
Malam tadi
gereja katedral Jakarta
22.35 pm
(Note \= suasana lebih redup dari di foto)
Terdengar derap langkah sepatu yang berjalan masuk menuju ke dalam gereja katedral, diikuti gelapnya pekat malam serta cuaca yang mulai ekstrim memasuki musim penghujan.gereja yang biasa nya cukup terang tiba-tiba berubah temaram untuk malam ini, apalagi jam segini sudah tidak ada lagi penghuni lain disana, sejenak orang itu berhenti, Kemudian duduk sejenak untuk berdoa, tidak mengeluarkan suara apapun sejak awal datang. Dalam waktu yang cukup lama dia berusaha bangun dari duduknya namun sebuah suara bariton cukup mengejutkan nya
"Bukankah aneh, kita bertemu kembali disini setelah 8 tahun, paman Haikal"
yang di sebut nama nya tampak terkejut bukan main, mundur beberapa langkah sambil berusaha membiasakan pandangan nya pada laki-laki yang barusan saja bicara pada nya
"Kau luar biasa, zuu"
dia menjawab sambil tertawa sedikit memaksa saat sadar siapa orang yang duduk di hadapannya
"Aku penasaran bagaimana respon keluarga besar Aidil, termasuk putri nya Valen saat tahu jika suami bibinya telah mengkhianati dirinya"
"Apa maksud mu?"
tampak tidak peduli dengan pertanyaan Haikal, zuu kembali bicara
"Awalnya aku hanya bingung, hanya karena tender proyek atau sekedar ingin menutupi 2 pembunuhan sekaligus harus mengorbankan banyak sekali orang, Kemudian aku sadar pasti ada sesuatu yang lebih besar lagi sebenarnya terjadi pada hari itu"
zuu bicara dalam posisi duduk santai menghadap ke arah Haikal
"Hingga akhirnya rasa penasaran yang begitu besar membuat ku untuk mencari tahu"
lanjutnya lagi
Haikal terkekeh
"Lalu apa yang kau dapatkan?"
"Penggelapan kokain dan butiran garam didalam pipa proyek yang dikirim dari negara tetangga cukup membuat ku yakin jika itu adalah alasan semua orang rela saling menghabisi antara satu dan yang lain nya"
"Bukankah uang yang didapat cukup sepadan? tidak heran dana proyek yang kasus nya sudah naik ke permukaan saat itu,baru kembali ke rekening negara dan terealisasi setelah 1 tahun! karena ada dana lain yang lebih besar yang bahkan tidak sebanding dengan dana itu. kalian benar-benar luar biasa, paman "
Haikal tertawa terbahak bahak, seakan-akan dia tidak percaya zuu bisa menebak semua nya dengan cara yang luar biasa
"hahahaha kau terlalu lamban dalam menebak nya zuu, bahkan baru kau sadari Setelah 8 tahun berlalu"
__ADS_1
"Seandainya mereka mengetahui nya dulu, maka cerita nya pasti akan menjadi sedikit berbeda"
"Jadi tebakan ku benar-benar tidak salah bukan? uang yang didapat pasti begitu besar, hingga membuat kalian mampu miliki banyak investasi di berbagai kota bahkan negara"
Haikal kembali tertawa
"Itu kerja keras yang sepadan bukan?"
"Tentu saja, itu cukup sepadan"
kemudian zuu berdiri dari duduknya, berjalan mendekati Haikal
"Hanya saja aku penasaran bagaimana reaksi bibi aliana saat tahu jika anda masih hidup, paman"
seketika Haikal terdiam, rahangnya mengeras kemudian menatap tajam ke arah zuu yang saat ini sudah berdiri tepat di hadapannya
"Apa maksud mu?"
"Aku cukup penasaran siapa yang ingin melenyapkan mereka di malam itu, mengingat ayah ku diperintahkan untuk masuk kekeluarga Aidil malam itu"
"Lalu teka-teki rumit itu menuntun ku pada satu kenyataan, jika kau lah yang membuat perintah untuk melenyapkan keluarga mu sendiri malam itu, apakah aku salah, paman?"
Haikal tampak gemetaran, menatap zuu dengan pandangan yang sulit untuk di artikan
"Aku sudah melakukan tes DNA, kau marah karena anak yang kau anggap putra kandung mu ternyata bukan benar-benar darah daging mu"
"Hingga akhirnya kau memilih masuk ke keluarga Aidil secara diam-diam, menikahi adik bungsunya untuk menghilangkan rasa kecewamu terhadap istri mu yang mendalam"
"Bagaimana kau tahu semua itu hah?"
tampak amarah Haikal menggebu, suara menggelegar nya memecah keheningan malam, dia seakan-akan baru saja tertangkap mencuri oleh seseorang, rahasia yang telah di tutupi nya dengan rapat seketika terbuka begitu saja
"Aku tanya bagaimana kau tahu semua itu? "
zuu tampak tidak bergeming, mengangkat tangannya pelan ke atas, kemudian 2 orang keluar membawa seorang perempuan
aliana tampak gemetaran, air sudah memenuhi seluruh indera penglihatan nya,dia berjalan berlahan mendekati Haikal, Haikal mundur beberapa langkah seakan tidak percaya dengan pandangan nya.
"Aku pasti salah dengar kan?"
Aliana berjalan sambil terus mendekati Haikal
Dia fikir laki-laki ini pasti telah membohongi dirinya, meskipun tidak mencintai laki-laki ini disaat awal pernikahan, perasaan itu sempat tumbuh dengan baik, apalagi ketika laki-laki yang dia panggil suami itu selalu memperlakukan dirinya dengan sangat lembut, baik dan romantis. kesalahannya karena dia memang pernah tidur dengan Sam cinta pertama nya, hingga membuahkan anak diluar pemikiran nya, dia pun saat itu tidak tahu jika dia mengandung anak Sam,tapi merencanakan pembunuhan terhadap seluruh keluarga mereka malam itu tidak pernah terpikir kan oleh nya adalah rencana suami nya sendiri.
plakkkk
__ADS_1
sebuah tamparan mendarat di wajah Haikal
hahahaha
aliana tertawa sambil terus mengeluarkan air mata nya, bahkan dia menyusun siasat balas dendam untuk kematian suaminya, Karena dia fikir laki-laki ini malam itu juga telah binasa bersama semua orang didalam rumah. dia fikir ini semua perbuatan azzura, bahkan dia telah menggunakan putri Aidil untuk menghancurkan keluarga itu, menjebak zuu agar meniduri bii dan menyusun strategi untuk mendapatkan semua bukti agar kekuarga azzura hancur berkeping-keping.
"Kau benar-benar bajingan"
akhhhh
aliana berteriak histeris, marah dengan semua keadaannya, marah dengan kebodohan nya,marah karena semuanya membuat Alan dsn bii pada akhirnya harus saling menyiksa antara satu dengan yang lainnya
Haikal berniat kabur dari sana, tapi dalam seketika Beberapa polisi menyeruak masuk dari segala sisi untuk menangkapnya
"Kau menjebak ku"
Teriak Haikal
zuu mundur beberapa langkah
"Anda kami tahan atas kasus pembunuhan, manipulasi dana dan juga perdagangan obat terlarang untuk kasus 8 tahun yang lalu"
seorang polisi berpakaian preman bicara cepat ke arah Haikal
beberapa polisi berpakaian dinas lengkap langsung memborgol tangan Haikal, beberapa wartawan mulai menyeruak masuk ke dalam.
aliana tampak masih menangis histeris di lantai Karena rasa kecewa nya yang mendalam, zuu mencoba membungkukkan pelan tubuhnya, dia berbisik ke arah aliana
"Semua belum berakhir, kau lebih tidak akan percaya siapa dalang di balik semuanya"
aliana terdiam, langsung menoleh ke arah zuu, menatap wajah laki-laki itu beberapa waktu
zuu dengan cepat berdiri, berjalan menjahui semua orang.di ujung pintu gereja tampak pengacara Mufti tengah berdiri disana,menatap zuu yang berjalan semakin mendekati dirinya
"Kau mengirim rekaman di dalam flashdisk itu ke pihak penyidik?"
tanyanya pelan
zuu hanya diam, mengeluarkan rokok dari saku celananya,meletakkan nya ke bibirnya kemudian mematik api dari pamatiknya. menghisap berlahan rokok itu beberapa waktu.
"Aku harus pulang sekarang"
"Zuu..."
"Selesai kan semua nya seperti rencana"
__ADS_1
setelah berkata begitu dia segera melesat pergi dari sana