
Ini pagi pertama untuk status zuu yang telah berubah, yang dia ingat biasanya saat membuka mata dia terbangun sendiri tanpa siapa-siapa di dekatnya,tapi pagi ini dia nyaris lupa jika gadis itu yang sudah menjadi istrinya tampak masih tertidur pulas sesekali menggeliat di atas kasurnya.Zuu melirik ke arah jam dinding,pukul 05.20 pagi dan itu masih terlalu dini.dia beranjak pergi menuju kekamar mandinya untuk waktu yang cukup lama, kemudian keluar masih dengan menggunakan handuk sebatas pinggang,dan dia masih lupa jika dia telah hidup dengan orang lain dirumah nya.
Tampak bii sudah terbangun kesadaran nya belum terkumpul penuh mungkin baru 25% saja ,dia duduk di tengah kasur sambil menguap dan merentangkan tangannya, mungkin dua type manusia itu sama-sama lupa jika mereka sudah tidak sendirian lagi, sesaat bii masih menguap zuu menyeruak keluar dari pintu kamar mandi dan menatap wajah gadis itu tidak bergeming.bii ikut tak bergeming,diam sejenak seakan-akan waktu terhenti,dia baru ingat jika dia tidak lagi tinggal dikamar nya melainkan tinggal dirumah dan dikamar laki-laki yang ada dihadapannya itu, dengan buru-buru menutup mulutnya dan memperbaiki posisi tangannya,dia berbalik cepat dengan perasaan malu.zuu menaikkan sudut bibirnya,dia baru tahu jika gadis itu punya sisi lain yang belum pernah dia lihat selama ini.
zuu membuat waktu berjalan seperti biasanya,dia masuk ke dalam walk in closed mecari pakaian kerja nya seperti pagi-pagi sebelumnya, sejenak ponselnya berdering dia mengangkat nya cepat
"hmm ada apa?"
dia bicara sambil memilih pakaian kerja nya serta beberapa barang lainnya, seketika tangan nya berhenti dia baru menyadari jika lemari nya kini tidak lagi di huni 1 jenis gender pakaian melainkan sudah terdapat banyak barang perempuan di sana
"sudah mendapatkan daftar penumpang nya?"
dia bertanya pelan sambil memilih sepatu nya
zuu tampak diam sejenak,mencoba mendengarkan orang di seberang sana bicara
"kirimkan ke ruangan ku,aku akan melihat nya nanti"
__ADS_1
setelah berkata begitu dia menutup panggilannya,mencari dasi serta pin nya
"bik.."
zuu bicara cepat dari dalam sambil sibuk membenahi lengan kameja nya
"bik..."
dia kembali memanggil tapi belum juga ada sahutan
dan seperti biasa dia pasti kehilangan arah bagaimana cara memasang dasinya,wanita hampir paruh baya itu yang biasa membantu dirinya.
"bibik..."
zuu kembali memanggil,dia bukan type laki-laki yang tidak sabaran terhadap wanita dewasa atau type wanita yang lebih tua,dia selalu memperlakukan mereka seperti orang tua,tidak mendengar jawaban zuu dengan cepat keluar dari dalam sana berfikir untuk turun ke bawah
"ya tuan?"
seorang wanita hampir setengah abad masuk menyahut,mereka berdua saling menyadarkan diri
wanita itu tersenyum,melirik ke arah 2 sosok manusia itu secara bergantian,dia fikir mereka pengantin baru yang masih terlihat malu-malu,apalagi bii gadis itu tampak memegang tengkuknya pelan, handuk gadis itu cukup pendek karena terlihat malu gadis itu mencoba menyembunyikan kaki kanan nya dengan kaki kirinya beberapa kali
"bisa tolong bantu pasang kan dasi ku?"
zuu bicara cepat ke arah wanita itu
__ADS_1
"tapi tuan, masakan saya dibawah sebentar lagi selesai,tidak ada yang membantu di bawah,takutnya jika ditinggalkan malah gosong"
wanita tua itu bicara cepat
zuu hanya diam,kemudian ingin menjawab
"aku akan membantu nya,bik"
bii bicara cepat ke arah wanita itu
zuu sejenak melirik ke arah bii,gadis itu mungkin seperti itu,jarang sekali menampilkan senyuman nya,bicara cukup kaku dan terkesan cukup dingin
"mungkin setelah berganti pakaian"
jawab nya kemudian
dari sudut pandang zuu gadis itu mungkin hanya melakukan kewajiban nya membantu pasangan nya,dari sudut pandang pelayan rumah itu mereka bagaikan pasangan yang romantis ketika si istri membantu suami menggunakan dasinya,tapi dari sudut pandang bii itu adalah trik untuk tidak membentuk kecurigaan wanita tua itu terhadap dirinya yang adalah istri tapi tidak mampu melakukan tugasnya,pada akhirnya pemikiran 3 orang dalam satu ruang itu tampak sangat berbeda-beda.
hingga setelah itu bii membantu memasang kan dasi laki-laki itu, keheningan tercipta di antara mereka,bagi zuu ini pertama kali nya Seorang gadis muda memasang kan dasi untuk nya dan itu cukup terasa asing dihadapannya. bii tetap menggerakkan tangannya dengan cekatan tanpa mengeluarkan suara sama sekali,yang terdengar hanya suara tarikan nafas mereka masing-masing di temani angin pagi
sejurus kemudian setelah bii selesai memasang dasinya,zuu mencium hangat kepala bii, setelah itu dia berkata
"tidak usah kekantor,tetaplah dirumah"
setelah berkata seperti itu, laki-laki itu pergi melangkah kan kakinya meninggalkan bii dalam keheningan.
__ADS_1
sedangkan bii tampak mematung,diam dalam seribu bahasa menatap punggung laki-laki itu yang semakin menjauh.