
Nayla prov
dalam kenyataannya seorang gadis kaya belum tentu bahagia, terkadang dia hanya butuh seorang laki-laki atau pria dewasa yang mampu memahami,menjaga dan melindunginya
sejak kecil ayahnya selalu berkata
"jadilah orang yang kuat, berhenti menginjak kaki mu di atas kaki orang lain,kau sudah tumbuh dewasa, berhenti bersikap ke kekanak-kanakan"
jika dia terluka,ayah nya akan marah saat melihatnya menangis karena itu
"berhenti menangis,hapus air mata mu dan minta pelayan membersihkan luka mu"
karena itu hingga dewasa dia tidak pernah sekalipun mengangis didepan pria itu,dia selalu tampak tegar dan kuat padahal sesungguhnya dia begitu rapuh.ibu mereka dia dan kakak nya zuu bukanlah wanita yang kuat,selalu tenggelam dalam kesedihannya Karena ayah nya sering main perempuan dan berselingkuh,ibu mereka selalu mengurung dirinya di kamar dan enggan berinteraksi dengan mereka.kakaknya zuu adalah laki-laki tegar yang selalu sabar mengurus segala macam urusan ibunya bahkan hingga malam tragedi itu.
"dad hari ini ada pertemuan wali siswi, bisakah Daddy datang?"
sejak beberapa malam dia menunggu pria tua itu pulang kerumahnya, Karena meskipun mereka tinggal 1 atap jarang sekali mereka bisa bertemu dan saling bertegur sapa.ayahnya selalu pergi sebelum dia bangun dan pulang setelah dia terlelap,hari ini meskipun dia tahu mungkin pria itu tidak punya waktu untuk nya tapi mencoba adalah pilihan yang bisa dia lakukan
tuan azzur tidak bergeming,masuk ke dalam rumah bersama seorang laki-laki yang usia nya lebih tua 1-2 tahun dari zuu kakaknya
"Zein,bisa kau wakilkan aku!"
itu bukan kalimat tanya melainkan sebuah perintah yang cukup tidak bisa diganggu gugat oleh telinga manapun yang mendengar nya
Nayla menelan ludahnya sesak
"tapi Daddy belum pernah sekalipun datang ke..."
dia belum menyelesaikan kalimatnya,tapi pandangan tuan azzur seolah akan membunuh dirinya
Nayla seketika terdiam,tidak melanjutkan kata-katanya
"ah.. paman aku akan menunggu di mobil"
dia menatap wajah Zein dengan mata mulai berkaca-kaca
lalu dalam diamnya angin pagi gadis itu menangis tanpa suara duduk di kursi belakang sambil sesekali menghapus air matanya.dia fikir dia selalu iri dengan teman-teman nya yang selalu memamerkan ayah atau ibu mereka ketika di sekolah.
*****
gadis itu berjalan melangkah kecil menuju ke azzura company, membawa sebuah paper bag coklat yang isinya kotak kertas berwarna merah dengan pita di atas nya, mungkin sifatnya terlihat seperti anak-anak tapi dia memang belum tumbuh cukup dewasa, hari ini usianya tepat 17 tahun, harapan nya tidak banyak cukup melihat wajah pria tua itu,meminta sedikit ciuman di pipi dan memberikan dia sedikit doa agar dia tumbuh menjadi dewasa lebih cepat.
semua orang menundukkan kepala mereka, siapa yang tidak kenal gadis itu putri satu-satunya tuan azzur
"Daddy ada?"
dia bertanya ramah pada pegawai ayahnya, mengedipkan sebelah matanya sambil menunjukkan paper bag bawaannya
perempuan yang ditanya manggut-manggut
"tuan masih rapat,mungkin akan keluar dalam 20 menit"
__ADS_1
Nayla hanya mengangguk
"nona bisa menunggu di ruangan tuan"
sejurus kemudian gadis itu melesat masuk kedalam, meletakkan paper bag berisi cake itu di atas meja kemudian duduk di atas kursi.sebentar-sebentar dia melirik jam tangan nya,hingga pada akhirnya 20 menit berlalu tapi pria itu sama sekali belum datang,pada akhirnya dia tertidur di atas kursi dalam waktu yang cukup lama.2 jam bukan waktu sebentar untuk dirinya menunggu,tapi dengan harapan penuh dia membuang kata 2 jam itu seakan-akan tidak berlaku dalam masa tunggunya itu.
"aku fikir proyek ini harus tetap berjalan sesuai rencana"
samar-samar terdengar suara ayahnya dari balik pintu,seutas senyum tampak mengembang di balik bibirnya
"zuu akan melihatnya setelah dia kembali dari Singapore,aku fikir dia akan kembali besok sore"
klekk
pada akhirnya suara pintu terbuka,Nayla berdiri cepat dari duduknya menunggu ayahnya dengan perasaan berdebar-debar
"dad"
tuan azzur menatap wajahnya sejenak,kemudian terus bicara dengan orang-orang yang ada di sebelah nya
"pastikan tidak ada kesalahan,minta seseorang meninjaunya lebih dulu untuk pekerjaan yang satunya"
"baik tuan"
setelah beberapa orang itu pergi Nayla mencoba bicara tapi ponsel ayahnya berdering kencang,pria itu dengan cepat mengangkat nya
"aku akan turun dalam 5 menit"
setelah mematikan panggilannya tuan azzur langsung bicara tanpa pernah bertanya kenapa putri nya tiba-tiba datang kekantor nya
setelah berkata begitu lagi-lagi pria itu melesat pergi meninggalkan Nayla seorang diri
Nayla hanya menatap nanar ke arah pintu kantor ayahnya, kemudian menatap paper bag berwarna coklat Yang ada di atas meja,dia selalu berfikir 5 menit saja adalah waktu yang cukup yang bisa ayahnya berikan untuk membuat hatinya tersenyum,tapi ternyata 5 menit itu terkadang menjadi waktu paling menyakitkan untuk diri nya.dia meletakkan paper bag itu di atas meja kerja ayahnya,menulis sesuatu di atas sebuah kertas kecil
{selamat ulang tahun putri kecilku}
{tersenyum lah selalu ^.<}
kemudian hati nya terasa bergemuruh,air matanya menetes secara berlahan,isakan tangis mulai memenuhi ruangan.dia tidak butuh banyak hal tapi hanya sedikit saja perhatian.
masih tersimpan harapan jika pria itu akan menemuinya,meminta sedikit maaf karena mengabaikan dirinya,membuat kejutan kecil sebagai ganti kekecewaan nya,tapi berminggu-minggu dia menunggu sama sekali tidak pernah terjadi.ayahnya hanya mengirimkan dirinya kartu hitam untuk dirinya berhura-hura.
satu kali ayahnya pernah berjanji,1 tahun yang lalu saat usianya menginjak 18 tahun untuk pulang dan makan malam bersama.fikirnya mungkin ayahnya ingin menebus perasaan bersalah karena mengabaikan dirinya di ulang tahunnya tahun kemarin
"Daddy mungkin akan pulang sekitar jam 9,apa kau ingin sesuatu ?"
pria itu bertanya dari balik ponselnya
bayangkan bagaimana perasaan gadis itu,dia tersenyum lebar sambil menjawab
"tidak usah,daddy saja itu jauh lebih dari cukup"
__ADS_1
dia berdandan dengan sangat cantik, melirik diri nya berkali-kali di depan cermin dengan perasaan berdebar-debar,ini adalah untuk pertama kalinya ayahnya merayakan ulang tahun nya
"nona mau menu makan malam apa selain ini?"
pelayan rumah nya bertanya sambil menunggu keputusan Nayla
sebenarnya dia menginginkan banyak hal karena perutnya sudah cukup lapar,tapi saat ingat ayahnya akan segera tiba dia fikir apapun yang ada di atas meja saat ini lebih dari cukup
Nayla menggeleng
"ini saja bik"
wanita berusia kepala 4 itu cuma mengangguk pelan
gadis itu melirik ke arah jam dinding berkali-kali,menunggu waktu berjalan dengan cepat, berharap pria itu segera muncul dari balik pintu.tapi saat 30 menit waktu berlalu dia sama sekali tidak mendapati sosok ayah nya berdiri datang menghampiri dirinya.beberapa kali dia menghubungi ayahnya tapi panggilan nya sama sekali tidak di angkat oleh pria itu.
"non sudah mau jam 11, sebaiknya nona makan dulu"
pelayan wanita itu bicara memandang majikan kecilnya itu dengan tatapan iba
Nayla menarik dalam nafasnya
"bereskan semua nya bik, tinggal kan steak nya saja"
wanita itu mengangguk pelan
"bawakan aku wine bik"
sejenak wanita itu terdiam
"tapi non"
"bawakan saja"
"baik non"
matanya menatap lama botol wine yang ada dihadapannya, melirik kembali ke arah jam dinding sudah lewat tengah malam,dia masih berharap ayahnya datang sampai sebuah pesan singkat menyeruak di balik ponsel nya
"tuan besar bilang akan pulang besok,nona bisa segera pergi istirahat"
itu adalah pesan dari Zein tangan kanan ayahnya
kemudian dadanya terasa sakit, bahunya muai bergetar dan dadanya tampak mulai naik turun,dia menggigit kasar bibir nya, seketika air matanya tumpah, isakan panjang terdengar di seluruh penjuru rumah, tangisan nya kembali pecah ditemani gelapnya malam.
dia meraih botol wine dan menuangkan nya dengan tangan gemetaran,hari itu pertama kalinya dia belajar minum dan malam itu terakhir kali dia tinggal dirumah megah itu dan memilih keluar tinggal di apartemen nya sendiri.kemudian dia memakan steak nya dengan perasaan hancur diiringi tangis yang tidak mau berhenti meskipun dia meminta berhenti
dan...sayang
bayangkanlah bagaimana perasaan ku
ketika kau juga berencana menghancurkan diriku
__ADS_1
padahal aku benar-benar membutuhkan mu bahkan juga mencintai mu
nayla