
Bii tampak sibuk membuat sesuatu di dapur, dengan rambut yang terikat asal juga menggunakan Apron di tubuhnya dia mencoba membuat makanan penutup yang manis setelah selesai membuat beberapa menu untuk makan malam.
Setelah seharian menunggu zuu yang tidak kunjung pulang, tidur di kamar tanpa kegiatan pada akhirnya dia memilih mengacak-acak isi dapur untuk membuat hidangan makan malam.
awal nya dia fikir hanya makan malam,namun tiba-tiba dia fikir di dampingi desert juga membuat sedikit pay juga tidak buruk.
pelayan yang biasa nya bekerja di dapur awal nya melarang dia untuk melakukan semuanya, namun bii berkata biarkan dia membuat nya sekali ini untuk zuu, mereka perlu menikmati makan malam masakan nya secara pribadi sesekali. pada akhirnya sang pelayan mengalah juga, meninggalkan nyonya nya itu untuk mengerjakan semuanya sesuka hatinya.
Semua nya hampir tampak sempurna fikirnya,dia cukup puas dengan hasilnya,tidak merasa kecewa setelah sejak tadi berkutat di dapur.Sempat sesekali melirik ke arah jam dinding kemudian tidak lagi mempedulikan waktu.
Tiba-tiba sebuah tangan besar mengejutkan Dirinya, memeluknya lembut dari belakang kemudian mencium hangat lehernya
"Kamu sudah pulang?"
Dia bertanya pelan sambil mencoba menyusun desert nya di dalam piring
"Hmm"
zuu hanya menjawab pelan, tetap memeluk erat tubuh bii sambil memejamkan pelan matanya untuk waktu yang cukup lama
"Apakah hal yang berat terjadi?"
tanya bii pelan
zuu tampak menarik nafasnya berat
"He em"
Bii menoleh sejenak, menatap wajah zuu yang tampak lelah
"Biarkan Seperti ini sebentar lagi"
bisiknya Kemudian
bii mengangguk pelan
Tidak lama kemudian bii mencoba menyentuh pelan wajah zuu
"Apakah sesuatu yang buruk mengganggu perasaan mu?"
tanya nya lagi
Zuu tidak menjawab, tidak lama kemudian dia mencoba membalik tubuh bii agar menghadap ke arah nya
"Zuu aku belum menyelesaikan desert nya"
bisiknya agar tidak menyinggung perasaan zuu
Bukannya menjawab, laki-laki itu malah menarik pelan dagunya kemudian menyatukan bibir mereka untuk waktu yang cukup lama.
Bii memejamkan pelan matanya, mengeratkan pegangannya pada lengan zuu karena ciuman nya terasa semakin dalam dan hangat
Zuu melepaskan ciumannya secara berlahan, tersenyum kecil melihat bii seperti tidak bisa bernafas dengan baik.
"Kamu suka makanan manis?"
tanya bii Kemudian mencoba membalikkan tubuhnya
"Lumanyan suka"
"Artinya tidak begitu suka"
"Lumanyan sayang"
"Baiklah, lumanyan"
bii tersenyum geli, membalik tubuhnya cepat lantas mengeluarkan Pai dari dalam oven yang panas
"Awhh"
__ADS_1
Bii berteriak kecil, saat tanpa sengaja jemarinya menyentuh pinggiran loyang
Zuu dengan cepat menarik tangan nya
"Bukankah aku sudah bilang, biar pengurus villa saja yang membuat makanan?"
zuu kelihatan panik dan marah, tampak jari telunjuk kanan bii sedikit memerah, dengan cepat memasukkannya ke dalam mulut zuu. kemudian mengarahkannya ke air keran di wastafel
"Itu cukup membuat ku bosan, rasanya di kamar seharian membuat seluruh tubuh ku kaku, zuu"
"Tapi ini bisa melukai mu, coba lihat"
omel zuu
bii tertawa
"Itu karena kamu mengganggu ku secara tiba-tiba"
zuu tampak terdiam
"Hmm baiklah, aku kembali ke atas"
zuu bicara cepat kemudian membalikkan cepat tubuhnya
"Hey..."
bii menarik tangan zuu dengan gerakan refleks
"Aku baru tahu kamu gampang merajuk"
zuu diam
"Aku bilang karena mengganggu tiba-tiba kan? aku tidak bilang kamu mengganggu kegiatan ku sepenuhnya"
bii bicara sambil menatap dalam bola mata zuu, dia baru tahu laki-laki itu juga bisa marah atau merajuk
"Lupakan saja"
"Sayang"
bii kembali dengan cepat menarik tangan zuu
"Kamu bilang apa barusan?"
zuu membulat kan bola matanya
"Sayangggg"
goda bii
"Aku fikir aku tidak mendengar nya dengan baik"
"Kau mengerjai ku"
"Katakan sekali lagi"
"Sayang"
"lagi"
"Lihat bahkan dia begitu manja sekali"
ledek bii
"Baiklah, anggap saja aku tidak mendengar nya"
zuu kembali membalik tubuhnya
Dengan cepat bii menarik kembali tangan zuu, menyentuh kedua belah pipi zuu dengan sedikit menjinjit
__ADS_1
"Dengar kan dengar baik, sayang... sayang... sayang... sayang..."
setelah itu dia dengan usil mencium bibir zuu sangat dalam
zuu tertawa lepas, mengangkat tubuh bii dengan cepat ke dalam pelukannya
"Zuu turunkan"
teriak bii sedikit tertahan
laki-laki itu malah melepaskan apron dari tubuh bii dengan cepat
"Zuu..."
bii menaikkan alisnya
tanpa menjawab, zuu dengan cepat menautkan bibir mereka Beberapa waktu, sambil tangan nya yang lain bekerja dengan nakal ke mana-mana
"Sayang nope, jangan di dapur.... bagaimana jika ada yang datang"
omel bii cepat
Zuu malah dengan cepat menyandarkan tubuh bii ke arah dinding, bii tampak tidak berkutik
"Zuu..."
Suaranya terdengar sedikit tidak beraturan
Tiba-tiba zuu mengambil sebuah remote kecil, menekan sebuah tombol, Kemudian secara otomatis pintu dapur tertutup
"Tidak akan ada yang berani masuk ke sini"
bisik nya pelan ke samping telinga bii
"Sayanggg ini di dapur, Akhh..."
dia ingin protes, tapi zuu dengan nakal mulai membuat nya bergelora
Laki-laki itu menaikkan tubuhnya ke atas meja
"sayang..."
"Ssttt.."
"Ini gila"
pekik bii pelan ketika zuu mulai dengan nakal membuat tubuhnya menggila
"Kita akan melakukan makan malam zuu"
pekik nya kecil
"Masih ada waktu 2 jam kurang sedikit kan?"
zuu mendekatkan keningnya ke kening bii
"Zuu.."
rengeknya Kemudian
Zuu malah terkekeh kecil
"Suara mu yang begitu semakin membuat ku menginginkan nya"
setelah berkata begitu dia kembali menautkan bibir mereka
membawa bii menuju ke arah yang selalu tidak di duga, menggunakan cara-cara baru hingga membuat gadis itu acapkali menjerit kecil karena malu,nikmat dan terbang entah kemana.
Bagi bii Laki-laki itu acapkali membuat dirinya mengeluarkan suara-suara aneh yang tidak bisa di kendalikan, membuat dirinya kadang kala berdebar-debar, jatuh bangun dengan cara yang luar biasa, kadang dia tidak tahu itu perasaan apa, tapi dia merasa begitu bahagia tiap kali zuu melakukan hal-hal yang tidak pernah di dapatkan dari siapapun di dunia ini.
__ADS_1
Laki-laki itu bahkan mampu membuat dia terlihat manja, bisa membuat dirinya berbunga-bunga, bisa membuat dirinya ingin menangis atau bahkan terus tertawa. acapkali dia meras takut dengan perasaan nya, tapi dibandingkan ingin menepis semuanya, dia malah terus terhanyut dengan segala perlakuan nya.