
Outhor tahan-tahan ini visual karena kelamaan
takut pada kecewa nanti ga sesuai ekspektasi 😂😂😂😂😂😂
Bii dan Zuu
kelebai'an ga Yo visual nya???
jauh dari ekspektasi ga yah all????
ga tau suka benar sama 2 tokoh ini,pas bikin tiap part bii dan zuu otak outhor inget mereka
bagi outhor chamistry mereka tu ngena banget
ingat aj ini pas zuu kena tembak dah mereka tidur begini dah kira-kira 💞💞💞😍😍😍😍
ingat kan yang ada adegan +21 pas zuu kebangun duluan????
nanti outhor masukkan dah di sana
kann chamistry nya dapat bangets menurut outhor
tergila-gila sama ini 2 orang nggak tau kenapa
ini anggap ajha pas lagi di dapur wakakakak
bisa gila outhor gara-gara lihat mereka wakakakakakakk
Part ini anggap aja pas bii menyentuh wajah zuu dah
kremes kremes kremenyeessss dahhh 😝❤️😍😘
ini mereka lagi kiss kiss and kiss dah pokok nya
wkwkwkwkwkwk
ini pokoknya dimana zuu selalu bersikap lembut sama bii dah, lembut, lembut,lembut mendayuuuuuuuu
dah mumet outhor mikir nya dah
wkwkwkwkk
sgitu ajah lah
yang suka Alhamdulillah makasih buanyaakkkkk
wkwkwkwk😝😝😝😍😍😍😘😘😘
the landless Sky
by Eva Hye Seung
bii❤️zuu
the landless Sky
by Eva Hye Seung
bii❤️zuu
**********
...dibawah numpang promo novel lain...
...buat menuhin kolom yaaa...
...part promo season novel baru...
...2 musim yang berbeza...
...(Love to hard)...
Ayudia
__ADS_1
Ayudia berlarian cepat setelah turun dari angkot menuju ke arah kantor Abimanyu Angkasa Group,dia melirik jam tangan nya berkali-kali dan dia yakin dia sudah cukup terlambat saat ini.edo dan buk nur pasti sudah berada disana menunggunya sejak tadi,dan bisa dia bayangkan di pelupuk mata bagaimana ekspresi buk guru nya saat ini.
brrrrtt
Ayudia menggeleng-gelengkan kepalanya membayangkan buk nur mengomel ke arah dia nanti
Dia baru saja menyelesaikan tugas menari tanggai nya, sial memang tumben-tumben ada yang menggelar acara hajatan di hari Senin bukan nya di saat week end.terkutuklah dia karena langsung menerima nya tanpa bertanya kapan jadwal manggungnya Minggu kemarin,pakai acara ngambil duit tunai lagi
tadi setelah selesai acara dia hanya sempat melepaskan pakaian tarian adat khas Palembang itu tapi belum sempat sepenuhnya melepaskan seluruh hiasan wajahnya,hiasan kepalanya bahkan kuku-kuku palsu ala adat Palembang di jemari-jemari lentik dan cantiknya
Bahkan saking terburu-buru nya,dia saat ini hanya menggunakan celanan training juga baju kaos simple yang melekat ditubuhnya
bisa di bayangkan bagaimana penampilan kacau nya saat ini kan?
"Gila... Edo bisa gila aku, pleaseeee bilang sama buk nur tunggu sebentar aku sudah ada didepan gedung ini"
Dia bicara di telepon melalui headset nya kepada Edo masih terus melangkah menuju ke arah lobby bawa, bertanya pada seorang security dimana ruang direktur utama.sang security tersenyum ramah sambil menyebutkan lantai berapa arah tujuannya,belum lagi pandangan Beberapa pegawai yang bingung melihat penampilannya.
Ah masa bodoh begitu fikirnya
Bahkan tergesa-gesa dia menuju ke sebuah lift yang ada dihadapannya hingga tidak lagi memperhatikan orang-orang yang ada disekitar nya.sejenak tubuhnya menabrak tubuh seseorang
Buggg
"Aihhh Yoooo..."
Dia meringis,langsung mendongak menatap sosok yang dia tabrak. Ternyata seorang laki-laki berbadan tinggi dan besar dengan wajah datar dan tampan.......
catat tampan...!!
pakai tanda seru yaaa
dapat rejeki apa pagi-pagi eee... ralat mau siang ini jam 10 emonnn... ketiban durian rontok lihat om om ganteng kayak oppa-oppa koreaa
song Jong ki....
ji Chang Wook
park Seo joon
won bin
ah gile dah yang wajah cutenya makin tua makin berkharisma mereka itu
jiwa halu ayudia pada akhirnya berteriak tidak karuanan
ehhhh... ini otak sengklek mikirnya kok macam-macam saja
seketika ayudia sadar dari fikiran sembrawut nya,memukul pelan jidatnya sendiri tanda malu
"Maaf om"
Dia bicara cepat sambil menundukkan kepalanya,kemudian masuk kedalam lift itu diikuti laki-laki tadi,tampak seorang laki-laki lainnya ikut masuk ke dalam, Ayudia melirik usia laki-laki satu-satunya cukup mudah akses wajahnya lebih baik dan bersahabat ketimbang laki-laki satunya dan
istri-istri 2 sosok laki-laki berkharisma ini pasti cantik-cantik tebak ayudia kemudian
Suara hiasan kepalanya terus mengeluarkan suara sedikit berisik, dia mulai singkuh dan mencoba menghadap ke arah dinding lift untuk melepaskan nya. Masih menggunakan headset nya dia mencoba bicara
"Sudah di lift,tunggu dulu sebentar lagi ke atas"
Katanya kemudian, dua laki-laki itu ardhan dan dion sempat melirik,saat tahu dia bicara melakui headset nya mereka membuang pandangan nya.
"Gila ini berat benar tau do,aku habis nari ini,akhhhh.."
Ayudia bicara sambil melepaskan hiasan kepalanya secara berlahan,dia meringis sakit ketika hiasan kepala itu sulit sekali di buka
******
Ardhan
mimpi apa pagi ini, di jam yang sudah menunjukkan pukul 10 di jadwal hari nya yang cukup kacau tiba-tiba seorang anak kecil menabrak nya di depan pintu lift
saat anak itu mendongak ke arahnya dapat dilihat itu dempulan muka tebal amat fikirnya,tapi seketika keningnya sedikit berkerut saat melihat anak itu, seperti nya sudah beberapa kali melihat sosok ini dalam beberapa hari tapi dia lupa dimana
"maaf om"
dia hanya berkata maaf om Kemudian dengan buru-buru masuk ke dalam lift
ardhan dan dion juga dengan cepat ikut menyerbu masuk ke dalam lift. dia agak bingung dengan anak cewek didepan nya,ngapain coba fikirnya masuk ke kantor nya dengan penampilan kacau begini?
kaos polos, training sekolah,rambut yang hiasan nya entah adat mana,dandanan yang cukup acak-acakan dan ... entahlah
dia melirik ke arah jam tangan
*cukup telat*
batinnya
*Mungkin guru dan anak magang itu sudah datang*
lanjut batinnya lagi
"Om Om bisa bantu saya? Please! saya harus segera naik ke atas sangat terlihat aneh jika saya masih menggunakan hiasan ini saat menghadap Dirut nya"
Ardhan jelas menaikkan alisnya,saat gadis kecil itu menarik lengan jasnya, menyodorkan kepalanya meminta dirinya membantu melepaskan apa itu aneka hiasan berat di atas kepala gadis kecil itu,dia melirik ke arah dion sejenak kemudian membuang pandangan nya
*Bertemu Dirut? *
lah itu kan dirinya
alih-alih ingin bertanya, pada akhirnya dia enggan juga buka suara
__ADS_1
"Om,saya harus ke ruang Dirut bareng guru saya,bantu lepaskan sebentar"
Gadis itu mencoba mengulangi kata-kata nya
Ardhan baru ingin menjawab,tapi keburu itu anak bicara lewat hapenya menggunakan headset
"Bukan ngomong sama kamu do, tapi ngomong sama ini om om yang kayak simpanan sugar baby didepan ku ,sugar Daddy lah istilahnya "
Ardhan kembali menoleh
*simpanan Sugar baby? Sugar daddy?*
Jelas saja ardhan kembali menaikkan alisnya, menoleh ke arah dion seakan berkata
*Sialan ini anak*
Dion mencoba menahan tawanya
ardhan melotot ke arah dion
"Oom...bantu saya dengar nggak sih?"
Anak itu seakan merutuki dirinya karena lamban merespon
Dengan ragu-ragu dia akhirnya membantu melepaskan hiasan kepala gadis itu yang cukup terlihat merepotkan dan agak berat dari atas kepalanya dengan hati-hati,seketika Aroma rambut gadis itu tercium lembut dan wangi di balik hidung ardhan, tiba-tiba gelanyar aneh menyeruak di dalam dirinya
Damn it, sialan..!
berapa tahun dia tidak mencium aroma wangi rambut seorang perempuan dihadapannya coba? dan berapa tahun dia menahan gelanyar aneh di dirinya?
hampir 5 tahun sejak istrinya meninggal
tidak lucu jika dia tiba-tiba dia ingat aroma wangi itu dari rambut seorang anak kecil,dan gelanyar itu masuk ke mode on hanya karena aroma shampo bocah ini
"Ahhhh leganya"
Gadis itu bicara cepat,meraih hiasan kepala itu dari tangan ardhan,kemudian meletakkannya kedalam sebuah paper bag besar,gadis itu kembali melepaskan beberapa hiasan tangannya satu persatu dan kembali meletakkan ke dalam paper bag nya
Ini pakaian adat dari mana?
pertanyaan konyol seperti itu tiba-tiba terlintas di kepalanya
"Ruang Dirut dilantai berapa sih?"
dia fikir gadis itu bertanya pada dirinya,tapi saat dia melirik ternyata gadis itu masih bicara di balik hapenya,masih menggunakan headset sambil terus melongok ke atas beberapa waktu
"Bentar lagi sampai,jangan masuk dulu, buk buk hehehe bentar buk saya kan habis berjuang mengais rupiah buk ini sudah mau sampai buk"
gadis itu terlihat merengek manja
Dan sialnya rengekan manja itu memecah sejuta konsentrasi di fikirannya pagi ini
gadis itu tidak lagi terdengar bicara dari balik ponselnya, tau-tau membuka tasnya dan
what the hell??
dia memakai pakaian sekolah nya
Ardhan dan dion membukatkan bola mata mereka saat tiba-tiba gadis itu memasukkan roknya dari arah kakinya
Apa-apaan ini coba??
tidak lama gadis itu malah melepas training yang dia pakai begitu saja
"Sory om,darurat....catat om darurat"
anak itu malah bicara seperti tanpa dosa masih terus menggunakan rok nya, membenahi resleting nya kemudian merapikan pakaian sekolahnya,membuka sandalnya kemudian memasang sepatu pansus nya dengan cepat
"Terima kasih om"
ardhan memijat-mijat pelipisnya,merasa cukup pusing dengan apa yang dilihatnya pagi menjelang siang hari ini
Seketika pintu lift terbuka gadis itu mengucapkan terimakasih Kemudian lari tanpa aba-aba
Meninggalkan dirinya dan dion yang masih dalam keadaan terkejut atas kelakuan aneh bin ajaib bocah itu,pada akhirnya mereka hanya bisa saling menoleh antara satu dengan lainnya, berfikir ada type manusia macam ini di dunia sekarang
"Apa dia tidak gila?"
Ardhan berkata sambil merentangkan kedua tangannya,menatap heran ke arah dion
"Masa remaja,pak"
Jawab Dion kemudian
Ardhan fikir dia juga melewati masa sekolahnya dulu dan dia belum pernah menemui type manusia semacam itu sebelumnya
"Itu termasuk type gadis masa bodoh, pak. Cukup banyak diminati di kalangan anak-anak muda jaman sekarang"
Lanjut Dion kemudian
yang benar saja
"Kamu dengar? dia bilang apa?Saya sugar Daddy"
Dion berusaha tersenyum,padahal ardhan tahu dia mencoba menahan tawanya sejak tadi
*yang benar saja*
Umpat ardhan dalam hati
__ADS_1
******