
Dengan sisa energi yang di miliki olehnya, Xu Tian segera menggunakan beberapa teknik miliknya.
" Auman Dewa Naga!"
" Roarrrgghhhh....." Auman naga yang begitu kencang terdengar di dalam formasi sangkar abadi yang membuat ketiga serigala sedikit terganggu akibat gelombang suara tersebut.
Melihat serigala mulai melemahkan serangannya, Xu Tian segera memasuki formasi untuk menjemput tombak naga yang kini mulai menampilkan wujud aslinya.
" Swusshh...." Naga petir berubah menjadi tombak naga Kembali, dengan segera Xu Tian melesat keluar dari dalam formasi untuk kembali ke pusat formasi.
Ketiga serigala berteriak marah saat melihat hal itu, dengan membabi buta mereka melepaskan serangan.
" Dhuaaarrrr......, Dhuaaarrrr...." Ledakan besar terus terjadi di dalam formasi.
" Semoga saja tepat pada waktunya." Xu Tian dengan memegang pedang dan tombak di tangannya.
Dengan gerakan cepat dirinya mengangkat kedua senjata di tangannya ke atas.
" Swusshh...." Kedua senjata kembali di selimuti petir hitam keemasan yang berderak liar membuat angin di sekitarnya begitu terasa mencekam.
" Tombak Naga Penguasa Alam!"
" Pedang Phoenix Penghancur!"
" Trakk .... Trak .... "
*************
Dunia Jiwa.
Di dalam dunia jiwa, tepatnya di bagian timur terlihat telur yang sebelumnya di dapatkan oleh Xu Tian bergetar.
" Swusshh......" Energi yang begitu kuat menyapu tempat di sekitarnya dengan energi dingin yang menyebar membekukan apa saja.
Hingga beberapa saat kemudian terdengar lengkingan suara dari dalam telur. Meski begitu keadaan telur sendiri masih terlihat rapih tidak mengalami keretakan sedikitpun.
Energi di sekitarnya kemudian berubah menjadi bongkahan es yang mengurung telur di dalamnya.
************
Di dunia luar.
Xu Tian yang sedang mempersiapkan serangan nya dapat merasakan telah terjadi sesuatu di dalam dunia jiwa miliknya.
" Ouh tidak! Jangan-jangan?" Xu Tian dengan khawatir.
Namun dengan cepat Xu Tian menenangkan dirinya dan kembali fokus pada serangan yang akan di lancarkan olehnya.
__ADS_1
" Swusshh....." Aura Dewa Naga di lepaskan oleh Xu Tian.
Tidak lama kemudian dirinya melesat dengan gerakan cepat ke arah pusat formasi.
" Hancurkan!"
" Swusshh....., Swusshh......" Kedua serangan tombak dan pedang melesat masuk ke dalam pusat formasi sangkar abadi dengan ekstrem.
Ketiga serigala yang masih sibuk dengan formasi yang mengurung nya pun segera membuat perisai pertahanan miliknya.
Hingga tidak lama kemudian serangan dari kedua senjata mengenai ketiganya.
" Dhuaaarrrr......, Dhuaaarrrr....." Ledakan terus terjadi di dalam formasi.
Perisai pertahanan yang di buat oleh para serigala secara perlahan hancur, namun ketiganya kembali membuat perisai hingga membuat ketiganya kehilangan banyak energi karena memaksa secara terus menerus membuat perisai pertahanan.
Xu Tian yang melihat ketiganya mulai melemah segera saja kembali masuk ke dalam formasi dengan melepaskan Tapak Naga ke arah mereka satu persatu.
" Booomsssss......., Boommmss...." Satu persatu serigala terlempar dengan luka yang sangat parah.
Melihat kesempatan itu Xu Tian dengan segera mengayunkan pedang maupun tombaknya ke arah bagian vital ketiga serigala yang membuat nya berteriak kesakitan.
Hingga suasana di sekitarnya tiba-tiba menjadi hening dengan kawanan serigala yang kini telah tewas terbunuh.
Xu Tian dengan segera mengambil mutiara jiwa milik keempat serigala yang sudah berada di ranah Immortal itu, kemudian menyimpannya.
" Swusshh....." Perisai Sangkar Abadi menghilang dengan tubuh Xu Tian yang tiba-tiba terjatuh ke bawah tanah.
***********
Di tempat lain.
Di Dunia Kultivator kini sudah terlihat pergerakan secara besar-besaran, bagaimana setiap sekte mulai memberikan misi kepada anggotanya.
Misi tersebut tidak lain akibat Xu Tian yang sebelumnya masuk ke dalam lorong dimensi yang mengantarkan dirinya ke tempat kakek dan neneknya.
Terbukanya lorong dimensi itu sendiri dapat mereka rasakan karena adanya energi asing.
Hal ini sendiri membuat mereka khawatir akan terjadinya sesuatu yang besar di depan sana, maka dari itu mereka sebisa mungkin bersiaga dengan menyelidiki tempat tersebut.
Namun setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, mereka tidak menemukan apapun bahkan tempat tersebut terlihat baik-baik saja.
Karena tempat itu sendiri berada tidak jauh dari Klan Xu, Feng Huang pun segera mengirimkan anggotanya untuk datang dan menjaga tempat itu.
Istana Xufelong.
" Bagaimana?" Tanya Qing Ling kepada Feng Huang yang berdiri di depannya.
__ADS_1
" Mohon maaf tuan putri, hingga saat ini kami semua belum mengetahui keberadaan tuan muda."
" Lalu apa yang di katakan oleh Xu Feng yang sebelumnya bertemu dengannya? Apa dia mengatakan sesuatu sebelum pergi?"
" Xu Feng hanya menyampaikan jika tuan muda menitip seorang pemuda dan mengatakan akan melakukan latihan tertutup di suatu tempat."
Qing Ling pun dengan tenang mendengarkan laporan dari Feng Huang. Hingga terdengar helaan nafas darinya yang merasa cukup rindu kepada kekasihnya itu.
" Lupakan masalah ini, aku yakin dia akan baik-baik saja." Ucap Qing Ling dengan yakin, namun tidak dengan hatinya yang merasa khawatir.
Setelah apa yang terjadi dan mengakibatkan sekte-sekte melakukan pergerakan, Qing Ling berfikir tidak mungkin jika Xu Tian hanya berdiam diri di suatu tempat.
Namun dia tidak ingin terlalu memikirkan terlalu jauh dan mengakibatkan semua orang merasa khaw dengan dirinya.
" Baik. Lalu apa yang akan tuan putri lakukan?" Feng Huang membuyarkan lamunan Qing Ling.
" Sepertinya aku juga harus berlatih agar tidak tertinggal jauh darinya. Namun sebelum itu aku ingin bertemu dengan Ayah Xu Yuan dan Ibu Lin Hua terlebih dahulu." Ucap Qing Ling setelah berfikir beberapa saat.
Mereka berdua pun membicarakan beberapa hal lainnya, hingga kemudian Feng Huang pergi meninggalkan Qing Ling sendirian.
" Lebih baik aku segera pergi." Ucap Qing Ling, kemudian bangkit dari duduknya.
***********
Dunia Kekacauan.
Xu Tian masih terbaring di atas tanah tanpa bergerak sedikitpun. Xu Tian sendiri merasa badannya tidak dapat di gerakan akibat terlalu memaksakan dirinya.
Hingga beberapa jam kemudian, Xu Tian kini mulai mampu menggerakkan tangannya, lalu segera mengeluarkan pil untuk mengembalikan energi Qi miliknya yang telah terkuras habis.
" Jika saja ada kawanan hewan buas lainnya, mungkin saat ini nyawaku sudah tidak akan tertolong lagi." Batin Xu Tian merasa marah dengan keadaan tubuhnya yang lemah.
Setelah menelan beberapa butir pil, Xu Tian kemudian segera mengambil sikap kultivasi untuk memulihkan kembali energi Qi miliknya.
" Swusshh...." Energi sekitarnya segera terkumpul dan berputar di sekitar tubuhnya, kemudian secara perlahan masuk ke dalam tubuh.
" Aku harus segera pergi mencari tempat yang aman." Batin Xu Tian yang terus menyerap energi Qi.
**************
Di tempat lain.
Terlihat kawanan serigala bergerak dengan cepat ke arah di mana terjadinya pertarungan.
Mereka merasakan hal yang janggal, maka dari itu raja serigala segera meminta pasukan miliknya memeriksa tempat tersebut.
Andai saja Xu Tian tidak menggunakan Formasi Sangkar Abadi, mungkin kawanan serigala tersebut akan datang lebih cepat dan membuat Xu Tian dalam keadaan bahaya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Awal Februari Lahirnya Penguasa Alam akan lanjut kembali. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. See You..