Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
Bad Think


__ADS_3

villa utama zuu


07.00 am


pagi


bii menggeliat pelan, hawa dingin terasa begitu menusuk tulang, bahkan tubuhnya terasa remuk redam berkat sisa kegiatan jelang pagi tadi. entah berapa kali zuu membuat dia terbang melayang ke dalam angan-angan tinggi nya hingga membuat sakit semua seluruh tubuhnya bahkan dia masih belum sanggup untuk bangun dari tidurnya. Dia kembali terlelap dan tenggelam ke dalam tidurnya ketika dia merasa tubuhnya di peluk erat oleh seseorang.


"Zuu, kita akan.."


Zain bicara pelan,memberi kabar jika dokter mesti memeriksa kembali luka di bahu belakang kirinya


zuu meletakkan jari telunjuk kirinya ke bibirnya, membiarkan Beberapa dokter memeriksa dirinya namun meminta agar mereka tidak membuat keributan.


tangan kanannya masih merengkuh tubuh bii, membiarkan gadis itu tetap terlelap di dalam pelukan nya didalam selimut tebal itu.


"Luka ini cukup baik"


kata seorang dokter laki-laki setengah berbisik


"Aku tahu mungkin kau begitu mencintai istri mu zuu,tapi lain kali jangan lagi bertindak terlaku ceroboh,ini bisa membunuh mu"


keluh dokter itu cepat


zuu malah tersenyum, tidak begitu mempedulikan ocehan dokter itu, masih terus memeluk BII sambil sesekali mencium puncak kepala gadis itu


Tidak lama kemudian mereka menyuntikkan beberapa obat ke lengannya,lantas meninggalkan zuu dan bii dengan cepat


"Aku sudah menyelesaikan semua yang kau tugaskan,zuu"


Zain bicara cepat dengan suara sedikit di rendahkan


"Setelah semua nya,aku fikir dia akan sangat membenci dirimu"


Zain bicara pelan, membuang kasar nafasnya


"Seharusnya kau menceritakan semua kenyataan nya, bukan memanipulasi kembali semuanya hingga melukai dirimu sendiri"


"Karena itu tidak akan aku lewat kan sedikit waktu bersama nya hingga hari itu tiba"


zuu bicara pelan, menatap wajah bii yang masih terlelap indah dalam mimpinya, Kemudian menatap Zain Beberapa waktu

__ADS_1


"Kembalilah ke rumah, aku akan datang sebelum beritanya naik cetak,katakan pada mereka dia akan pulang tidak lama lagi"


ucap zuu kemudian


Zain kembali menarik nafasnya kasar,dia lantas segera menutup pelan pintu kamar utama itu dalam hitungan detik segera pergi dari sana dengan perasaan yang tidak dapat dia jelaskan


seketika Zain menuju ke arah bawah villa, masuk ke dalam sebuah ruangan gelap dan menunggu pintu itu terbuka lebar, seketika semua lampu menyala tampak banyak mobil yang terparkir dengan rapi di sana, Zain memilih salah satu dari semua mobil-mobil itu, masuk kedalamnya Kemudian memacu nya menuju ke suatu tempat sesuai dengan permintaan zuu


menembus angin pagi melewati pepohonan yang berbaris di sepanjang jalan berbukit, dalam jarak tempuh yang cukup jauh, fikiran Zain ikut melayang jauh.


dia cukup keberatan dengan semua rencana zuu,dia memang membuka kembali kasus itu demi bii, tapi pada akhirnya jalan yang dipilih nya akan menyakiti laki-laki itu sendiri. mungkin benar bii akan kembali normal seperti sedia kala, nama keluarga nya akan menjadi bersih, semua orang yang terlibat akan diselesaikan dalam sekali ketukan, zuu benar-benar telah memperhitungkan semuanya, tapi pada akhirnya laki-laki itu malah akan menyakiti dirinya sendiri.


Dia ingin agar bii tahu tentang semuanya,tapi dia tidak dapat melakukan nya sesuai dengan instruksi zuu. zuu ingin gadis itu kembali lebih dulu ke rumah asalnya setelah kasusnya terbuka, Setelah itu terserah pada gadis itu. dia tahu jika bii hanya sedang memanfaatkan diri nya, gadis itu tidak benar-benar mencintainya, tapi zuu benar-benar sudah jatuh cinta pada gadis itu dengan caranya sendiri.


seketika Zain masuk ke sebuah jalan kecil menuju ke sebuah perumahan, melewati daerah itu kemudian menembus hutan Beberapa waktu, berbelok kembali ke sebuah tempat dimana tampak sebuah rumah yang pernah dikunjungi zuu sebelumnya, seorang wanita setengah abad membuka pagar tinggi itu untuk nya, seketika dia memarkir kan mobilnya disana, turun dengan cepat dari mobilnya


"Tuan"


wanita itu menundukkan kepalanya


"Dimana istri ku?"


"Nyonya seperti nya baru selesai mandi, tuan"


"Sayang, kamu sudah pulang?"


Elle yang baru keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan jubah mandi tampak terkejut melihat kedatangan Zain


Zain mengangguk pelan, memeluk erat tubuh Elle Kemudian mencium hangat bibir Elle untuk beberapa waktu


"Kamu tidak kemari dengan kak zuu?"


tanya gadis itu pelan


Zain menggeleng


"Dia masih punya urusan yang harus di selesaikan"


Elle tampak diam, balik memeluk erat zain.dia fikir begitu merindukan sosok ini beberapa waktu ini


"Kita menemukan adik kecil mu"

__ADS_1


bisik Zain tiba-tiba masih memeluk erat tubuh Elle


Elle tampak terkejut, menatap Zain dalam,seketika bola matanya tampak berkaca-kaca


"Benarkah?"


Zain mengangguk pelan


"Bii akan kembali dalam beberapa waktu, tunggulah sebentar lagi sayang"


Elle menangis pelan, dia fikir berapa lama mereka menunggu, dia benar-benar sangat merindukan adiknya itu. 8 tahun bukan waktu sebentar mencari bii, dia tahu Zain dan zuu pasti sudah menggunakan sejuta cara untuk menemukan bii.


Zain menatap dalam bola mata Elle, menyentuh pipi gadis itu dengan kedua telapak tangan nya


"Semua akan baik-baik saja, percayalah"


katanya pelan


Elle mengangguk cepat sambil berusaha tersenyum


dalam hitungan detik Zain mencium hangat bibir Elle untuk beberapa waktu, kemudian melepaskan berlahan.


"Dimana mama?"


tanyanya kemudian


"Dibawah,Sedang menikmati sarapan nya"


ucap Elle lembut kemudian melepaskan pelukan nya


"Aku akan menemuinya setelah membersihkan tubuh ku"


Elle hanya mengangguk kecil,berniat untuk keluar dari kamar menemui mamanya


"kamu tidak ingin ikut mandi dengan ku, sayang?"


Zain menarik pelan tangan Elle, memeluk gadis itu kembali untuk beberapa waktu


Elle tampak terkekeh,memukul pelan dada zain


"Kau tahu? Aku sangat merindukanmu"

__ADS_1


bisik nya pelan dibalik telinga gadis itu


__ADS_2