Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch210-Keputusan Xu Tian


__ADS_3

Mereka bertiga akhirnya tiba di ruangan yang cukup besar dengan desain ruangan yang terlihat begitu megah.


Qian Xialin kemudian meminta Xu Tian untuk duduk.


Xu Tian kemudian duduk di depan Xu Lou Yuan dan Qian Xialin.


" Baiklah, Kakek akan mulai menjelaskan alasan mengapa dirimu tiba di tempat ini." Ucap Xu Lou Yuan yang kemudian menatap ke arah Qian Xialin.


Qian Xialin pun menganggukan kepala sebagai jawaban atas tatapan suaminya itu.


Xu Lou Yuan kemudian menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menjelaskan kepada Xu Tian.


" Alasan mengapa dirimu tiba di tempat ini karena seluruh alam membutuhkan sosok yang mampu menjadi seorang penguasa atau seorang pemimpin untuk menjalankan tatanan di seluruh alam. Mungkin kau sudah pernah mendengar nama Ling Tian, namun kau harus mengetahui segalanya sebelum dirimu menentukan jalanmu sendiri." Xu Lou Yuan kemudian mengeluarkan batu giok berwarna emas kebiruan yang mengeluarkan aura cukup kuat.


Dengan segera Xu Lou Yuan dan Qian Xialin membuat segel tangan.


" Swusshh...." Batu giok itu bergetar dengan lembut, hingga beberapa saat kemudian terlihat layar yang menunjukkan kehidupan di seluruh alam yang ada.


" Perhatikan, setelah itu kau harus memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan aku tanyakan setelah ini." Ucap Xu Lou Yuan dengan menatap ke arah layar.


Xu Tian pun segera fokus memperhatikan gambar kejadian yang ada di layar tersebut.


Di dalam tampilan layar itu terlihat dengan jelas kejadian yang terjadi di seluruh alam. Entah itu Alam Kultivator atau Alam Fana, Alam Dewa, Alam Surga, dan Alam Illahi atau Alam suci tempatnya para hewan Illahi seperti Naga, Phoenix, Qilin, Harimau, Kura-kura, Dan yang lainnya.


Terlihat juga kekacauan yang terjadi entah itu dari para pemimpin di setiap kelompok atau para iblis yang mencari kekuasaan di tempat itu.


Hingga perang besar yang terjadi, kemudian berakhir perang dengan kematian Ling Tian dan semua hal yang menyangkut keadaan di seluruh alam.


Xu Tian terus memperhatikan dan menatap layar yang ada di depannya.


Hingga satu minggu kemudian, akhirnya layar itu menghilang bersmaan dengan hancurnya batu giok yang sebelumnya di pegang oleh Xu Lou Yuan.


Xu Lou Yuan dan Qian Xialin menatap ke arah Xu Tian yang kini menutup kedua matanya.


" Apa ini semua tidak terlalu cepat?" Tanya Qian Xialin melalui telepati.


Xu Lou Yuan kemudian menatap ke arah istrinya yang terlihat khawatir dengan keadaan Xu Tian setelah melihat kejadian yang di tampilkan di layar sebelumnya.

__ADS_1


" Tidak perlu khawatir, aku yakin cucu kita mampu melewati ini semua." Balas Xu Lou Yuan dengan sangat yakin.


Qian Xialin pun akhirnya mencoba mempercayai ucapan suaminya, kemudian menatap ke arah Xu Tian.


" Semoga saja kau mampu melewati ini semua nak. Percayalah nenek akan selalu membantumu." Qian Xialin membatin, hingga tidak terasa terlihat cairan bening di sudut matanya.


Xu Lou Yuan yang melihat itu pun segera membawa tubuh Qian Xialin kedalam pelukannya.


Tidak lama kemudian Xu Tian membuka kedua matanya.


Dengan tersenyum dirinya menatap ke arah Kakek dan Neneknya.


" Sebelum aku menjawab semuanya, apa aku boleh bertanya beberapa hal kepada kakek dan nenek?"


Xu Lou Yuan dan Qian Xialin pun tersenyum, kemudian menganggukan kepalanya.


" Tentu saja, katakanlah apa yang ingin dirimu tanyakan?"


Xu Tian pun tersenyum, kemudian bersujud di bawah kaki keduanya.


Xu Lou Yuan dan Qian Xialin yang melihat apa yang di lakukan Xu Tian pun begitu kaget, namun setelah mendengar perkataan Xu Tian membuat keduanya terdiam dengan mulut terbuka lebar.


Hingga tidak terasa keduanya mengeluarkan air mata.


" Bangunlah nak." Qian Xialin dengan membawa tubuh Xu Tian ke dalam pelukannya.


" Nak, nenek sangat bangga denganmu. Nenek tidak perduli lagi tentang hal yang kau putuskan itu, apapun jalan yang aku pilih kami berdua akan selalu ada di belakangmu." Qian Xialin dengan suara bergetar.


Xu Lou Yuan kemudian menepuk pundak Xu Tian.


" Kakek bangga terhadap dirimu. Jadilah pria sejati yang selalu memegang kata-katanya." Xu Lou Yuan yang kemudian menyalurkan energi kepada Xu Tian.


Xu Tian tersenyum senang mendengar ucapan kakek dan neneknya.


" Aku tidak akan mengecewakan kakek dan nenek."


Xu Lou Yuan pun tersenyum, kemudian meminta Qian Xialin untuk menyudahi tangisannya itu.

__ADS_1


Dengan segera Qian Xialin mencubit suaminya yang tidak peka dengan keadaan yang terjadi.


" Apa kau tidak bisa melihat situasi terlebih dulu hah!" Qian Xialin dengan kesal menatap ke arah Xu Lou Yuan.


Sedangkan Xu Lou Yuan hanya dapat menggaruk belakang kepalanya.


" Hais... selalu saja membuat harga diri seorang suami turun di hadapan orang, meski itu di hadapan cucunya sendiri." Xu Lou Yuan menggerutu di dalam hati.


" Aku tahu apa yang kau pikirkan, percaya atau tidak kau akan tidur di kamar lainya mulai besok." Ucap Qian Xialin dengan nada dingin.


Xu Tian pun hanya diam menyimak perdebatan diantara keduanya.


" Nak, maafkan nenek." Qian Xialin merasa bersalah.


Xu Tian pun menggelangkan kepalanya.


" Nenek tidak salah, aku malah begitu bahagia melihat hal ini." Xu Tian dengan tersenyum.


" Andai Ayah, Ibu dan Mei'er ada di sini mungkin kebahagiaan ini akan terasa lengkap." Ucap Xu Tian, namun dirinya juga memikirkan wanita yang sudah beberapa bulan ini tidak di lihatnya.


Sedangkan Xu Lou Yuan dan Qian Xialin merasa semakin bersalah, dirinya dapat melihat rasa kerinduan yang terpancar di mata Xu Tian.


" Sebaiknya kita beristirahat terlebih dulu, besok kakek akan mulai menjelaskan apa yang harus kau lakukan selanjutnya." Ucap Xu Lou Yuan, kemudian meminta Qian Xialin mengantarkan Xu Tian ke kamar yang sudah di sediakan.


Xu Tian kemudian berpamitan kepada Xu Lou Yuan, lalu mengikuti Qian Xialin untuk menuju kamarnya.


Setelah berjalan beberapa saat kemudian Xu Tian telah berada di depan kamarnya.


" Istirahatlah, Nenek akan menemuimu kembali nanti." Ucap Qian Xialin dengan lembut serta tersenyum menatap cucunya itu.


Xu Tian pun tersenyum, kemudian memberikan hormat sebelum masuk ke dalam kamarnya.


Qian Xialin kemudian segera pergi kembali ke kamarnya dengan rasa kesal yang sebelumnya dia tahan terhadap suaminya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


1 Bab yak kak 🙏🏻 Bantu Support karya receh author ini terus agar novel Lahirnya Penguasa Alam ini dapat selesai dengan semestinya. See You.

__ADS_1


__ADS_2