Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
8 years earlier


__ADS_3

segala sesuatu itu terjadi begitu sederhana


hingga akhirnya menyulap perasaan ini menjadi sesuatu yang luar biasa


kau tahu kapan laki-laki menangis?


saat dia kehilangan ibunya juga kehilangan harga dirinya


zuu


8 tahun yang lalu


malam tragedi


rumah utama azzura


5 jam sebelum pembantaian


18.55 pm


suasana tampak mencekam,derap langkah kaki beberapa orang saling bersautan antara satu dengan yang lainnya,2 pria berpakaian dinas tampak berjalan dengan wajah pucat dan panik mendekati ruang kerja tuan azzur,3 pria berbadan kekar tampak menundukkan kepala mereka sejak 20 menit yang lalu,tuan azzur sama sekali belum kembali para pekerja rumah tangga berkata jika majikannya sedang keluar sejak siang tadi hingga saat ini belum juga kembali.zuu tampak sibuk dengan pekerjaan nya mendesain ulang proyek pembangunan gadung kantor pemerintahan dan gedung pencakar langit di salah satu daerah Jakarta,bisa dibilang ini mungkin tugas pertama juga proyek pertama nya yang harus dia pegang tanggung jawabnya.tiba-tiba dia mendengar keributan dari arah pintu belakang,semua orang tidak berani beranjak,karena memang ada perintah dari seorang pria bernama MR.X agar orang-orang itu tidak hilir mudik keluar masuk dari kediaman azzura,zuu dengan langkah cepat berjalan ke arah belakang melihat keributan yang terjadi.


matanya sedikit membulat saat melihat kenyataan dihadapannya,ibunya tampak berlumuran darah, tangannya gemetaran dan wajahnya terlihat memucat.mobil yang di gunakan ibunya dengan cepat di ambil oleh salah satu sopir dan pembantu perempuan berusia sekitar 32 tahunan lebih,mereka seakan-akan sudah mendengar sebuah penjelasan dari balik bibir seseorang sedangkan zuu sama sekali tidak paham dengan yang terjadi


"mom?"


dia bertanya bingung sambil mendekati tubuh ibunya


"apa yang terjadi?"


kemudian tiba-tiba tubuh ibunya limbung dan tumbang begitu saja di atas tangannya

__ADS_1


"mom...."


"astaghfirullahhul'adzim"


"Ya Allah nyonya"


semua orang tampak panik,zuu ikut panik dia ingin berteriak meminta bantuan orang-orang yang ada diluar sana,tapi dengan cepat seorang pria mencegah nya,itu adalah tangan kanan ayahnya Zain,usianya beberapa tahun di atas zuu.meskipun masih muda dia benar-benar orang yang handal bertarung dan dapat di andalkan dalam semua kondisi.


pria itu menahan bahu zuu sambil menggelengkan kepalanya


"nyonya telah membuat kesalahan besar di gedung konstruksi, tuan"


zuu terdiam menatap nanar bola mata Zain,lidah nya keluh dan tenggorokan nya tercekat.dia seakan-akan tahu apa yang telah ibunya lakukan.


"pindahkan ke villa utama,dokter sudah dalam perjalanan ke sana"


Zain berkata cepat ke arah supir yang ada di belakang rumah


lanjutkan kemudian membantu zuu mengangkat ibunya


"tetaplah disini,jangan pergi kemana-mana jika tidak orang-orang akan menaruh curiga"


dan pada akhirnya perintah seperti itu selalu menghantuinya lebih kurang selama 22 tahun ini dari tiap bawahan atau tangan kanan ayahnya sejak dulu hingga kini dan dia harus selalu patuh dengan apa yang di perintahkan juga di inginkan oleh ayahnya


10 menit setelah kepergian ibunya dan semua orang,zuu memaksakan kakinya untuk kembali ke ruang kerjanya,tapi kali ini dia melihat ayahnya tuan azzur telah kembali.terlihat jelas kemarahan di balik bola mata serta wajah pria itu,dia masuk menuju ruang kerja nya dan dalam Hitungan detik sebuah benda keras tampak di banting


"kenapa kau membuat kecerobohan besar hah? kau telah melempar panah pada perusahaan ini tanpa perintah, 2 pekerja itu meninggal ditempat dan kita harus membuat pernyataan"


suara pria itu menggelegar sepanjang ruangan


"buat seolah-olah keluarga Aidil dan Bambang yang melakukan semua"

__ADS_1


terdengar sahutan seseorang dari arah pintu masuk, suaranya sangat dingin dan garang,itu adalah orang yang selalu di panggil MR. X oleh semua orang


"kau sudah gila"


tuan azzur tampak sangat marah


"apa kau ingin kita mundur kembali ? atau kau ingin membiarkan mereka hidup dan membuka mulut mereka soal semua kenyataan Yang ada?"


Mr. X itu bertanya seperti tanpa beban


"aku tidak bisa mempertaruhkan karir ku di dunia politik, hari pencalonan akan tiba,aku tidak ingin hanya karena hal bodoh begini menghancurkan karir Yang aku buat selama bertahun-tahun"


setelah itu terdengar suara seperti sebuah cekikan mengerikan, pria itu seakan tengah mencekik leher seseorang,terdengar rontahan keras dibalik dinding untuk waktu cukup lama,kemudian seperti benda jatuh yang besar terhempas begitu saja ke lantai


"bereskan semuanya sebelum matahari terbit besok pagi,atau jika tidak..."


hanya terdengar suara bisikan yang tidak tahu apa


"jangan libatkan mereka,bahkan dirinya"


tuan azzur tampak marah


"maka dengarkan apa yang aku sarankan,azzur"


setelah itu tercipta keheningan lama


zuu memejamkan matanya,dia menarik kasar nafasnya,dengan cepat meraih kunci mobilnya dan mencoba menghubungi seseorang


"bawa aku kembali ke gedung konstruksi"


ucapnya cepat menuju ke arah pintu belakang

__ADS_1


__ADS_2