Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
try to find


__ADS_3

setelah Alan menghitung mundur waktu,bii dengan cepat bergerak. dia menggunakan kaos tangan agar tidak meninggalkan sidik jarinya dimana-mana,lantas dia mencoba mencari apa yang harus dia cari.


sejenak tangan nya mulai meraba dengan pelan tiap sudut walk in closed,memejakan matanya beberapa waktu mencoba mencari tempat yang mungkin bisa dijadikan zuu sebagai tempat penyimpanan,dari sisi kiri hingga kekanan,sisi atas hingga ke bawah,dia menyapu tiap sudut ruangan mencari tempat paling memungkinkan laki-laki meletakkan sesuatu yang paling berharga baginya seperti flashdisk itu.dia tahu laki-laki seperti itu tidak akan menggunakan laci atau lemari biasa untuk menyimpan sesuatu,dia bisa menebak jika zuu pasti type orang yang sangat teliti dan teratur, melakukan sesuatu dengan cara yang sangat bersih.


bii diam sejenak,dia fikir dia tidak mendapati apapun saat ini, seketika bii melirik ke arah beberapa pajangan lukisan di kamar ini juga beberapa hiasan yang menggantung di dinding,bii mencoba meraba-raba nya secara berlahan dari sudut ke sudut,meraba bagian belakang nya juga secara teliti,tapi dia seakan-akan tidak menemukan petunjuk apapun.


"aku fikir dia cukup pintar meletakkan sesuatu,bisa jadi bukan di kamar ini dia meletakkan nya"


bii berkata pelan melakui headset bluetooth nya


Alan tampak tidak menjawab,hanya terdengar tarikan nafasnya saja


"apa mungkin dia punya kamar rahasia?"


itu sebenarnya pertanyaan konyol untuk dirinya sendiri,dia baru 1 hari tinggal dirumah ini mana tahu laki-laki itu sebenarnya punya ruangan pribadi atau tidak


"waktu mu tinggal 2 menit lagi bii"


Alan mencoba mengingatkan bii


"hmm"


bii masih berusaha mencari,dia fikir mereka harus bergerak lebih cepat untuk menemukan flashdisk itu mengingat kasus ini sudah dibuka beberapa waktu ini, apalagi menurut tuan Baskoro,tuan azzur sudah mulai mengirimkan orang untuk menghalangi penyelidikan

__ADS_1


dia mencoba meraba dinding,sisi kasur,dan beberapa tempat lainnya.dia menarik nafasnya pelan, matanya terus memperhatikan sekeliling nya,tiba-tiba matanya tertuju ke arah samping paling ujung walk in closed,dia berjalan cepat mencoba meraba-raba sudut paling pinggir nya, seketika keningnya berkerut, tampak ada sebuah tombol kecil disana,dia mencoba meraba dan menekannya secara berlahan


srrrtt....


klleekkkk


bii sejenak tercekat


"Alan,kau dengar itu?"


"aku mendengar nya"


alan menjawab cepat


"hidupkan kamera pen mu"


bii buru-buru menghidupkan nya,tampak sebuah pintu terbuka sedikit bergeser dari tempatnya,bii mencoba menyentuh ujung pintu itu, seketika pintu nya bergeser begitu lebar


ssrrrtttttt


seketika bii masuk ke dalam secara berlahan,dia melangkahkan kaki nya ke dalam mencoba mencari penerangan


"bii gambarnya menghilang"

__ADS_1


alan bicara cepat


"jangan melangkah terlalu dalam,aku akan periksa kondisi disekitar mu"


alan mencoba mengingatkan,dia takut jika didalam sana terdapat kamera yang disembunyikan oleh zuu


bii hanya diam tidak menyahut,dia masih melangkah dengan perasaan penuh penasaran.suhu ruangan itu di atur sedemikian rupa seakan-akan ada makhluk hidup yang tinggal disana.dibalik headset bluetooth nya Alan tampak terus mengingatkan nya agar tidak maju masuk kedalam,tapi tidak tahu kenapa kaki bii benar-benar tertarik untuk melangkah kesana.


"bii hentikan langkah mu,zuu sudah kembali kerumah,dia hampir menuju ke kamar mu,kamera akan kembali normal dalam 60 detik"


alan bicara cepat mengingat kan bii tentang keadaan nya yang mulai terdesak


"tapi"


"kau akan terjebak,mundur sekarang dan tutup pintunya"


alan tampak marah,suara nya meninggi


"bii keluar sekarang,dia didepan pintu kamar"


bii melangkah mundur dengan cepat,dia baru akan menutup pintunya tapi sedetik kemudian


klekkkk

__ADS_1


terdengar pintu kamar dibuka.


bii tercekat,dia dan alan saling kehilangan kata-kata,kemudian hanya terdengar tarikan nafas dalam untuk beberapa saat


__ADS_2