
kembali ke masa lalu
17 tahun yang lalu
The Big Family
Aidil, Bambang & Azzura
Terdengar canda tawa anak-anak di sekeliling ruangan,beberapa pelayan sibuk membereskan sisa makan siang, 3 perempuan muda berusia 28 hingga 35 tahunan tampak sibuk dengan obrolan mereka, beberapa laki-laki muda juga tampak sibuk dengan obrolan mereka di ruangan terpisah
bii kecil tampak fokus memandangi sebuah akuarium ukuran besar dirumah keluarga besar Bambang sesekali melirik ke arah laki-laki yang tengah duduk di samping kakak perempuan nya Elle
"Jadi benar Elle dan Andi menyetujui perjodohan nya?"
seorang perempuan bertanya pada 2 wanita lainnya
salah satu laki-laki yang berjalan ke arah mereka menyahut
"Andi bilang dia menyukai Elle"
"pa,aku fikir terlalu muda, Andi baru 12 tahun bahkan Elle baru 10 tahun?"
seorang perempuan sedikit keberatan dengan keputusan yang diambil semua orang
"bukankah kita sudah mengikat mereka sayang?"
"Kita tidak tanyakan pada Zain lebih dulu? aku fikir kita mengikat Zain pada Elle waktu itu, bukan pada Andi"
"sayang kita mengikat Andi saat itu"
perempuan itu menggeleng
"Aku ibu nya tentu saja aku ingat siapa yang aku bawa, itu Zain bukan Andi"
dia tampak sedikit protes, suaminya bahkan tidak bisa membedakan anak kembar mereka,dari dulu selalu saja tertukar fikirnya.
"kita akan tanyakan pada anaknya saat usia mereka sudah dewasa"
laki-laki itu tersenyum, mencoba mengalah pada istrinya. kemudian segera beranjak pergi dari sana kembali bergabung dengan para laki-laki.
"dan kau yakin mengikat bii dan zuu? aku fikir mereka seperti api dan air,mereka sulit sekali berbaur sejak kecil"
__ADS_1
" Biarkan mereka memilih sendiri, aku tidak yakin zuu menyetujui nya, anak itu sedikit sulit di atur"
perempuan satunya bicara cepat
"Aku hanya takut pernikahan karena perjodohan akan gagal seperti kami"
perempuan itu kembali bicara dengan nada pelan, menatap enggan ke arah salah satu laki-laki yang tengah mengobrol di depan mereka
"Aku dan azzur sangat sulit menyatu, semakin kesini kami semakin kesulitan berkomunikasi, aku fikir sebaiknya kita fikirkan lagi untuk mengikatkan zuu dan bii dengan benang merah"
"Kau ingin memutuskan nya? itu sudah terikat sejak mereka lahir Anggita"
perempuan yang dipanggil Anggita menggeleng pelan
"tanyakan pada putra ku, apakah dia setuju dengan perjodohan ini? aku tidak ingin bii tidak bahagia seperti aku Lea"
mata perempuan itu mulai berkaca-kaca
yang dipanggil Lea tampak menghela nafasnya pelan
"Aku takut zuu memiliki karakter yang sama seperti azzur, karena jika begitu artinya bii akan terbelenggu bersama orang yang salah"
"entahlah"
perempuan itu menggeleng pelan
"kamu harus melakukan terapi kembali"
perempuan yang dipanggil Lea bicara sambil mendekati Anggita, menggenggam erat bahunya memintanya untuk lebih bisa mengendalikan pemikiran nya
"Azzur pria yang baik"
katanya pelan
Anggita menggeleng pelan
"entahlah, aku hanya merasa tidak bahagia selama menikah dengannya, terlalu banyak perempuan yang lalu lalang disekitarnya. harusnya aku menolak perjodohan itu dulu dan tetap menikah dengan adikmu Haikal Lea"
"Anggita"
Lea bicara pelan sambil menatap bola mata perempuan itu dalam
__ADS_1
"harusnya aku tidak melepas kan tangan Haikal saat itu, harusnya aku tidak mengecewakan Dirinya"
suara anggita terdengar begitu lirih
Lea meremas bahu perempuan itu erat,kemudian dia memeluk anggita dari arah belakang
"zuu kemari"
perempuan satunya memanggil seorang bocah laki-laki yang tengah fokus dengan komputer nya
"ya Tante?"
dia berjalan mendekati wanita yang dia ketahui adalah mama nya Rudi dan Zain
"Bii,sayang ...kemari"
bocah perempuan yang dipanggil menoleh, dengan cepat mendekati perempuan itu
"you look she?"
perempuan itu bertanya pada zuu
zuu menoleh ke arah gadis kecil yang ada di samping nya itu
"setelah dewasa, apa kau mau menikah dengannya?"
sejenak zuu mengerutkan alisnya
bocah perempuan itu ikut menoleh
"biarkan aku menunggu nya lebih dewasa, jika aku fikir dia menarik, maka aku pastikan untuk menikahinya"
perempuan itu tertawa, Lea ikut tertawa mendengar kata-kata zuu
"dan kau, bii? mau menikah dengan laki-laki ini?"
bii diam sejenak, menatap laki-laki disamping nya itu,karena tidak paham apa yang mereka bicarakan dia hanya mampu menarik nafasnya pelan
"mau mau mau"
gadis kecil itu hanya menjawab begitu
__ADS_1