
Dengan tangan gemetaran bii mencoba ulang mendengar kan rekaman suara yang dikirim pengacara baskoro,kemudian mencoba membesarkan saluran tv yang ada dihadapannya
Selamat sore breaking news.........malam ini telah terjadi kecelakaan maut di .......... yang menewaskan seorang pria.......... menurut saksi mata..............hantaman keras terjadi tidak terelakkan lagi.......diketahui jika supir ..............
suara seorang pembawa acara dari televisi terus membuat bii gemetaran, menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi
bii dengan cepat membuka laktop miliknya yang tersimpan rapi di dalam Walk in closed dimana barang-barang Lain miliknya tersimpan. Dia mencari email yang dikirim pengacara baskoro untuknya dalam secepat kilat.
sejenak matanya membulat,dia menahan degup jantung nya yang terpompa begitu kencang,dia kenal baik foto yang dikirim oleh pengacara baskoro kepalanya itu, seorang pria dengan pakaian jas lengkap dan rapi,berfoto dengan beberapa orang petinggi negara dan tuan azzur,foto itu di ambil beberapa mingguan yang lalu
lutut bii lunglai seketika
*Masih hidup? dia masih hidup? jadi malam itu siapa saja yang ada di dalam rumah? apakah ini bentuk pengkhianatan? apakah aku sedang dibodohi?*
bii menelan ludahnya,tangannya masih gemetaran mencoba menekan kursor, kembali membuka beberapa dokumen yang dikirim oleh pengacara Baskoro. dari beberapa foto tampak beberapa wajah yang begitu familiar.
*Tidak mungkin,tidak mungkin, ini berarti banyak yang terlibat,semua orang sedang membohongi ku,bahkan mama alan...*
*Ini bukan kebetulan,aku yakin ini pasti pembunuhan yang telah di rencanakan, siapa, siapa yang melakukannya?*
__ADS_1
bii bertanya dalam hati dengan sedikit gelisah,mencoba melirik ke arah jam dinding memastikan jika zuu tidak akan pulang dengan segera
ingatannya soal foto yang di lihat kemarin pun masih tertancap jelas di kepalanya,jika pria itu saja masih hidup saat ini dia menyakini malam itu sesuatu yang tidak dia ketahui pasti telah terjadi
bii ingin menghubungi Alan,tapi semua itu dia urungkan,dia mulai memasang alarm merah untuk mereka, terutama mama aliana. jika alan tidak terlibat,dia yakin mama aliana pasti menyembunyikan sesuatu dari dirinya dan alan sejak lama.
dia melesat turun dengan cepat ke arah bawah setelah mengambil kunci mobil miliknya
"Non mau keluar?"
bii dengan cepat mengangguk
"Jika zuu pulang lebih dulu,katakan padanya mungkin aku akan pulang terlambat"
Dia memutar cepat mobilnya ke arah selatan mencoba untuk segera pergi ke kantor pengacara baskoro dan mencari apa yang telah dipesan kan.
Dia menangis beberapa waktu di dalam mobil,Sejuta rasa bersalah menghantui perasaan nya,tidak menyangka melibatkan nyawa orang lain demi mencari kebenaran soal kematian keluarga nya juga ayah alan
Bii memarkirkan mobilnya di sebuah bangunan ruko yang letaknya sedikit jauh dari kantor pengacara Baskoro,dengan cepat meraih sebuah kunci kecil yang pernah pengacara Baskoro berikan padanya dulu
__ADS_1
^Simpan kunci ini,jika suatu hari kamu butuh sesuatu saat aku tidak ada,kamu bisa masuk dengan mudah^
sejumput ingatan itu hadir dalam pemikiran bii, tidak tahu jika itu sebenarnya pesan melalui firasat, tapi hari itu bii sama sekali tidak begitu mempedulikan nya.Tapi hari ini seolah-olah dia tertampar,itu adalah pesan terakhir yang di berikan pria itu untuk diri nya.
Dia mencoba menggunakan kaos tangan hitam miliknya,lantas berjalan dengan cepat melalui pintu belakang,naik ke arah tangga yang menghubungkan sebuah pintu menuju ke pintu lainnya.suasana begitu sunyi,ini sudah hampir gelap jadi dia fikir wajar saja jika semua orang telah menghentikan aktivitas mereka dan kembali kerumah
Bii membuka berlahan pintu ruangan yang bertuliskan nama pengacara Baskoro,dengan sedikit tergesa-gesa dia mencari apa yang disembunyikan pengacara baskoro.matanya tertuju pada sebuah CPU dan layar computer yang ada di atas meja,sejenak akal warasnya berfikir, pria itu tidak mungkin seceroboh itu bergerak,dia pasti menyimpan sesuatu itu di tempat yang lebih aman
bii Mencoba meraba Beberapa bagian sudut lemari dan meja, menyentuh ujung bingkai serta pajangan lainnya yang ada di sepanjang ruangan,mencari di sela-sela sofa atau bahkan meja.tapi dia tidak mendapati apapun yang dia cari,dia mencoba duduk di kursi kerja pengacara Baskoro, mencoba meraba tangan nya disana. Tiba-tiba dia merasa kan sesuatu yang aneh disana,yah ini... ini.. pasti apa yang dimaksud pengacara Baskoro.
dia menarik cepat benda yang ternyata di rekatkan dengan permen karet,bii meraihnya dengan cepat kemudian mencoba membersihkan nya namun karena cukup sulit dia coba menempelkan nya di bawah lekukan tungkai sepatu yang yang di yakini ya benda itu tidak akan terjatuh dari sana
namun tiba-tiba dia menghentikan gerakannya, terdengar langkah sepatu yang mendekati ruangan yang dia masuki,bii dengan cepat menghentikan semua aktifitas nya mencoba mendengarkan dengan seksama pergerakan dari luar sana.
sreettt
kletek...
kletek...
__ADS_1
seseorang mencoba membuka pintu ruangan itu,bii mencoba melesat dengan cepat mencari tempat persembunyian sambil berusaha menahan nafasnya sedalam mungkin, tidak tahu sempat atau tidak dia mencoba mencari tempat yang paling memungkinkan untuk nya bertahan dan bersembunyi
seketika pintu terbuka, seseorang benar-benar telah masuk ke dalam