
flash back
3 Bulan sebelum nya
Jakarta
Rumah utama keluarga zuu
2 hari sebelum dia mendapatkan lokasi zuu
Bii sudah beberapa hari tidak keluar dari kamarnya, apalagi kondisi tubuhnya semakin melemah belakang ini.fikiran dan perasaannya pecah menjadi satu, kegelisahan terus menghantuinya. Sudah 3 bulan berlalu, zuu benar-benar menghilang dari hadapannya, dia belum sempat memberitahukan zuu soal kehamilannya, bahkan dia belum sempat bilang betapa dia mencintai laki-laki itu.
Dia mati-matian bertanya pada Zein dimana zuu,tapi suami kakak nya itu sama sekali tidak mau menjawab, hanya diam bungkam seribu bahasa.
"Bii"
Elle bicara pelan sambil mengelus rambut nya pelan
"makanlah lebih dulu,jaga kondisi kandungan mu"
bii tampak tidak menjawab, hanya terus memejamkan matanya untuk waktu yang cukup lama. Elle hanya menelan salivanya, meletakkan menu makan siang itu di atas nakas tepat disamping ranjang bii, kemudian secara berlahan beranjak dari sana, menutup pelan pintu kamar bii dan menghilang dalam hitungan detik.
Sedangkan bii masih berfikir bagaimana caranya untuk mencari tahu informasi soal zuu, siapa yang bisa dia andalkan dalam keadaan terdesak, siapa orang yang punya kekuatan penuh untuk mencari tahu soal seseorang yang cukup berpengaruh???
otaknya benar-benar terasa buntu, Beberapa kali dia mencoba untuk memikirkan soal siapa yang bisa di mintai bantuan di saat kondisi terjepit seperti ini, tiba-tiba ingatan nya masuk pada seseorang
"Allzigra"
ucapnya pelan
sahabat baik Alan, yang nyaris seperti kakaknya sendiri, laki-laki itu punya kuasa penuh di beberapa negara, dia punya banyak koneksi dimana-mana, bahkan dia bisa dengan mudah masuk ke sarang nya mafia, jadi bii Fikir laki-laki dengan julukan Casanova itu pasti bisa diandalkan
Seketika bii membuka matanya, mencari ponselnya yang entah kapan terakhir dia gunakan dalam 3 bulan ini, tapi dia sama sekali tidak menemukannya.Dalam hitungan detik dia dengan cepat keluar dari kamarnya Kemudian melesat turun menuju ke lantai bawah.
tampak sang mama sibuk di belakang entah tengah membuat apa, Elle berada di teras depan bersama pelayan rumah mereka entah tengah bicara soal apa, bii dengan cepat mencari ponsel nya di kamar depan, dia fikir mungkin terakhir kali dia meletakkan ponsel itu disana
"Valen, ada apa sayang?"
mama nya bertanya cepat ketika menyadari kehadiran bii dilantai bawah
"Dimana ponsel ku, ma?"
tanya nya sambil terus mengacak-acak isi lemari pakaian di kamar itu
mamanya mencoba untuk membantu mencari ponsel itu
"Dimana terakhir kamu meletakkan nya?"
bii tampak diam, kemudian dia menggeleng pelan
"Aku lupa"
jawabnya Kemudian
"Mau menggunakan hape mama?"
mama nya tampak menawarkan ponsel miliknya, bii berfikir sejenak
Dia menggeleng
"Dia tidak akan mengangkat nya jika aku menggunakan nomor yang berbeda"
mama nya tampak mengerutkan dahinya sejenak
"Siapa?"
"Seseorang yang sudah seperti kakak ku sendiri, kami saling mengenal di Manhattan sejak 8 tahun yang lalu, dia satu universitas dengan Alan saat di USA"
mama nya diam, kembali mencoba mencari ponsel bii di beberapa laci-laci kecil
"Apakah ini?"
mama nya bertanya sambil memperlihatkan sebuah ponsel ke arah bii
bii menarik nafasnya pelan
"Syukur lah"
mengambil ponsel nya kemudian mencoba mengecek batre nya
Kosong
__ADS_1
batinnya
kemudian dengan cepat menyambar charger entah milik siapa yang berada di atas nakas di samping kasur kamar tersebut
"Ma"
ucap bii pelan
"ya sayang?"
"Bisa tinggalkan aku sebentar?"
tanya nya pelan
mama nya mengangguk lembut, kemudian mencium hangat kening bii
"Lakukanlah apa yang kamu anggap baik, jangan berfikir terlalu jauh dan berat"
ucap wanita paruh baya itu pelan, menatap bola mata Bii dengan pandangan penuh cinta bercampur dengan rasa sedih
melihat bola mata sang mama yang berkaca-kaca, hati bii mulai mencelos, tiba-tiba air matanya tumpah tanpa bisa dibendung lagi
"Semua akan baik-baik saja"
ucap sang mama sambil mengelus pelan perut bii
"Kalian akan baik-baik"
bii hanya mengangguk pelan, membalik badannya dengan cepat
mama nya secepat kilat keluar dari sana , dia takut sang putri akan menangis semakin menjadi saat melihat air matanya.
Setelah memastikan mamanya menutup pintu kamar, Bii dengan tangan gemetaran mencari no all di sana, dia fikir semoga all tidak sedang bersama seorang perempuan, mengingat laki-laki berjuluk Casanova itu sering tidur dengan perempuan mana pun yang dia sukai.
Dulu dia sering memarahi laki-laki itu karena sikap play boy nya, bahkan shaikha sering mengomel tidak jelas pada nya soal kakak laki-laki nya itu, dia dan Shaikha mengambil kuliah di tempat yang sama juga mengambil jurusan akuntan yang sama.tapi karena keadaan gadis itu membuang cita-cita nya dan terjun kedunia fashion menggantikan aish kembarannya yang meninggal hampir 2 tahun yang lalu.
Bahkan lucunya uncle ezzar pernah mencoba untuk menjodohkan dirinya dengan all, tentu saja dia menolaknya, karena saat itu hatinya hanya terus bergantung pada Alan, baginya dunia nya hanya Alan, dan satu-satunya yang dia butuhkan hanya Alan.
dia acapkali tidur di rumah keluarga hillatop tiap kali mengambil liburan sekolah bahkan kuliahnya di Prancis, bahkan pernah beberapa kali ikut ke Dubai bersama untie Jean dan uncle enar.Dia benar-benar diperlakukan seperti anak sendiri didalam keluarga hillatop.
Dia mencoba menghubungi all, dengan harapan jangan sampai salah satu perempuan satu malam laki-laki itu yang mengangkat nya. panggilan pertama tidak ada respon, bii kembali mencoba membuat panggilan kedua, Seketika terdengar panggilannya terangkat
dia bicara dalam keadaan terisak, rasanya seakan-akan ingin mengadu kepada kakak nya sendiri saat ini.
"ya?"
terdengar sahutan dari seberang, bii Fikir itu suara seorang perempuan
bii fikir lagi-lagi all tengah tidur dengan perempuan satu malam nya, dan Karena sudah. tidak heran lagi dengan kelakuan all dengan cepat bii menghentikan isakannya
dia bertanya cepat
"maaf, kamu siapa?"
tidak terdengar jawaban dari sana, hanya samar-samar terdengar suara all
"siapa sayang?"
bii fikir bahkan laki-laki itu masih tetap gombal seperti biasanya terhadap perempuan, dia fikir entah kapan laki-laki itu akan berubah dan mendapatkan pasangan terbaik nya, yang bisa mengubah watak sang Casanova pastilah gadis yang sangat luar biasa.
"Bisa aku bicara dengan all?"
dia bertanya lagi kepada perempuan itu
"Dia ingin bicara dengan mu"
perempuan itu tampak bicara lembut ke arah lawan bicaranya
tidak lama terdengar suara all di balik telinga nya
"Ada apa, bii?"
"All aku butuh bantuan mu"
"Beri aku waktu 5 menit"
terdengar all seperti nya bicara dengan perempuan itu sejenak
"Ada apa, apakah terjadi sesuatu yang buruk pada mu? shaikha bilang kamu menghilang dalam beberapa bulan ini?"
pertanyaan all terdengar begitu khawatir, dia terus bertanya dengan perasaan cemas
__ADS_1
"dimana Alan? apa yang terjadi pada mu, bii? kau tahu kami sangat merindukan mu!"
seketika tangis bii pecah, dia merasa mendapat kan angin segar, laki-laki yang sudah seperti keluarga besarnya sendiri terdengar begitu mengkhawatirkan keadaan nya
"Bii jangan membuat ku khawatir, katakan dimana kamu sekarang?"
"Aku benar-benar butuh bantuan mu"
"Katakan"
*****
2x24 jam yah 2x24 jam all menjanjikan hal itu pada nya, dia akan mendapatkan informasi soal suami nya.
All tampak begitu marah awalnya saat dia berkata jika dia sudah menikah, bahkan yang membuat all begitu berang dirinya menikah dengan keluarga azzura, hubungan hillatop dan azzura tidak baik sejak kakek all tuan Hillatop tua yang memegang tanduk Astaro hillatop company, terdapat perselisihan serius antara kakek zuu dan kakek all dimasa lampau yang membuat hubungan itu memanas bahkan menjadi musuh bebuyutan hingga hari ini, saat mendengar bii meringsek masuk ke keluarga azzura demi misi balas dendam, jelas saja all begitu marah.
"Apa kau gila?"
tanya all dengan emosi yang menggebu
"Aku akan menemui Alan secepatnya, laki-laki itu sudah gila"
"Dia sama sekali tidak terlibat"
ucap bii cepat
"Lalu? apa kau menyerahkan tubuh mu begitu saja pada laki-laki itu hingga bisa masuk ke keluarga azzura company?"
bii memejamkan matanya sejenak
"Maaf kan aku"
hanya ucapan itu yang bisa keluar dari mulutnya
"oh breng sek"
umpat all kesal dari balik telinga nya
"Aku mohon all, bantu aku mencari informasi dimana zuu berada"
"Apa dia mencampakkan mu?"
"Bukan begitu"
"Lalu apa? seorang laki-laki menghilang jika tidak ingin meninggalkan mu, lalu apa lagi?"
"All aku mohon bantu aku mencari dimana dia, setelah itu aku akan kembali ke Manhattan, akan aku jelaskan semuanya"
terdengar desahan nafas yang cukup kasar dari balik telinga bii, all seakan-akan tidak terima
"Beri aku waktu 1x24 jam paling lambat 2x24 jam, aku pastikan akan menemukannya, jika kau menemukan nya, pulang ke Manhattan secepat nya dan aku tidak mau mendengar kamu masih berada di ruang lingkup keluarga azzura company bagaimanapun caranya"
"Baik"
*******
"Aku memanipulasi panggilannya, mereka akan menghubungi kamu dalam beberapa menit lagi, kamu akan mendapatkan titik lokasinya dari sana"
ucap all pelan dari balik ponsel nya
dan benar saja tiba-tiba seseorang dari pihak rumah sakit menghubungi nya
"Dia belum juga sadarkan diri sejak kali terakhir setelah di operasi, kami sudah sangat berusaha"
"Tidak ada satu keluarga pun yang boleh tahu keadaannya, itu adalah pesan dari nya sebelum datang menemui Sam"
"Lalu kenapa sampai ada yang tahu keadaannya?"
"Seperti nya ada kesalah pahaman disini, pihak rumah sakit salah memberi kabar pada keluarga pasien"
"3 bulan lebih waktu komanya, kami fikir sudah tidak ada harapan lagi"
"Apa yang kalian lakukan? kenapa sampai orang terdekat nya tahu?"
"Apa kau gila? istri nya kenapa ikut tahu? dia tengah hamil muda, kandungan nya begitu lemah"
semua suara-suara itu memekakkan telinga bii, dia berlarian ke sebuah rumah sakit paling ternama, berlarian kesana-kemari mencari sosok zuu yang katanya tidak sadarkan diri sudah 3 bukan lebih, tidak lagi dia perhatian kondisi tubuhnya sendiri,tidak lagi dia peduli jika kondisinya yang tidak stabil dan lemah sejak beberapa bulan ini, dia terus berlarian, naik turun ke arah tangga mencari dimana mereka menyembunyikan nya.
seketika air mata membasahi mata serta pipi bii, tubuh zuu berada didalam sebuah ruang kaca besar yang tidak boleh ada 1 pun orang yang datang berkunjung dan kata mereka itu dilakukan sesuai kemauan Zuu sebelum malam kejadian dia menjebak Sam dalam perangkap yang dia buat.
(Catatan \= baca season Allzigra di novel GADIS PILIHAN TUAN PENGUASA )
__ADS_1