Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
drunk


__ADS_3

kau tahu sakit terdalam itu karena rasa kecewa yang berlebihan


ingin ku maki diri ku sendiri saat ini karena banyak hal...


terutama karena tidak pernah dapat melindungi mu dengan tangan ini...


setelah menegak minumannya untuk terakhir kalinya,Alan segera beranjak dari kursinya dan berfikir untuk kembali ke apartemen nya,namun tiba-tiba Nayla putri azzura itu berdiri tepat dihadapan nya


gadis itu melambaikan tangannya kepada Alan


"apa kamu terbiasa mengikuti orang lain?"


alan bertanya tanpa mempedulikan Nayla,berjalan melewati gadis itu menuju ke area parkiran


"kamu belum pernah semabuk ini sebelumnya, sesuatu terjadi kah?"


alih-alih menjawab Nayla malah balik bertanya


alan sama sekali tidak berniat untuk menjawab,Nayla terus mengejar langkah laki-laki itu,dia fikir laki-laki itu benar-benar mabuk saat ini


"berhenti mengikuti aku"


alan bicara kesal sambil beberapa kali hampir terjatuh,dia berjalan terseok-seok dan Nayla mencoba memapahnya Beberapa kali juga


*dasar payah,kalau tidak aku ikuti jadi apa nantinya? jangan-jangan kamu malah jatuh terjungkal di tengah jalan tanpa tahu arah jalan pulang*


omel Nayla dalam hati


alan beberapa kali menepis tangan Nayla yang coba memapah tubuhnya


"tuan kau ini mabuk,mabukkk jadi bisa tidak kalau mau dibantu tidak usah banyak gerak"


Nayla tampak menggeram


alan kembali mencoba membuang pegangan Nayla


*ya Tuhan*


Nayla menarik panjang nafasnya


pada akhirnya gadis itu mencoba terus membantu Alan untuk masuk hingga kedalam mobilnya


"aku fikir kamu tidak akan bisa menyetir, aku akan antarkan kamu pulang,tuan"


alan mendengus, menatap nayla sejenak kemudian membuang pandangannya


"apa kamu terbiasa mengantar laki-laki asing yang baru kamu kenal?"

__ADS_1


Nayla tersenyum kecil


"baru anda,tuan"


dia bicara sambil terus membenahi posisi duduk laki-laki itu


tiba-tiba Alan menyentuh wajah Nayla pelan, seketika pandangan nya menjadi tidak karuan, laki-laki itu berfikir jika bii Yang ada dihadapannya


"tuan?"


Nayla bertanya sambil menaikkan alisnya saat melihat ekspresi wajah Alan yang tiba-tiba berubah tampak sedih


"anda menangis?"


bukannya menjawab laki-laki itu malah mencium bibir Nayla tanpa aba-aba,cukup lama.posisi mereka sangat tidak baik,Alan berada dibawah sedangkan Nayla dalam posisi jongkok didalam mobil itu.nayla merasa tidak bisa menarik nafasnya dengan baik,dia mencoba mendorong tubuh laki-laki itu beberapa kali,tapi Alan malah semakin kuat memegang wajahnya dan mencium nya semakin dalam


hoshh hoshh


"tuan apa kau gila?"


Nayla tampak kesal sesaat setelah Alan melepaskan ciumannya,dia mundur ke belakang


bukkk


"akhhh"


"sakit"


dia meringis pelan, kemudian menatap Alan dengan perasaan kesal


"tidak ada yang berani mencium ku, kecuali aku yang punya inisiatif mencium mu kemarin"


Nayla mengoceh kemudian mengelap cepat bibirnya dengan lengan jaketnya


bukannya menjawab Alan malah tertawa kecil kemudian menarik tubuh kecil Ayla kembali lantas mencoba memeluk Nayla


"ee.eehh..."


Nayla terpekik,tubuhnya jatuh tepat di atas laki-laki itu


Nayla melotot,tapi dalam sedetik alan malah memejamkan matanya dibawahnya


*apa dia gila*


umpat Nayla dalam hati,mencoba bergerak keluar dari dalam mobil nya


setelah itu dia masuk ke kursi pengemudi,lantas segera melajukan mobilnya keluar dari club malam itu

__ADS_1


"bisakah berikan alamat mu,tuan?"


Nayla bertanya cepat masih sibuk melewati pintu otomatis, Karena laki-laki itu tidak menjawab Nayla mencoba melirik ke belakang, rupanya Alan malah benar-benar tertidur pulas di belakang


*ahhh laki-laki mabuk itu memang terlihat sulit,jika tidak karena wanita yah karena urusan kerja*


gumam Nayla dalam hati


Nayla tampak bingung harus membawa laki-laki itu kemana,pada akhirnya dia memutuskan untuk membawa laki-laki itu kembali ke apartemen nya.sebenarnya pilihan nya cukup rumit,dia sama sekali tidak tahu dimana alamat laki-laki itu jadi dia fikir memaksa bicara laki-laki mabuk sama dengan berbicara dengan seonggok batu,dia fikir membawa nya keliling Jakarta juga lumanyan baik,tapi bagaimana jika tiba-tiba ada razia, bukan kah akan menjadi sulit? karena laki-laki ini tengah mabuk parah. jadi pilihan akhirnya hanya mengajak laki-laki ini kembali ke apartemen milik nya.


"ggrrrrrrhhh ternyata anda berat juga"


Nayla Menggeram kesal,meletakkan laki-laki itu di atas kasurnya kemudian membuka sepatu nya


"ini siapa non?"


tiba-tiba seorang wanita masuk sambil membawa sebuah nampan berisi air putih dan obat pereda mabuk


"teman bik,mabuk parah ini,ditanya alamatnya dimana malah tidur"


Nayla menjawab cepat kemudian dengan cepat melempar tas dan sepatu milik nya ke sembarang arah


"non ini selalu saja kebiasaan buruk nya"


wanita itu bicara sambil memungut tas dan sepatu Nayla,menatanya rapi di dalam lemari masing-masing


"Jadi nginap disini non? "


Nayla mengangguk pelan


"kalau tuan zuu datang bagaimana? non kan belum pernah bawa laki-laki pulang ke apartemen?"


wanita berusia sekitar 40 tahunan itu bertanya penuh kekhawatiran


"yah bilang saja dia mabuk bik,kan tidak di apa-apakan sama Nayla"


dia menjawab sambil tertawa cekikikan


"bibik serius loh non"


"iya Nayla juga serius bik"


Nayla bicara seperti tanpa dosa kemudian segera pergi berlalu dari hadapan wanita itu


"Bantu saja dia yang seperlunya bik"


Nayla bicara cepat lantas semakin menjauhi wanita yang dia panggil bibi itu

__ADS_1


sejenak Wanita itu menatap punggung Nayla yang semakin menjauh, kemudian dia menatap wajah Alan untuk beberapa waktu.wanita itu fikir jangan sampai tuan mudanya itu datang tiba-tiba,jika tidak habis lah sudah nona muda nya itu.


__ADS_2