Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
Start a plan


__ADS_3

*Y**ang paling menyakitkan di antara musim adalah hujan*


seketika dia jatuh ke bumi seakan-akan dia pecah berkeping-keping


terkadang suara bisingnya saling bersahutan di antara seng seng rumah yang mulai berkarat


atau bahkan suara bisingnya memekakkan telinga ketika menyapu tiap-tiap sudut jalanan


Mereka pergi menuju proyek pembangunan mall sejak pukul 7 pagi, berkeliling sambil membagi pendapat rancangan mana yang terbaik untuk di buat nantinya.terkadang bii bicara panjang lebar memberikan masukan dan saran, terkadang zuu yang secara bergantian memberikan masukan serta saran.beberapa orang ikut menyeruak masuk di antara mereka,kepala pemborong juga ikut mendengarkan.


mungkin terdengar klise tapi bagi zuu ini kali pertama dia mendengar gadis itu banyak bicara,gadis itu tampak fokus dengan proyek pekerjaan,dia mengesampingkan kebiasaan enggannya menjadi lebih aktif dalam menyampaikan banyak hal.dia fikir gadis itu menjadi seperti orang yang berbeda dari sebelumnya.


dalam satu kesempatan gadis itu tidak enggan membuka Hells nya,menggunakan sandal jepit hanya untuk mengelilingi area pembangunan proyek,kadang dia bertanya pada para pekerja soal kesulitan yang mereka dapatkan selama ini,kemudian dia berbisik pada pak Agus agar pria itu keluar membeli sesuatu.


zuu bukan tipe orang yang gampang tersentuh atau tersenyum hanya karena hal sepele dari seorang gadis,tapi tidak tahu kenapa dia menyunggingkan senyumnya untuk sesaat.


"bapak tersenyum?"


pak Agus bertanya sambil ikut menyunggingkan senyuman nya


zuu menoleh sejenak ke arah pak Agus,tanpa berniat menjawab dia kembali menatap lurus ke arah depan,tampak bii masih sibuk berbincang-bincang dengan kepala tukang


"beliau cantik tuan,saya kira malah artis waktu pertama kali ketemu"


pak Agus tersenyum lagi


"cocok sama tuan,kalau di jadikan istri"


"apa?"


zuu bertanya sambil menoleh ke arah pak Agus


"sayangnya dia sudah punya tunangan ya tuan?"


pak Agus menghela nafasnya dengan perasaan kecewa


"padahal mereka tidak tampak cocok,nona sama sekali tidak berekspresi tiap kali tunangannya bicara, seakan-akan seperti orang asing tapi saling membutuhkan"


zuu menggeleng cepat


"kamu terlalu banyak nonton drama"


seketika muka pak Agus memerah


"yah gimana tuan,habisnya kalau drama kan tidak seperti sinetron pak"


zu kembali menggeleng-geleng kepala nya,dia melirik ke arah jam tangannya kemudian berkata

__ADS_1


"sudah sangat sore pak, sampaikan pada Bii kalau kita akan pulang "


pak Agus mengangguk cepat


"baik tuan"


*****


seketika suasana menjadi seperti semula,hening tanpa suara.pak Agus sibuk dengan kegiatan nya menyetir sedangkan zuu tampak sibuk mengecek laktopnya di samping kemudi dan bii tampak menatapi jalanan tanpa mengeluarkan sedikit pun suara


"nona mau mpempek? "


pak Agus memecah keheningan.


seketika bii menoleh sambil mengerutkan dahinya


"apa itu pak?"


"makanan khas orang sini,enak non bahannya dari ikan dan tepung"


bii tampak masih bingung


"kalau di Korea seperti makanan jajanan-jajanan di kaki lima nya itu loh non yang modelnya macam-macam itu"


"ah"


bii menganggung pelan


pak Agus jadi bingung sendiri


"mampir saja di mana pak,beli saja beberapa paket"


zuu bicara cepat ke arah pak Agus


pak Agus tersenyum senang


"baik tuan"


*****


"bik Meri kenapa disini?"


sesaat setelah tiba di salah satu toko mpempek yang cukup terkenal di Palembang,pak Agus menatap kaget wanita hampir paruh baya itu sudah berdiri tepat didepan toko mpempek itu juga


wanita itu tampak terkejut melihat ada majikan dan pak Agus disana


"bibi Disini?"

__ADS_1


zuu tampak bertanya dengan nada biasa,masuk ke dalam bangunan ruko itu sambil memilih beberapa menu diikuti bii Meri dan pak Agus,sedangkan bii lebih memilih menunggu di mobil


"beli titipan keponakan saya tuan"


jawab wanita itu cepat


"sekalian Nebus obat pesanan non bii"


seketika zuu menghentikan gerakan tangannya, menoleh ke arah wanita itu sambil mengerutkan dahinya


"obat?"


tanyanya kemudian


"kata nona beberapa hari ini sering mimpi buruk, biasanya dia minum obat tidur tiap kali dia kesulitan mendapatkan tidur yang baik,karena nona lupa bawa obat yang biasa nona pakai,jadi nona cuma kasih resep dari dokter biasanya dan minta saya bantu menebusnya"


zuu tampak terdiam,melihat kantong plastik yang dibawa bi mira


"bisa saya lihat bik resepnya?"


zuu bertanya sambil mengulurkan tangannya


laki-laki itu melihat beberapa resep tertulis disana,dia fikir rahasia apa yang disimpan gadis itu sangat lama, seseorang yang terkena serangan panik juga sering mendapatkan mimpi buruk didalam tidurnya biasanya punya masa lalu yang buruk yang tidak dapat dilupakan hingga menjadi trauma tersendiri dalam seumur hidupnya


"selama dalam perjalanan,sudah 2 kali nona tidur seperti sedang bermimpi buruk,saya rasa nona punya trauma dimasa lalunya yah"


pak Agus bicara sambil berfikir-berfikir untuk beberapa saat


*****


dibalik mobil bii tampak menatap 3 orang itu dengan tatapan tajam,dia mengeluarkan ponselnya kemudian mencoba menghubungi seseorang


"ini akan terjadi lebih cepat dari rencana awal, Pastikan gadis itu dapat membuat nya melaksanakan tugasnya secepat mungkin"


bii bicara cepat tanpa melepaskan pandangannya dari zuu


"dia akan masuk perangkap sesuai rencana"


lanjutnya kemudian


sejenak bii tampak diam,kemudian dia berkata


"alan mungkin akan merasa sakit,tapi dia akan belajar menerimanya.ini adalah satu-satunya jalan kita masuk dengan mudah ke keluarga azzura dan mendapatkan bukti itu dari zuu secepatnya"


Tut Tut Tut


terdengar suara ponsel ditutup dengan sempurna,mata Bii tetap memandang jauh ke depan menatap 3 sosok manusia yang tampak saling bertanya-tanya dalam keheningan.

__ADS_1


langit mulai menggelap,bii mendongakkan kepalanya sejenak dia berfikir setelah esok seakan-akan langit tidak akan pernah menjadi terang lagi seperti sedia kala.


seketika dia memejamkan matanya tanpa mengeluarkan kata-kata


__ADS_2