Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
Still looking for same girl


__ADS_3

*K**adang kita tidak lagi melihat sebuah kebaikan karena telah di butakan oleh sebuah dendam tak berpenghujung*


**K**au tahu? jika aku bisa mengulang waktu,ingin sekali aku kembali ke hari kemarin,ketika pelukan itu tiba-tiba menjadi begitu hangat di antara kita*.


*****


Rumah sakit Siloam


13.30 pm


"hey,kamu tidak apa-apa?"


"Hey"


sebuah bisikan lembut terdengar dari balik telinga gadis yang tengah tertidur itu,terasa tangan kekar itu menepuk pelan wajah gadis Itu untuk beberapa saat,dalam hitungan detik gadis yang dipanggil berlahan membuka kelopak matanya,mencoba membiasakan diri kemudian mengerjapkan matanya beberapa kali.2 pasang netra itu bertemu sejenak, untuk beberapa saat sama-sama terpaku dalam keadaan seakan mengikis jarak di antara mereka


"bii,kamu baik-baik saja?"


tiba-tiba muncul seseorang dari arah pintu samping


bii dan zuu menoleh bersamaan,tampak Alan muncul dari ambang pintu dengan perasaan panik, seorang dokter dan perawat ikut masuk kemudian mendekati mereka, lantas sang perawat memberikan suntikan di lengan bii sesaat


zuu mulai terlihat menjauh


"anda sudah merasa baikan,nona?"


dokter perempuan itu bertanya


bii tersenyum kecil


"hmm"


"siapa walinya?"

__ADS_1


dokter itu bertanya kemudian


"bisa kita bicara 4 mata?"


alan mengangguk pelan, kemudian mereka berjalan ke arah depan


"apa ini sering terjadi? sepertinya dia jadi terlalu berketergantungan dengan obat untuk meredakan serangan panik nya"


"jika dia berada di ruangan gelap,hujan ataupun petir dia bisa dengan mudah terkena serangan panik itu.karena itu kami dengan segala cara mencoba menghindari nya pada kondisi ruang yang seperti itu,mencoba mengalihkan perhatian nya ketika hujan atau petir terjadi"


alan mencoba menjelaskan dengan detil


"apakah sudah pernah ikut terapi?"


alan mengangguk


"tapi tunangan ku orang yang sulit mempercayai orang baru, karena itu sangat sulit membawanya untuk menemui beberapa dokter rekomendasi agar dia mau untuk mengikuti terapi selama ini,dia melakukan teraphi terakhir nya saat dia masih senior school"


dokter itu mengerutkan keningnya


alan tampak terdiam


zuu yang telah melangkahkan kakinya keluar dari pintu sejenak menghentikan langkah kakinya,dia menoleh pada Alan Beberapa detik kemudian dia membuang pandangan nya


"tuan,rapatnya akan segera di mulai"


Ian tiba-tiba muncul tepat dihadapan zuu,bicara sambil menundukkan kepalanya


zuu tidak menjawab apapun,hanya melangkah maju berlalu dari tempat itu


*****


gedung utama azzura company

__ADS_1


15.00 pm


seorang perempuan tampak berdiri tepat di hadapan zuu, sekretaris cantik itu merupakan perempuan yang bekerja diruangan ayah zuu, perempuan itu membantu zuu merapikan beberapa berkas yang di berikan oleh tuan azzur dan meminta zuu memeriksa dan menandatangani nya.sambil menunggu gerakan tangan zuu yang lincah menandatangani berkas-berkas itu, sesekali gadis berusia 28 tahunan itu melirik ke arah Zuu,tidak dipungkiri gadis itu telah lama tertarik dengan laki-laki itu tapi sayangnya laki-laki itu sama sekali tidak tertarik untuk bermain-main dengan seorang perempuan, sifatnya berbanding sangat terbalik dengan ayahnya.


tiba-tiba dari arah depan terdengar suara ketukan


"masuk"


zuu menyahut


terdengar suara pintu berbuka,tampak Ian masuk kemudian menundukkan kepalanya


zuu menyerahkan berkas yang telah selesai dia tanda tangani itu pada sekretaris itu


dengan cepat perempuan itu menerima berkas itu kemudian segera melangkah pergi dari sana


"semua nya sudah di siapkan oleh Miss Angeela"


Ian bicara sambil memberikan beberapa berkas kepada atasan nya itu


zuu menerima berkas itu sambil membuka satu persatu lembaran kertas nya.tampak biodata beberapa gadis serta fotonya terpampang jelas disana


"ini semua anak-anak Miss Angela yang belum Anda temui,tuan"


zuu tampak terdiam sejenak,bola matanya menatap lurus ke depan tampak urat-urat di rahang dan pelipisnya bergerak, menambah kesan dingin dan berkuasa dari balik wajah serta bola matanya itu


"ini sudah 8 tahun berlaku,tapi kita belum juga menemukan gadis itu"


dia bicara cepat,kemudian meremas berkas-berkas yang ada di atas meja itu hingga tak berbentuk


"bawa gadis-gadis itu ke villa utama"


Ian menundukkan cepat kepalanya

__ADS_1


"baik tuan"


__ADS_2