
pada akhirnya
kesalahan besar itu membuahkan hasil yang tidak kita inginkan
"Non beberapa hari ini selalu makan yang masam-masam, apa tidak ngilu non?"
bibi yang bekerja di apartemen Nayla tampak ngilu melihat gadis itu terus memakan buah-buahan yang asam sejak kemarin
"nggak masam kok"
ucapnya cepat
"Coba bibik makan satu"
'Masam non sumpah"
wanita itu bicara sampai memejamkan matanya
"Non persis orang ngidam saja, kayak orang hamil muda"
seketika Nayla tersedak, dia terbatuk-batuk saat mendengar ucapan wanita itu. bola matanya seketika membulat, dia mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali dia datang bulan?.
"Bik aku pergi keluar sebentar"
ucapnya cepat, meraih tas serta jaket nya, membawa kunci mobilnya Kemudian meluncur turun ke bawah
dia fikir mungkinkah? memang agak aneh beberapa hari ini tubuhnya terasa aneh,dia gampang merasa lelah dan mengantuk, temperamental nya sering naik turun, kadang dia sering merasa pusing dan sulit makan, dia lebih suka makanan asam serta beberapa makanan yang tidak berbau tajam.
dia mencoba-coba mengingat kapan terakhir dia datang bulan, dia Fikir bulan ini sama sekali belum bahkan sudah terlalu jauh melewati tanggal seharusnya. tampak gurat khawatir di wajahnya, dia mencoba mencari sebuah apotek paling terdekat, sambil beberapa kali meremas rambutnya.
"Semoga ini tidak terjadi"
batinnya pelan
******
__ADS_1
Nayla tampak gemetaran saat alat yang ada ditangannya itu menunjukkan 2 gadis merah,dia mencoba pada beberapa alat tes yang dia beli di apotik tadi takut jika-jika hasilnya berbeda dan tidak sama,tapi ternyata semua bentuk alat itu tetap membuahkan hasil dua garis merah.
Dia begitu bingung dan kalut, hubungan nya dengan Alan yang berjalan 2 bulan lebih membuahkan hasil yang tidak dia inginkan. mereka tidak punya status apa-apa, lalu dia fikir apa yang harua dia lakukan, bahkan perasaan laki-laki itu pun sama sekali tidak dapat dia pahami. apakah menginginkan dirinya atau dia hanya menjadikan diri nya sebagai tempat pelarian semata.
Nayla fikir dia harus bicara pada Alan, bagaimana pun juga dia fikir bukankah ini anak laki-laki itu.
"Katakan pada ku apa kau menyukai nya?"
terdengar suara seorang perempuan dari dalam balik kamar apartemen alan
Nayla tampak gemetaran, dia fikir apakah Alan sedang bersama seorang perempuan
"aku fikir iya, aku menyukai nya tapi tidak terlalu banyak"
terdengar suara Alan dari dalam sana
"oh come, why?"
"masih sangat kecil"
"Akhhh... sayang pelan-pelan itu menyakiti ku"
"Come baby ini baik-baik saja, bertahan sebentar aku akan melakukan nya saat ini juga"
"Akhhh Alan...ini sakit sekali"
terdengar rengekan manja dari dalam kamar, nayla tampak gemetaran
Nayla mencoba bersandar pada dinding di samping pintu masuk kamar, Seketika air mata Nayla jatuh. Dia fikir bukankah dia berharap pada sesuatu yang bodoh.
dengan cepat dia pergi berlalu dari sana, membawa perasaan yang berkecamuk menjadi satu.
Beberapa kali Nayla menyeka air matanya, ingatan nya kembali terpatri soap ucapan Aan
"Aku lebih suka bersama perempuan yang handal di atas kasur"
__ADS_1
"Kau tahu aku lebih suka tidur bersama, tidak lebih dari itu"
"jangan berharap untuk lebih, aku tidak tertarik untuk menjalin hubungan yang lebih serius"
Benar harus nya sejak awal nayla ingat dengan peringatan laki-laki itu, dengan tangan gemetaran dia mencoba menghubungi seseorang
"kak Sarah"
"hey"
terdengar sahutan dari seberang sana
"seorang teman ingin meminta bantuan"
ucapnya kemudian
"Ada apa?"
"Apakah kakak ......."
******
pilihan bodohnya ingin membuang apa yang sudah tertanam di dalam dirinya, tapi saat dia mencoba membohongi kak Sarah soal teman nya yang hamil, kak Sarah memberikan nasihat panjang lebar agar dia menyampaikan pada temannya itu.
"itu berdosa Nayla, katakan pada teman mu itu juga makhluk yang telah Tuhan titipkan"
"minta teman mu bicara dengan laki-laki itu secara baik-baik"
"Pasti ada jalan keluar yang lebih baik, apalagi jika usia mereka sudah dewasa"
"Itu cukup memiliki resiko tinggi, jangan main-main dengan aborsi"
"Orang dewasa yang berani melakukan semua itu, harusnya sudah paham konsekuensi nya kan? maka seperti bagaimana mau melakukan nya, pasangan nya harus mau mempertanggung jawabkan semuanya"
Nayla tampak menelan ludah nya
__ADS_1