Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
To know


__ADS_3

acapkali aku memimpikan hal yang sama


ada kau di ujung sana


menunggu ku dengan segurat senyuman yang teramat sangat menggoda


Vila Utama zuu


11.50 am


siang


Saat melakukan beberapa kali sesi panas bersama zuu matanya selalu mencoba awas untuk mencari flashdisk yang dia cari.


bulsyet....


entahlah dia tidak paham ini perasaan apa sebenarnya, laki-laki itu selalu bersikap hangat dan lembut padanya, mampu membuat nya menggebu dalam beberapa waktu, mampu membuat dirinya menginginkan sesuatu, apa kah ini bisa disebut seperti berketergantungan yang panjang seperti dirinya dan Alan, atau ini hanya sekedar perasaan palsu yang dia susun dengan apik hanya untuk menjebak laki-laki itu dalam gelorah percikan api demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


Saat dia yakin zuu telah melesat pergi, dengan cepat dia menaikkan rambut indah nya, menggigit sebuah tusuk konde perak kemudian kedua tangannya menggulungnya rambut bergelombang nya dengan cepat, melepaskan tusuk konde perak itu dari gigitan nya Kemudian dengan cepat memasukkan nya ke dalam gulungan rambut.


Bii dengan cepat meraba bagian kamar utama zuu, mencoba mencari titik temu kotak penyimpanan yang tidak sengaja zuu keluarkan kemarin saat dia baru saja melesat keluar dari kamar mandi.


Dia yakin flashdisk itu ada disana, bendah putih pipih itu pasti adalah benda yang tidak sengaja dia lihat saat itu.


kali ini dia terpaksa bekerja sendiri,dia tahu Amarah Alan masih menggebu, ditambah lagi dia tidak paham ke arah mana zuu membawanya dalam beberapa hari ini. fokus utamanya saat ini adalah dia hanya butuh flashdisk itu dan sebuah laktop.


Seketika bii terdiam begitu lemari kecil didepannya bergeser, menarik sebuah benang hingga membuka laci di sudut ranjang. laci itu terbuka,dia benar-benar menemukan benda itu didalam sana, tapi tiba-tiba matanya sedikit membulat saat tanpa sengaja dia melirik ke arah sebuah amplop besar berwarna coklat . awalnya dia sama sekali tidak ingin mempedulikan nya, mencoba menutup cepat laci kecil itu, mencoba mengakses laktop yang tergeletak di atas meja yang di tinggalkan zuu di ujung kamar. Dia fikir harus bergerak lebih cepat, meng log in emailnya kemudian mengirim dengan cepat semua isi flashdisk tersebut ke pengacara Mufti.


"Oh sial"


umpat bii pelan, loading nya terlalu lama, dia hanya takut laki-laki itu kembali lebih awal memergoki diri nya tengah mengcopy dan mengirim semua dokumen.


Sejenak Dia mencoba mengirimkan pengacara Mufti pesan email


(Paman, apakah anda disana?)


................


................

__ADS_1


Cukup lama tanpa ada respon dari sana


lagi-lagi mata bii di buat penasaran dengan amplop berwarna coklat tadi, dia ingin beranjak untuk kembali mengintip namun tiba-tiba pengacara Mufti membalas pesannya


(Ya Tuhan bii dimana kamu nak? paman mencari mu kemana-mana selama 4 hari ini)


bii mengerutkan dahinya, zuu telah 4 hari membawa nya Kemari


(Ada beberapa hal yang tidak bisa aku jelaskan, aku sedang mengirimi paman copy flashdisk yang diberikan paman Baskoro pada ku, jika itu benar bukti nya maka gunakan lah, aku juga telah mengiriminya pada Alan. katakan pada kuBagaimana perkembangan terbarunya?)


(Apakah zuu yang membawa mu? kemana dia membawa mu?paman akan memantaunya dari sini,. Apa kau tidak tahu....?)


bii kembali mengerutkan dahinya


(soal apa?)


(Kemarin Sudah melakukan penangkapan pada salah satu orang yang berada di gedung putih)


(Maksud paman)


(malam ini akan naik berita, kau cobalah untuk menonton nya dari sana)


(Apa aku mengenalnya?)


(Kau mengenal orang itu dengan baik)


(Apa aku bisa menebak nya?)


(Sesuai pemikiran mu)


bii tampak gemetaran


(Seseorang bergerak di belakang kita, dia membantu kita membuka kasusnya secara berlahan)


sejenak tangan bii tidak bergerak, mencoba mengerik di papan keyboard namun sempat urung Beberapa waktu


(Seseorang?)


(Orang itu membantu kita soal banyak hal dari belakang, terdengar aneh memang, bukti terbaru yang masuk kemarin berasal dari rumah utama keluarga zuu)

__ADS_1


bii kembali mengerutkan dahinya


(Aku tidak yakin, tapi apa mungkin Nayla ikut terlibat disini dan kau harus bergerak lebih hati-hati, aku fikir zuu telah lama tahu siapa diri mu)


bii sejenak membulat kan matanya, menatap tulisan yang di ketik oleh pamannya


(Maksud paman?)


(Dia sepertinya tahu jika kamu adalah putri Aidil yang menghilang)


seketika tangan bii tampak gemetaran, dia melihat gerakan loading pengiriman data 💯%, suaranya seakan tercekat


*Dia tahu?*


gumam bii dalam hati, dia mundur beberapa langkah mencoba mentralisir kan jantung nya yang terpompa kencang tidak beraturan.


(Datanya telah terkirim, Aku harus pergi sekarang)


tangannya cukup gemetaran saat mengetik kalimat itu, dengan cepat bii log out dari akunnya, menghapus semua histori yang telah di lakukan nya, menutup laktop itu dengan cepat. lantas mencabut flashdisk nya dan mencoba mengembalikan semuanya ketempat semula.


Tidak berapa lama, terdengar derap langkah sepatu seseorang masuk secara berlahan ke arah kamarnya, bii tampak mundur beberapa langkah ke dekat gorden saat menyadari siapa yang datang.


"Sudah bangun hmm?"


zuu bicara lembut sambil meletakkan nampan berisi makanan dan minuman ke atas meja nakas di samping kasurnya


"Apa terjadi sesuatu?"


zuu bicara cepat kemudian berjalan mendekati Dirinya, mencoba menyentuh pelan kening nya


"Kamu sakit?"


bola mata Bii menatap lama bola mata zuu, sejuta tanya tampak menghantam dirinya saat ini.


dia tahu siapa aku,apa yang telah aku lakukan, bahkan bisa jadi dia sudah tahu semua jebakan yang kami buat, lalu kenapa dia tetap diam saja? kenapa dia sama sekali tidak bicara?


"Ada apa bii? apakah hal yang buruk terjadi?"


"kenapa kau begitu baik padaku? apa kau mencintai aku?"

__ADS_1


pertanyaan gamblang itu keluar begitu saja dari bibir nya bahkan matanya masih menatap zuu secara intens


__ADS_2