Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
Ending Happy / Unhappy


__ADS_3

Bii menatap sebuah ruangan yang terletak di kamar utama atas, rumah keluarga azzur di Manhattan. Ini adalah kali ke dua dia datang, kemarin dia kemari dalam keadaan tergesa-gesa, kali ini dia kemari memang benar-benar terencana.


Dia fikir untuk tidur di kamar utama milik zuu bersama dengan kenangannya


"Kakak dimana? di rumah utama di Manhattan?"


Nayla bertanya melalui Vidio call ke arah bii


bii mengangguk pelan


"Sudah cukup besar, apakah masih sering merasa mual nay?"


tanya nya sambil mengikat pelan rambutnya, handphone nya dia letakkan di atas sebuah nakas di depannya, kemudian bii dengan cepat meraih sebuah alat lukis


"sudah tidak mual dan sering muntah lagi, nafsu makan malah semakin memburuk, aku tidak bisa mengontrol makan belakangan ini, berat badan ku naik beberapa kilo"


Nayla tampak bergidik ngeri


bii tersenyum mendengar ocehan nayla, tangannya mulai sibuk melukis


"Kakak sudah cukup mahir melukis"


puji Nayla Kemudian


"Aku akan mencoba membuat wajah baby nya"


ucap bii sambil tersenyum senang, seketika tangannya berhenti


baby, dia menyentuh pelan perut nya yang sudah tidak terisi


"sayang, kau melamun?"


Alan bertanya cepat mendekati Nayla kemudian mencium wajah gadis itu


"Ah maaf, kenapa?"


tanya bii pelan


"Coba lihat"


Alan bicara sambil menunjuk kan kebuah foto USG 4G


"Mereka bilang anaknya laki-laki"


bisik Alan cepat


"Aku sangat kesal sekali"


rengek Nayla


bii terkekeh


"Kenapa?"


"Dia hanya akan main bisboll dengan ayahnya atau jika tidak dia hanya akan bermain bola kaki bersama, dia tidak akan menggunakan make up bersama ku atau memasak di dapur dengan ku"


gerutu Nayla


"Oh come sayang, kami bisa membantu mu melakukan itu nanti setelah dia besar"


Rayu Alan pelan


bii terus terkekeh


"agar kalian tidak bertengkar, aku akan membawanya setelah dia lahir"


goda bii


"itu ide yang bagus"


sungut nayla


"What? kau tega sekali"


omel Alan


"Aku dengar kau dekat dengan seorang laki-laki, sayang"


Elle tiba-tiba muncul di belakang Alan dan Nayla

__ADS_1


bii tampak diam, tangan nya yang sibuk melukis kembali terhenti


"Jika belum siap jangan diterima, kau hanya akan menyakiti laki-laki itu pada akhirnya"


ucap Elle cepat


Bii mencoba tersenyum


"Aku hanya mencoba membuka lembaran baru"


"Ada banyak cara, tidak mesti dengan cara seperti itu"


lanjut Elle lagi


"Aku dengar dari pihak rumah sakit jika kak zuu..."


bii seakan tidak ingin mendengar orang-orang membuka luka itu lagi


"aku matikan dulu telpon nya, ada seseorang yang datang"


dengan cepat bii mematikan ponselnya, bell pintu depan benar-benar terdengar berdendang Beberapa kali, bii melesat turun secara berlahan namun saat dia membuka pintu, tidak mendapatkan siapapun disana.


dia mengerutkan dahinya


"Siapa yang cukup usil di jam segini"


bii bicara sambil melirik ke arah jam dinding, masih pukul 7 malam


"Seseorang datang tadi bibik?"


bii bertanya pada pelayan rumah


wanita itu tampak ragu menjawab


"Sudah 2 kali, dibuka malah tidak ada orang sama sekali, saya fikir seseorang baru saja masuk ke dalam, tapi ternyata tidak ada"


keluh wanita itu kemudian


bii membulatkan bibirnya


"ini aneh, kenapa sepertinya tuan muda yang barusan masuk"


"Ada apa bibik?"


"tidak apa-apa, saya rasa saya akan kembali lebih awal hari ini nona, hari ini ada keluarga yang datang berkunjung kerumah"


bii mengangguk cepat


"Tidak masalah"


ucapnya cepat


Bii mencoba kembali naik ke kamar atas, membuka berlahan teras kamar lantas duduk disebuah kursi santai sambil menatap jutaan bintang yang bertaburan di langit


"Jika kau merindukan ku, berdirilah diteras rumah sambil berfikir bintang yang mana orang yang kau cari, pastikan aku *****berada p********ada salah satu bintang yang ada disana***"


Bii mencoba mengulurkan tangannya, menarik garis simetris di antara jutaan bintang, seketika air matanya tumpah


********


Bii terlelap Beberapa waktu, setelah seharian mengerjakan banyak hal tubuhnya terasa begitu lelah dan penat.dia awalnya masih ingin melanjutkan merangkai bunga, tapi matanya benar-benar terasa begitu lelah hingga membuatnya tertidur juga di atas kasur milik zuu.


Halusinasi dan khayalan nya berjalan seperti biasa, acapkali dia merasa zuu selalu hadir di samping nya, menyentuh lembut wajahnya bahkan mencium hangat keningnya. tapi rasanya semua terasa begitu nyata, sebuah bibir terasa menyentuh lembut bibirnya, terasa basah dan begitu dalam, membuat dirinya terbuai cukup lama.




Seakan-akan tangan itu benar-benar berada di pinggangnya, memeluknya dengan begitu erat,dia fikir dia benar-benar tengah mengalami mimpi yang begitu parah setelah sekian lama. seakan-akan tubuhnya benar-benar dikuasi oleh seseorang yang aroma nya sama persis seperti aroma zuu.


tapi seketika kesadaran nya menjadi terkumpul, bii Fikir ini bukan mimpi, sesuatu yang nyata benar-benar mengungkung dirinya, ciuman itu semakin dalam dan lama, tubuhnya terasa begitu berat, apalagi saat tangan kokoh itu terasa benar-benar menyentuh bagian-bagian paling sensitif pada tubuhnya


Bii seketika membuka bola matanya


ini bukan mimpi,yah ini bukan mimpi fikirnya



"Kamu sudah bangun, sayang?"

__ADS_1


suara khas itu bertanya lembut ke arahnya, menyentuh pelan wajahnya kemudian mencium lembut bibirnya


"Ah...aku sangat merindukan mu"


ucapnya pelan, memeluk erat tubuh bii dalam waktu yang lama


Seketika suara isakan tangis bii terdengar lembut kemudian lama-lama menjadi begitu kencang tak terbendung lagi


"apa kamu hantu?"


tanya nya Kemudian


"Apa aku sedang bermimpi?"


"Apa aku sudah mulai gila zuu?"


zuu melepaskan pelukannya secara berlahan, menatap wajah gadis itu dalam, lantas mencubit pipi bii sedikit kencang


"Akhh sakit"


ringis bii


"Apakah seseorang yang tengah bermimpi bisa merasakan sakit setelah di cubit?"


tanya zuu ke arah bii, kemudian keningnya menyatu ke kening bii


"Zuu.. aku benci pada mu"


rengek bii kemudian, air matanya tumpah tanpa bisa dia bendung kembali,lantas memukul dada zuu Beberapa kali


"Akhhh, itu sakit sayang"


zuu meringis pelan


bii tampak terkejut


"Apakah masih sakit? apakah itu bekas tembakan nya?"


bii tampak bertanya panik, mencoba menyentuh dada zuu Beberapa kali


zuu terkekeh


"Aku sangat merindukanmu"


ucapnya pelan


"Kau tahu, bahkan kerinduan ku tidak sebanding dengan rasa rindu mu"


ucap bii cepat, matanya mulai berkaca-kaca


"Aku sangat merindukanmu, sangat merindukanmu, kau tahu aku merasa ingin mati karena merindukan mu selama ini"


rasanya urat malunya sudah menghilang Dari muka bumi ini saat dia mengungkapkan semua perasaan nya pada laki-laki ini


zuu menyentuh pelan Wajah bii


"Apa kau mencintaiku?"


tanyanya cepat


Bii mengangguk cepat


"Aku sangat mencintaimu, bahkan jika kau minta aku mengucapkan nya tiap hari, aku akan bilang berjuta-juta kali jika aku begitu mencintaimu"


zuu tampak tersenyum senang,kemudian dengan cepat 2 telapak tangannya menyentuh hangat wajah bii, dia menautkan bibirnya secara berlahan ke bibir bii, dengan gerakan lembut dan menuntun.


Melepaskan semua kerinduan yang telah lama dinantikan, memeluk erat tubuh bii sambil terus menautkan bibir Mereka,membawa bii terbang melintasi indahnya langit malam, menciptakan moment tidak terlupakan yang hampir setengah tahun terpisah.


Menciptakan gelombang elektromagnetik yang mampu menarik bii ke dasar paling dalam, menenggelamkan nya dan menghempaskan dirinya berkali-kali dalam ke nik matan hakiki, menciptakan moment baru hingga membuat bii lupa akan rasa sedih atas penantian yang lama.


memompa nya berkali-kali dan membawanya berulang kali ke syurga paling indah di dunia ini, hingga menciptakan de sa Han de sa Han kecil yang mampu membuat zuu mengulang nya hingga berkali-kali, membuat bii semakin memper erat pegangannya pada laki-laki itu tiap kali laki-laki itu mampu membuatnya menumpahkan air bah kerinduan yang mendalam berulang kali bahkan hingga pagi.


*******


"Maafkan aku tidak bisa menjaga bayi kecil kita"


"Tidak apa-apa,Kita akan mengulang semuanya kembali dari awal"


"Hubungan ini pun akan kita mulai kembali dari awal"

__ADS_1



__ADS_2