
Di saat mereka semua sedang menikmati makanan dan minuman, tiba-tiba cincin penyimpanan Xu Tian bergetar. Dengan segera Xu Tian memeriksa.
Semua orang segera mengalihkan pandangan ke arah Xu Tian. Beberapa saat kemudian, Xu Tian telah mendapatkan pesan dari seseorang.
" Nak, siapa yang mengirimkan pesan?" Tanya Xu Yuan penasaran saat melihat raut wajah Xu Tian yang tiba-tiba berubah.
Xu Tian menjelaskan kepada mereka bahwa dirinya telah mendapatkan pesan dari kenalan lamanya.
" Sepertinya aku harus pergi menuju hutan kematian saat ini juga. Jenderal Qing dan tetua Ji sedang membutuhkan pertolongan." Ucap Xu Tian dengan serius.
Mereka semua mengerutkan kening dengan bingung.
" Siapa mereka?" Tanya Kaisar Qing Jiang dengan serius.
" Tentang siapa mereka aku belum mengetahuinya dengan pasti. Mungkin Kaisar Qing Jiang akan mengenali mereka saat melihat wajahnya." Ucap Xu Tian, lalu berpamitan kepada semua orang.
" Aku pergi dulu, besok pagi aku akan segera kembali." Ucap Xu Yuan dengan tenang.
" Tuan muda, biarkan saya ikut menemani." Ucap Long Hei dengan serius. Dia takut sesuatu yang tidak di inginkan seperti sebelumnya terulang kembali.
Xu Tian terdiam beberapa saat, lalu menatap ke arah Lin Hua yang menganggukkan kepala.
" Baiklah." Ucap Xu Tian, yang kemudian segera berjalan keluar di ikuti oleh Long Hei di belakangnya.
Semua orang menatap kepergian mereka, hingga suara Lin Hua menyadarkan.
" Sebaiknya kita lanjutkan makan malamnya." Ucap Lin Hua menatap semua orang.
Mereka semua akhirnya melanjutkan makan malam yang tertunda.
*******
Di tempat lain.
Xu Tian dan Long Hei terus berjalan keluar dari Istana Xufelong.
" Long Hei." Ucap Xu Tian yang mendapatkan anggukan kepala dari Long Hei.
" Swusshh....." Mereka berdua segera melesat dengan kecepatan tinggi menuju Benua Tengah di mana Hutan Kematian berada.
Cahaya keemasan melesat dengan cepat di langit malam Benua Timur, cahaya itu terus bergerak dengan kecepatan melebihi angin menuju Benua Tengah.
Jika sebelumnya Xu Tian membutuhkan waktu satu hari untuk tiba di Benua Tengah, berbeda dengan saat ini di mana dia memiliki tingkat kultivasi di ranah Immortal.
Mereka berdua terus melesat, hingga dua jam kemudian, Xu Tian akhirnya tiba di perbatasan Benua Tengah dan Benua Timur.
" Tuan muda." Ucap Long Hei menatap Xu Tian dengan serius.
" Tetap bersikap tenang, anggap saja kita tidak mengetahui keberadaan mereka." Ucap Xu Tian dengan terus bergerak.
__ADS_1
Saat ini mereka sedang berada di hutan perbatasan antara Benua Tengah dan Benua Timur.
" Mereka benar-benar mengikuti kita." Ucap Long Hei melalui telepati.
" Biarkan saja, aku ingin mengetahui alasan mereka terus mengikuti kita."
Xu Tian dan Long Hei mulai memperlambat pergerakan mereka.
" Di sana." Ucap Xu Tian yang kemudian turun ke bawah. Mereka berdua kemudian duduk dengan tenang menunggu kedatangan sosok yang terus mengikutinya.
" Swusshh...." Kilatan cahaya melesat melewati tempat persembunyian Xu Tian dan Long Hei.
" Kemana mereka?" Tanya salah satu sosok yang mengejar Xu Tian menghentikan gerakannya.
" Entahlah, aku bahkan tidak merasakan aura keberadaan mereka."
" Benar, sangat mustahil jika mereka mampu bergerak dengan cepat meninggalkan kita yang sudah berada di ranah Saint." Ucap yang lainnya menimpali.
Hingga tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang.
" Aku rasa kalian terlalu percaya diri. Hanya berada di ranah Saint sudah menganggap tinggi kemampuan yang kalian miliki."
Mereka yang mendengar ucapan tersebut, segera melesat menjauh.
Namun Long Hei dengan cepat melepaskan serangan Tapak ke arah mereka.
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi melempar tiga sosok hingga belasan meter.
Mereka dapat merasakan serangan yang di lepaskan Long Hei bisa saja membunuh mereka secara langsung.
" Saudara hati-hati, dia sangat kuat dan memiliki teknik tingkat tinggi."
" Apa yang harus kita lakukan?"
" Tidak ada jalan lain, kita akan melawannya. Aku tidak yakin dia akan melepaskan kita."
Mereka kemudian segera bangkit mempersiapkan diri untuk melawan Long Hei.
Long Hei yang berdiri sekitar dua puluh meter dari mereka tersenyum tipis.
" Apa hanya ini kekuatan yang di miliki seorang yang berada pada tingkat Saint? Sangat memalukan!" Long Hei memprovokasi mereka dengan tertawa.
Mendengar ucapan Long Hei, membuat mereka mendengus dengan kesal.
" B*jingan! Akan aku pastikan kau menjilat kaki ku, sebelum kematian menjemput mu." Ucap salah satu dari mereka yang kemudian melesat ke arah Long Hei.
Long Hei masih berdiri dengan tenang, hingga saat mereka berada pada jarak sepuluh meter, tiba-tiba muncul sebuah formasi yang mengurung ketiganya.
" Swusshh...."
__ADS_1
Mereka bertiga mencoba menghindar, tetapi pergerakan mereka sedikit terlambat sehingga mereka benar-benar terkurung di dalam formasi.
" Kalian melupakan keberadaanku." Ucap Xu Tian yang kemudian muncul dari kehampaan.
Ketiganya menatap kehadiran Xu Tian dengan kemarahan. " Lepaskan! Jika kalian berani, hadapi kita secara langsung. Jangan bersikap seperti seorang pengecut!" Teriak salah satu dari mereka dengan wajah memerah.
" Pengecut? Dalam pertarungan tidak ada yang namanya pengecut. Yang ada hanyalah kalah dan menang, mati atau tetap hidup." Ucap Xu Tian dengan tersenyum, lalu menatap tajam ketiganya.
" Katakan padaku, mengapa kalian mengikuti kami?"
" Bukan urusanmu!"
Long Hei yang mulai geram dengan mereka yang berbicara tidak sopan kepada tuan mudanya, langsung melesat memasuki formasi.
" Dhuaaarrrr....." Dengan tinjunya Long Hei melempar sosok yang sedari tadi berbicara dengan Xu Tian.
" Kalian benar-benar bodoh! Masih dapat bernafas hingga saat ini saja sudah menjadi keberuntungan untuk kalian!"
Sosok yang terlempar terus berteriak kesakitan, sedangkan kedua rekannya terdiam dengan wajah pucat pasi.
" Benar-benar sangat kuat dan menakutkan. Sepertinya kita telah mengganggu orang yang salah." Ucap salah satu dari mereka melalui telepati.
Long Hei menatap ke arah dua sosok yang masih diam dengan ketakutan.
" Jelaskan alasan kalian mengikuti kami! Atau aku akan memberikan siksaan yang menyakitkan untuk kalian!"
Keduanya saling menatap satu sama lain. Kemudian menatap ke arah Long Hei.
" Tuan, kami hanya mendapatkan perintah untuk mengawasi siapa saja yang memasuki kawasan Hutan Kematian." Ucap salah satu dari mereka memberanikan diri.
Xu Tian mengerutkan keningnya. " Apa yang kau maksud? Bukankah Hutan Kematian masih berjarak puluhan kilometer dari tempat ini?"
" Tuan muda salah. Hutan kematian sangat luas, seperti halnya tempat kita berada saat ini sudah memasuki kawasan Hutan Kematian." Jelas mereka dengan ketakutan.
Xu Tian terdiam, dia merasa belum benar-benar mengetahui rahasia Hutan Kematian.
"Sepertinya aku harus segera menemui Tetua Ji untuk menanyakan hal ini. Aku yakin masih banyak rahasia yang belum aku ketahui tentang Hutan Kematian." Xu Tian kemudian menatap ke arah Long Hei.
Long Hei menganggukan kepala, lalu segera membunuh mereka dengan serangan tunggal.
" Dhuaaarrrr....."
" Dhuaaarrrr...."
Mereka yang tidak dapat mengikuti kecepatan Long Hei hanya terdiam hingga tiba-tiba pandangan mereka menjadi menggelap.
Long Hei segera mengambil cincin penyimpanan milik mereka, lalu memberikan kepada Xu Tian.
Xu Tian menerima, lalu melihat isi di dalamnya. Hingga beberapa saat kemudian dia mendengus dengan kesal.
__ADS_1
" Hm... Sekte Racun!"