Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
suspicious movement +21


__ADS_3

kadangkala niat fikiran tak sejalan dengan niat hati


acapkali kita bermimpi tentang sesuatu yang kita harapkan


namun Tuhan bisa jadi memberikan sesuatu yang tidak kita inginkan


******


Nayla masih asyik mengobrol bersama teman-temannya di pojok meja bartender,sambil memesan minum ke arah don agar memberikan nya sesuatu yang tidak begitu berat matanya masih mengawasi orang-orang disekitarnya


"jangan yang berat,aku harus kembali lebih awal ke rumah kakak"


ucapnya pada Don cepat


laki-laki itu mengangguk,mengambil sebuah botol minuman kemudian menuangkannya ke dalam gelas


"Don help me please"


seorang gadis bicara dengan nya dari arah belakang


"kenapa? sebentar"


Don mengernyitkan dahinya


"Biar aku berikan pada Nayla"


seorang laki-laki mengejutkan dia,bicara cepat ke arah don sambil berusaha mengambil gelas yang ada di tangan Don si bartender andalan nayla


"bantu sebentar Lex, kenapa lagi si Cuan"


Don tampak kesal,gadis itu sejak kemarin selalu merepotkan diri nya


dengan gerakan cepat laki-laki yang dipanggil Alex meraih gelas minuman untuk Nayla,dalam gerakan cepat dia menuangkan sesuatu didalam minumannya kemudian memutar-mutar pelan gelasnya


"Loh mana Don?"


Nayla berbalik, mencari Don yang tidak kunjung memberikan minuman nya


laki-laki itu mengangkat gelas nya


"milik mu sayang, dia ke belakang bersama Cuan"


"ooo"


Nayla membulatkan bibirnya, kemudian menarik gelas itu cepat dari tangan Alex tanpa rasa curiga


"pulang sama siapa?"


laki-laki itu bertanya cepat ke arahnya, melewati pintu setinggi lututnya mendekati Nayla


"Lex bisa nggak sih nggak ganggu aku?"


Nayla tampak kesal karena laki-laki itu belakangan selalu saja mengusik hidupnya


"Aku antar pulang sekali ini saja, besok-besok aku janji tidak bakal ganggu kamu"


laki-laki itu bicara sambil melepaskan senyum yang sulit Nayla artikan


Nayla dengan cepat meminum minumannya, menatap laki-laki itu sejenak kemudian menarik nafas nya pelan


"fine, just today"


tampak seringai jahat muncul di balik wajah laki-laki itu, sambil menatap gelas di tangan nayla yang telah kosong,kemudian menatap wajah Nayla penuh dengan ke culasan


Nayla melirik ke arah pergelangan tangannya,menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, tidak tahu kenapa perasaan nya jadi aneh malam ini, dia merasa tubuhnya sedikit panas dan tampak sangat tidak baik,kepala nya cukup pusing dan seperti nya dia fikir dia benar-benar harus pulang secepat nya


"nindy aku pulang duluan yah,sebab harus kembali ke rumah kakak malam ini,takut terlambat"


ucap Nayla cepat sambil menyentuh tangan Nindy

__ADS_1


Nindy mengerutkan keningnya,menyentuh tangan Nayla erat


"kok tangan kamu dingin ya nay? kamu sakit?"


Nayla menggeleng,tidak tahu kenapa sentuhan Nindy terasa aneh di tubuhnya


"aku baik-baik saja,mungkin kurang istirahat. aku pulang lebih dulu"


"sama siapa?"


Eden tiba-tiba menyeruak diantara semua orang


"Alex"


jawab Nayla cepat


"nggak salah?"


Eden berbisik cepat ke samping Nayla,menatap curiga ke arah Alex yang berdiri tidak jauh dari mereka


Nayla menggeleng,saat Eden menyentuh tangannya dia kembali merasakan gelanyar aneh terasa menjalar ditubuhnya


"cuma malam ini"


Eden menatap curiga gerakan Nayla


"aku sudah mau tampil, Nindy kamu saja yang antar"


Eden bicara cepat ke arah nindi


"aku tidak percaya sama itu anak"


Nindy terkekeh


"berarti dia harus siap ditikam kak zuu dari arah manapun,jangan khawatir"


"otak orang gila, tidak takut dengan apapun ndy"


"aku pulang sekarang, badan ku rasanya tidsk enak ini"


setelah berkata begitu, Nayla melesat pergi meninggalkan semua orang


"nay...Nayla.."


Eden gelagapan,dia menatap ke atas ini sudah waktunya tampil,dengan cepat dia mencoba menghubungi seseorang


"kamu dimana kak?"


terdengar sahutan dari arah balik ponselnya


"aku harus tampil dalam 2 menit, Nayla pulang bersama Alex,aku tidak begitu yakin tapi aku melihat anak itu memasukkan sesuatu ke dalam minumannya tadi"


ucap Eden cepat masih mencoba mengawasi langkah Nayla dan Alex yang semakin menjauh


"saat aku menyentuh nya dia merespon terlalu berlebihan, aku fikir kamu harus datang dan mengambil nya dengan segera"


"suck"


terdengar umpatan dari arah seberang sana


******


kepala Nayla terasa cukup berat, tidak tahu kenapa tubuhnya menjadi semakin aneh apalagi saat Alex mencoba merangkul nya dengan erat


"kita mau kemana?"


Nayla bertanya cepat ke arah Alex ketika sadar jika laki-laki itu tidak membawanya menuju ke jalan arah rumah kakaknya


"ini ke apartemen Lex"

__ADS_1


ucapnya kemudian


"wah aku fikir pulang ke apartemen kamu nay"


ucap Alex Cepat masih sibuk memperhatikan jalan


"yah sudah pulang saja,aku fikir aku sedikit kurang sehat"


ucap Nayla sambil menyandar di pintu mobil


"tidur saja,kalau tidak kuat jalan nanti aku gendong naik ke atas"


ucap Alex lagi sambil mengelus pipi Nayla


"hmm"


Nayla berusaha menahan perasaan anehnya,kulit tubuhnya terasa mulai memanas, apa lagi saat Alex menyentuh nya sesuatu terasa ingin meledak-ledak dalam dirinya.


"nomor intercom apartemen kamu berapa?"


Alex bertanya sesaat mereka sudah tiba di depan apartemen nya


Nayla menyebut nya dengan perasaan yang kacau


*ada apa ini?*


dia mengeluh dalam hati


Alex mencoba membuka pintu kamarnya kemudian membopong nya menuju ke atas kasur


"bibi kemana?"


pancing Alex


"pulang"


jawab Nayla cepat, intonasi nafasnya mulai tidak beraturan


"kamu pulang sekarang,Lex"


ucapnya cepat


tapi di luar dugaan laki-laki itu malah membanting nya kasar ke atas kasur,Nayla tercekat dan kaget. dalam hitungan detik laki-laki itu naik ke atas kasur,menindih tubuh Nayla kemudian dengan cepat menciumi dirinya dengan cara yang kasar


Nayla berusaha untuk sadar, merontah dengan sekuat tenaga


"Akkhhhh"


dia berteriak kecang


"Alex...bajingan.."


tapi tidak tahu kenapa tubuhnya tidak mau di ajak bekerja sama, sesuatu yang salah pasti terjadi,dia berusaha terus merontah,mencoba melepaskan diri tapi Alex dengan brutal terus menciumi dirinya dan menindih badan kecilnya


"obatnya pasti mulai bekerja dengan baik"


Alex berbisik dengan suara menjijikkan, menyeringai kemudian tertawa penuh kemenangan


*obat,obat apa?*


Nayla berusaha untuk terus meraih kesadarannya, tubuhnya semakin tidak bisa di ajak bekerja sama,gelanyar aneh menjalar dengan cepat di sekitar tubuhnya,suka dengan sentuhan kasar itu sekaligus jijik yang bertaut menjadi satu


"Aku sudah lama menunggu kesempatan ini,sayang"


bisiknya lagi


*tidak tidak,tuhan tolong bantu aku,kakakkkkk....*


Nayla berusaa menjerit,air matanya tumpah seketika masih berusaha merontah dan menahan seluruh kesadaran nya

__ADS_1


Alex terus dengan kasar menyentuh tiap inci tubuhnya,mencoba merobek pakaiannya dengan cara yang sangat kasar


__ADS_2