyucian Jiwa!"
" Swushh...." Api yang ada di telapak tangannya melesat ke tubuh Hanzo yang kini sudah tidak bernyawa.
Xu Tian segera menghilangkan formasi bintang, kemudian berjalan ke arah Jenderal Kun dan An Xialin yang sedang berdiri menatap ke arahnya.
" Tenanglah, aku baik-baik saja." Ucap Xu Tian, mencoba menenangkan keduanya.
Kemudian Xu Tian segera menatap ke arah Pasukan yang sedang memulihakan diri.
" Setelah ini kita akan segera kembali, namun sebelum itu kita akan mengambil harta yang di miliki oleh Sekte Elang Hitam.."
" Baik tuan muda..." Ucap Jenderal Kun, lalu mempersilahkan Xu Tian untuk duduk.
Tetua Agung Klan An pun membuka matanya, kemudian menatap ke arah Xu Tian.
Xu Tian yang merasakan jika dirinya sedang di perhatikan pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Tetua Agung Klan An.
" Maaf tetua, jika boleh tahu mengapa tetua terus saja menatap diriku?" Tanya Xu Tian dengan tenang.
__ADS_1
Tetua Agung An pun tersenyum. " Tidak nak, hanya saja diriku begitu kagum melihat kemampuan yang kau miliki." Jelas Tetua Agung An.
" Tetua terlalu berlebihan, bahkan aku tidak melakukan apapun."
" Hahaha...mungkin kau merasa seperti itu, namun tidak dengan kami. Jika saja tidak ada dirimu di sini, maka aku tidak yakin dapat menghancurkan sekte iblis ini!" Tetua Agung An dengan tersenyum hangat, menatap Xu Tian dengan ramah.
" Menang atau kalah suatu pertempuran bukan di tentukan oleh satu dua orang, tapi bagaimana kerja sama dan keyakinan yang kita miliki. Dan yang terpenting adalah penyelesaian akhir di setiap keputusan yang kita ambil." Ucap Xu Tian dengan tersenyum tipis.
" Tetapi dengan satu orang yang berperan penting bisa saja mengubah arah pertempuran dan akhirnya menjadi kemenangan mutlak." Ucap Tetua Agung An.
" Tetua benar, namun seekor semut yang di anggap kuat tidak akan mampu membalikan batu besar seorang diri.."
" Maksudmu nak?"
" Suatu Pertempuran melibatkan banyak orang dan bukan hanya satu orang saja, jika yang lainnya tidak dapat membantu kita maka semua akan menjadi sia-sia, dan yang terpenting sudah di pastikan jika kekalahan akan kita dapatkan."
Mereka semua yang mendengar ucapan Xu Tian pun mencoba memahami kata-katanya, bahkan tetua yang sebelumnya sedang memulihakan diri pun sekarang ikut fokus mendengarkan pembicaraan di antara keduanya.
Xu Tian yang melihat semua orang sedang mencoba mencerna kata-katanya pun tersenyum, kemudian melanjutkan.
" Intinya kalian jangan pernah selalu mengandalkan kemampuan orang lain, jika kalian selalu ketergantungan dengan orang lain maka kemampuan yang kalian miliki akan diam di tempat. Seorang Kaisar sekalipun memerlukan pasukan untuk menjaga Kekaisarannya, begitupun dalam pertempuran. Kerja sama di antara pasukan besar sangat di perlukan oleh seorang Jenderal agar dirinya mampu memenangkan sebuah pertempuran.."
" Jangan pernah meremehkan lawan yang kita hadapi, meski kita memiliki kemampuan lebih tinggi darinya sekalipun." Xu Tian menutup penjelasannya.
Jenderal Kun pun menganggukan kepala. " Apa yang di katakan tuan muda benar, meski pasukan besar memiliki satu orang dengan kemampuan tinggi, namun harus kehilangan banyak pasukannya, maka kemenangan yang di dapatkan harus terbayarkan dengan mahal."
Xu Tian tersenyum. " Jenderal benar, mungkin kita memenangkan pertempuran, namun kita juga mendapatkan luka yang begitu dalam saat harus kehilangan pasukan kita, karena bagaimanapun mereka semua adalah saudara kita yang sama-sama berjuang di medan pertempuran."
Semua orang masih saja terdiam, mereka mencoba memahami setiap kata-kata yang di ucapkan oleh Xu Tian.
Xu Tian sendiri hanya menggelengkan kepala saat melihat orang-orang yang ada di hadapannya.
" Baiklah, obrolan kita sampai di sini saja." Kemudian Xu Tian segera berdiri
" Tap-..."
__ADS_1
" Tetua Agung An, kita dapat berbincang di lain kesempatan. Untuk saat ini sebaiknya kita segera kembali menuju Kota Chuan, namun sebelum itu kita akan mengambil harta yang di miliki Sekte Elang Hitam.."
Tetua Agung An menarik nafasnya, kemudian menyetujui apa yang di ucapkan oleh Xu Tian. Mereka semua pun segera membagi tugas