
*Ka**u tahu kenapa gelap di sebut malam dan terang disebut siang? karena jika mereka menukar arah, itu berarti segala sesuatu yang ada didunia ini akan tertukar kehidupan dan ceritanya.dan kau tahu kenapa aku tidak pernah jatuh cinta? karena orang yang jatuh cinta akan ceroboh pada waktunya*
Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang dan berhenti dibeberapa peraduan pada akhirnya mereka tiba juga di provinsi palembang.tempat itu cukup besar,sudah hampir sekelas ibu kota,lampu malam tampak menyinari seluruh jalanan dan padatnya kendaraan cukup membuat sakit mata yang memandang
seketika mobil berhenti disebuah tempat makan yang cukup elit,Nadya tampak enggan keluar tapi perut memaksanya untuk segera beranjak dari sana.antara ingin keluar atau tidak dari mobilnya,pak Agus seperti menyadari kegelisahan nya
"non tunggu disini saja tidak apa,nanti saya bungkuskan saja makanannya bareng punya tuan"
pak Agus bicara cepat kemudian melirik ke arah zuu yang tampak masih memejamkan matanya duduk disamping kemudi
"hm"
bii mengangguk pelan
"apa sudah mau sampai,pak?"
dia bertanya pelan
pak Agus mengangguk
"paling tidak sampai 20 menit lagi non"
seketika pria itu melesat pergi masuk ke dalam tempat makan itu,memesan beberapa makanan dan minuman.bii tampak lelah mencoba merenggangkan kakinya
"akkhhhh"
dia meringis pelan,dia fikir kakinya sudah kesemutan
"awhhh..."
dia kembali menjerit pelan,mencoba memukul-mukul kakinya
zuu membuka matanya berlahan,dia mengerutkan dahinya saat mendengar teriakkan bii,dalam hitungan detik dia menoleh ke belakang
"kamu tidak apa-apa?"
bii tampak kaget,tanpa mempedulikan pertanyaan zuu dia memukul kakinya pelan tapi rasanya begitu keram dan sakit,dia sedikit meringis.
tiba-tiba zuu turun dari mobil,membuka pintu mobil samping kiri bii kemudian dengan cepat menarik kaki gadis itu
__ADS_1
"eehh?"
bii spontan kaget
"luruskan saja,jangan ditekuk"
zuu bicara cepat kemudian melepaskan sepatu yang dipakai bii dengan cepat, setelah itu mengoleskan minyak hangat ke pergelangan kaki gadis itu
seketika bii melotot menarik cepat kakinya,dia tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki kecuali Alan.
"apakah sudah lebih baik?"
zuu bertanya kemudian meletakkan sepasang sepatu bii ke dalam mobil
"ada apa tuan?"
pak Agus muncul dengan wajah bingung,menatap tuannya dan bii heran sambil membawa 2 bungkus makanan
"langsung ke rumah pak,kaki nya cukup membengkak"
pak Agus tampak kaget, kemudian dengan cepat naik dan masuk ke arah kemudi.
"ini dirumah siapa pak?"
"rumah keluarga azzura non,kalau ada yang pulang kesini biasanya pasti tinggal disini,kalau tinggal di hotel cukup sulit bergerak ya non, disini cukup bebas mau melakukan apa saja"
pria itu mencoba menjelaskan
"ada yang kerja di dalam non, perempuan "
pria itu seperti tahu kegelisahan gadis itu
tampak seorang wanita berusia sekitar 45 tahunan berjalan tergopoh-gopoh,dia menyambut zuu sambil tersenyum senang
"sudah 2 tahun tidak pulang,tuan?"
setelah berkata begitu,dia segera membantu oak agus menurunkan barang-barang
tiba-tiba matanya membulat ketika melihat kehadiran bii
__ADS_1
"istri tuan? cantik sekali,kayak artis bintang film"
wanita itu bicara sambil mengagumi sosok bibi
bii tersenyum kecil
"bukan,saya rekan kerjanya Bu "
bii menggeleng cepat
zuu tampak tidak menjawab,menutup pintu mobil kemudian dengan cepat meraih beberapa barangnya
"kamar sudah dibersihkan bi?"
tanyanya kemudian
wanita itu mengangguk
"antarkan dia ke kamar utama,aku akan tidur di kamar tengah"
wanita itu tampak mengerutkan dahinya,dia seolah-olah ingin menjawab tapi dia mengurungkan niat nya
"baik tuan"
"setelah itu siapkan makanan nya bik"
zuu berkata sambil menoleh ke arah pak Agus,dengan cepat pak agus mengeluarkan kantong plastik berisi makanan
"baik tuan,air hangat nya sudah bibi siapkan,tuan bisa mandi lebih dulu baru makan"
zuu tidak menjawab,berjalan pelan masuk ke dalam rumah
"mari non"
wanita itu bicara cepat ke arah bii, mempersilahkan dia masuk
dalam gelapnya Langit malam bii tampak menatap lurus ke arah langit yang di taburi ribuan bintang,kamar utama berada di lantai atas,dedepannya terdapat teras yang mengarah ke langit yang menjulang tinggi,sejenak bii berdiri di tepi teras mencoba menghirup dalam udara malam, fikiran nya terbang melayang entah kemana bersama angin.
tanpa disadarinya dari samping kamar yang berbeda tampak sosok laki-laki berdiri di dekat jendela, menatap nya sejenak kemudian membuang pandangannya,fikiran nya ikut terbang melayang bersama aroma angin dalam pekatnya malam,dia seakan-akan sedang mencoba mencari titik terang.
__ADS_1