
Hingga beberapa saat kemudian, asap yang menutupi pandangan semua orang menghilang memperlihatkan sosok Tetua Tengkorak Merah yang tergeletak di tanah dengan mengenaskan.
Semua orang begitu kaget saat melihat kejadian yang terjadi, sebelumnya mereka semua berfikir jika Sun Ming yang telah di siksa oleh Tetua Tengkorak Merah.
Namun saat mereka melihat keadaan Sun Ming yang baik-baik saja, segala pertanyaan mulai memenuhi pikiran mereka.
" Apa yang sebenarnya terjadi." Pikir mereka semua.
Liang Gu segera mendekat ke arah Sun Ming yang masih terdiam di tempatnya.
" Sun Ming apa kau baik-baik saja?" Tanya Liang Gu yang sudah berada di sampingnya.
Sun Ming segera sadar. " Iya, aku bahkan begitu merasa baik-baik saja." Jawabnya yang masih mencoba mencerna kejadian yang baru saja terjadi di depan matanya.
" Lalu apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Liang Gu, karena dia yakin bahwa bukan Sun Ming lah yang melakukan hal ini.
" Aku tidak tahu, hanya saja, saat aku merasakan sebuah bahaya mendekat ke arahku tiba-tiba ada seseorang yang menolongku." Ucap Sun Ming kepada Liang Gu.
Patriak Ling Chen dan para Tetua Sekte Langit Abadi segera mendekat ke arah mereka.
" Bagaimana keadaanmu?" Tanya Patriak Ling Chen dengan khawatir.
" Patriak tidak perlu khawatir, saat ini aku masih baik-baik saja." jawab Sun Ming melihat ke arah Patriak Ling Chen.
" Arghh! B*jingan! Habisi mereka semua!" Teriak tetua Sekte Tengkorak yang tidak lain rekan Tetua Tengkorak Merah.
Tetua Sekte Tengkorak begitu marah saat melihat salah satu rekannya begitu mengenaskan.
Akhirnya pertempuran pun kembali berlanjut, bahkan saat ini pertempuran semakin menggila.
******
Di tempat lain, terlihat seseorang dengan menggunakan pakaian berwarna putih sedang mengawasi pertempuran yang sedang terjadi antara kedua sekte berbeda aliran tersebut.
" Jenderal, apa kita akan membantu mereka?" Tanya seseorang yang mendekat ke arahnya.
" Tidak perlu, aku rasa sudah cukup kita membantu mereka. Untuk saat ini tetap awasi pergerakan mereka semua." Ucap Seseorang yang di panggil jenderal tersebut.
" Baik Jenderal." Lalu segera pergi dari tempat tersebut untuk kembali melaksanakan perintah sang Jenderal.
" Semoga saja kekacauan ini segera berlalu." Batinnya, lalu segera melesat menuju kedalaman hutan.
******
Di Perbatasan Barat, saat ini Xu Tian dan lainnya tengah bersiap untuk menuju Barak musuh.
Dari informasi yang di dapatkan oleh Long Hei dan lainnya, saat ini musuh tengah membangun markas tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
" Baik, kita akan segera bergerak." Ucap Xu Tian melihat para pasukan yang telah selesai memulihakan diri mereka.
__ADS_1
Jenderal Chou dan Jenderal Le segera memimpin pasukan kekaisaran untuk mengikuti Xu Tian.
Mereka semua segera menuju ke arah bagian utara, " Apa kau sudah mengetahui tempat mereka?" Tanya Qing Longzi yang berada di samping Xu Tian.
" Tentu saja, maka dari itu aku mengarahkan pasukan ke arah barak mereka." Jawab Xu Tian dengan terus bergerak.
Hingga beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di sebuah tempat yang cukup sulit untuk di jangkau.
Bagaimana tempat tersebut begitu lebat di penuhi pepohonan yang menjulang tinggi, jika seseorang tidak teliti maka mereka tidak akan mengetahui jika di tempat ini ada sebuah bangunan.
******
Di Dalam Barak Musuh.
" Bagaimana? Apa ada kabar mengenai pasukan kekaisaran Qing?" Tanya seseorang yang berada di dalam barak khusus petinggi.
" Tidak ada ketua, karena keadaan sekitar masih terlihat begitu tenang." Lapor seseorang dengan menggunakan pakaian serba hitam.
" Aku yakin mereka tengah menyusun rencana, tetap waspada dan aku minta untuk segera selesaikan pekerjaan kalian, agar markas kita bisa segera di gunakan."
" Baik ketua!" Ucapnya lalu segera pergi.
Setelah kepergian anak buahnya, Seseorang yang di panggil dengan sebutan ketua tersebut pun mencoba berfikir dengan keras.
" Ini adalah ketenangan sebelum badai." Desahnya, lalu segera menutup matanya kembali untuk berkultivasi.
Mereka semua tidak dapat menyadari pergerakan Xu Tian dan lainnya, karena di sekitar tempat tersebut telah di pasang sebuah formasi oleh Long Hei dan lainnya.
Di tempat lain, Long Hei segera bergerak ke arah Xu Tian.
" Bagaimana?" Tanya Xu Tian saat Long Hei tiba di tempatnya.
" Semua berjalan sesuai rencana." Jelas Long Hei.
Xu Tian melihat yang lainnya. " Kita akan segera menyerang mereka, jangan biarkan satu pun lolos!" Ucap Xu Tian mengingatkan mereka semua.
Mereka semua segera melesat menuju barak musuh.
" Sekarang!" Perintah Xu Tian, kemudian sebuah formasi di depannya segera menghilang.
" Tapak Dewa Naga! " Xu Tian mengeluarkan tapak Dewa naganya menuju barak musuh.
" Amarah Petir! " Patriak Xu Yuan pun tidak mau ketinggalan, lalu mengeluarkan teknik tingkat tinggi miliknya.
" Hahaha.. akhirnya kini aku akan berpesta" Ucap Xu Feng dengan senang, lalu segera mengeluarkan teknik miliknya. " Tombak Naga Petir! ".
Semua orang pun tidak mau ketinggalan untuk berpesta, mereka segera mengeluarkan teknik terkuat yang mereka miliki.
" Dhuaaarrrr....."
__ADS_1
" Dhuaaarrrr......"
" Dhuaaarrrr......"
Suara ledakan terdengar di berbagai tempat, membuat tempat tersebut yang semula tenang kini menjadi ladang pembantaian.
Bahkan pohon-pohon yang ada di sekitar pun mulai tumbang dan berubah menjadi abu.
Di Barak Musuh.
" Kita di serang!" Teriak salah satu dari mereka.
Mendengar suara ledakan yang begitu keras, membuat sang ketua yang sedang berkultivasi pun segera keluar dari dalam barak.
" Arghhhh.... B*jingan! " Teriak nya begitu murka, bagaimana tidak marah, saat melihat sudah banyak pasukannya kini menjadi kabut darah dan menjadi bulan-bulanan musuh.
" Ketua, sebaiknya ketua segera meninggalkan tempat ini." Ucap salah satu dari bawahannya.
" Tidak! Jika pun aku harus mati disini, setidaknya aku membawa beberapa dari mereka untuk ikut bersamaku!" Ucap nya dengan tegas.
" Hahaha... Kau berkata seakan dapat membunuh kami!" Ucap Xu Yuan yang sudah tiba di tempat mereka dengan membawa sebuah pedang di tangannya.
" Apa kau pemimpin pasukan ini?" Tanya sang Ketua musuh dengan menatap Xu Yuan dengan niat membunuh.
" Apa kau mempunyai hak untuk menanyakan hal tersebut?" Ucap Xu Yuan dengan tersenyum tipis.
" B*jingan! Aku akan membunuh dirimu!" Lalu segera melesat ke arah Xu Yuan.
Melihat sang ketua memilih untuk bertarung, membuat para bawahan nya segera membantu.
" Dhuaaarrrr..." Mereka semua terlempar.
" Arghh!" Teriak mereka semua kesakitan.
" Apa hanya seperti ini kemampuan kalian semua? Memalukan sekali!" Ucap Xu Tian yang tiba-tiba menyerang mereka semua yang berniat ingin membantu sang ketuanya.
" Siapa kau?" Tanya salah satu dari mereka mencoba untuk bangkit kembali.
" Aku begitu heran, mengapa setiap orang sedang bertarung, harus memperkenalkan dirinya terlebih dahulu." Ucap Xu Tian dengan ekspresi bingung menatap mereka.
" Cih! kau terlalu sombong!" Ucap sebuah suara yang tiba-tiba melesat ke arahnya.
Melihat serangan menuju ke arahnya, Xu Tian pun segera membuat perisai pertahanan.
" Tubuh Dewa Naga! " Sebuah sisik berwarna emas menyelimuti tubuh Xu Tian.
" Dhuaaarrrr..." Serangan tersebut mengenai tubuh Xu Tian, namun Xu Tian tetap berdiri dengan tegak tanpa terluka sedikitpun.
Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara tulang retak.
__ADS_1
Krak...
" Arghh....!!!!"