Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
the reality 1


__ADS_3

villa utama zuu


10.20 am


pagi


zuu menatap hamparan luas pegunungan dan barisan hutan yang ada didepan nya, dia menghisap rokok yang ada di tangan nya Beberapa waktu kemudian bicara melalui ponsel nya


"Lakukan dalam 4 hari"


"Dia sudah mengirim flash disk nya pada ku, kau yakin ingin menggunakan itu zuu?"


terdengar sahutan dari arah seberang


"Lakukan saja"


"kau pandai sekali membohongi semua orang zuu,kau..."


suara di ujung sana tercekat


"Kau benar-benar akan menyesali nya"


teriak suara itu kemudian


"Bajingan.. kau akan menghancurkan diri mu sendiri..apa yang lakukan? zuu..."


"kau pernah bilang mencintai dia bukan?"


tanya zuu lirih


"setelah aku pergi, jika dia benar tidak mencintai ku dan dengan mudah melupakan ku, kau boleh bersama nya, menjaga dia dan perlakukan diri nya dengan baik"


"brengsek... pamannn..."


teriak suara itu kembali di seberang


"kau benar-benar sedang menggali kuburan mu sendiri"


zuu hanya diam beberapa waktu, kemudian meraih gelas wine yang ada di hadapannya, meminumnya secara berlahan lantas meletakkan kembali gelas yang telah kosong itu ke atas meja yang ada disampingnya


"Zain..."

__ADS_1


dia bicara pelan


"Hmm"


laki-laki itu menjawab pelan, berdiri di belakang nya siap menunggu perintah


"Sudah menemukan aliana?"


"Sudah, mereka membawanya ke rumah utama mu di Jakarta"


zuu tampak diam,kembal menghisap rokoknya


"Aku akan kembali ke Jakarta, awasi dia dalam 1 hari ini, aku akan kembali besok, Pastikan dia baik-baik saja"


"Aku mengerti"


*******


Rumah utama zuu


Jakarta


12.00 am


Tapak sepatu itu berjalan berlahan menuju ke sebuah ruangan, itu adalah ruangan rahasia di balik walk in closed dimana pintu penghubung nya berada di kamar tidur zuu dan bii


meskipun waktu menunjukkan pukul 12 siang lebih beberapa detik, namun suasana ruangan itu tampak begitu seram seakan menunjukkan waktu tengah malam.


seorang perempuan duduk di atas kursi kayu dengan kondisi di ikat kaki dan tangan nya, dia menatap kehadiran laki-laki yang ada dihadapan nya itu


sejenak dia terkejut, kemudian tertawa pelan


"Akhirnya kau menemukan ku juga, zuu"


wanita itu aliana, mama nya Alan bicara dengan wajah yang begitu datar


"seperti nya kau merindukan aku, bibi"


ucap zuu cepat, membuka ikatan tangan dan kaki aliana kemudian dia duduk di atas kursi sofa Yanga ada di hadapan orang yang dia panggil bibi itu


"Bagaimana rasanya terjebak dalam hubungan yang tidak kau inginkan?"

__ADS_1


tanya wanita itu Kemudian


zuu diam sejenak, Kemudian menatap lekat-lekat wajah aliana


"Kau berhasil membuat ayah ku terluka, dia sedang berkabung atas kehancuran pernikahan ku atas hasil manipulasi mu"


"Tapi kau mengorbankan orang yang salah untuk mencapai ambisi mu, bibi'


"cih...ambisi? orang yang salah?lalu bagaimana dengan azzur?"


"harusnya kau membawa orang lain untuk menjadi amunisi mu untuk menyakiti ayah ku melalui diri ku, bukan bii"


"Ayah nya dan azzur juga harus merasakan, bagaimana menderita nya saat dia mempermainkan aku,Anggita,Haikal dan sam"


"ayah mu mengambil Anggita demi memisahkan dia dari Haikal, membuat ku kehilangan pilihan atas sam dan memaksaku menikah dengan Haikal, bahkan menjebak kami dengan cara yang sama seperti aku menjebak mu agar tidur dengan bii, apakah itu bisa dikatakan hal yang tidak sepadan?"


"Tapi gadis itu tidak bersalah"


"lalu apa aku bersalah??"


teriak aliana dengan Amarah yang begitu tinggi


"Kau memanfaatkan situasi ketika keluarga terbunuh, meracuni otak nya seakan-akan kalian adalah korban dari orang yang sama dengan kasus yang sama, kau mengorbankan putra mu sendiri dan putri Aidil dalam posisi yang salah, memaksa ku untuk membuka luka lama ibu ku"


teriak zuu penuh amarah


"Kau memaksa ku membuka rekaman malam itu,kau ingin menjerumuskan Anggita ibu ku, teman baik mu agar ikut terseret ke dalam penjara bibi"


seketika aliana membulat kan matanya


"Apa?"


dia tampak terkejut


zuu tampak marah,duduk di hadapan aliana


"malam itu, ibu ku berada disana, dia telah membunuh seseorang dengan ke dua tangan nya sendiri"


ucap zuu pelan


aliana tampak gemetaran, dia mundur beberapa langkah

__ADS_1


"Membunuh..."


suara aliana tercekat


__ADS_2