
Hal yang paling bodoh itu
ketika kita tidak bisa membedakan
antara benci dan cinta
"Sudah bangun?"
zuu bertanya lembut kearah bii sesaat setelah gadis itu menggeliat dan membuka matanya
wajah khas bangun tidur nya tampak begitu berantakan, seketika saat bii menyadari jika zuu masih berada di dalam selimut yang sama dengan dirinya, dengan gerakan pelan dia mencoba tenggelam kembali ke dalam selimut nya,dia memejamkan pelan matanya dan sekelebat bayangan soal apa yang mereka lakukan beberapa jam yang lalu membuat dirinya begitu malu.
zuu tampak tersenyum melihat bii yang mencoba kembali ke masuk ke dalam selimut nya, dia baru tahu gadis itu punya sisi berbeda yang belum pernah dia ketahui sebelumnya
Tiba-tiba dia membuka pelan selimut nya, seakan baru tersadar dengan kondisi zuu
"Apakah lukanya baik-baik saja?"
tanyanya kemudian, mencoba untuk bergerak melihat tubuh zuu di bagian belakangnya, dia bahkan belum tahu sama sekali dimana letak luka laki-laki itu.
zuu mencoba duduk di atas kasur Kemudian dia membalikkan pelan tubuhnya
Bii ikut duduk, lantas dia menyentuh pelan bahu kiri zuu yang telah di balut oleh perban
"Apakah begitu menyakitkan?"
tanya nya pelan kemudian menyentuh pelan luka zuu
'Tidak begitu"
"Kamu bukan type yang suka mengeluh"
__ADS_1
ucap bii pelan
"Sangat aneh untuk laki-laki seusia ku mengeluh untuk hal-hal seperti ini'
setelah berkata begitu zuu membalikkan pelan tubuhnya, menatap bii yang tampak kebingungan
seketika zuu langsung meletakkan kepalanya di atas paha bii,dia menarik pelan pergelangan tangan bii, menggenggamnya erat dan meletakkan tangan mungil itu di wajahnya
bii tampak terdiam, membiarkan posisi zuu seperti itu untuk beberapa waktu.mereka tidak saling bicara untuk waktu yang cukup lama. tenggelam dalam fikiran masing-masing yang entah apa.
"Mau mendengar kan sebuah cerita?"
tanya zuu tiba-tiba,membuka pelan bola matanya kemudian menatap dalam bii
bii diam, menatap balik bola mata zuu
"Hmm"
"Kamu pernah mendengar kisah Benang merah yang tak kasat mata Buddhis yang disambung sejak lahir?"
zuu bertanya sambil terus menatap bola mata Bii
sejenak bii mengangguk
"itu adalah kisah jodoh sejati yang diikat di jari kelingking mereka"
ucap bii pelan
zuu tersenyum
"Ada sebuah keluarga, mereka punya 2 anak perempuan. yang sulung terikat dengan keluarga teman ayahnya sedangkan yang bungsu terikat pada teman ibunya. sulung akan menikah namun sebuah kejadian buruk terjadi hingga akhirnya pasangan nya meninggal dunia,pada akhirnya saudara tua laki-laki yang menikah dengan nya"
__ADS_1
"Putri bungsu mereka masih terlalu muda jadi belum paham dengan ikatan benang merah, saat dia berusia 5 tahun dan laki-laki nya berusia 12 tahun mereka bertemu, saat itu putri bungsu nya berkata aku ingin menikah dengan kakak ini,tapi sang laki-laki berkata dia masih terlalu muda, tunggu lah hingga dia tumbuh dewasa, aku akan melihat nya lebih dulu setelah itu baru memutuskan untuk menikahi nya atau tidak"
"Lalu mereka bertemu kembali saat usia laki-laki itu 22 tahun dan perempuan itu masih begitu muda,tapi mereka tidak mengenal antara satu dengan yang lainnya juga dalam keadaan yang sangat buruk, laki-laki itu mungkin menyimpan kesalahan besar hingga membuat perempuan itu membencinya, lantas lagi-lagi mereka kembali terpisah dalam waktu yang cukup lama"
"kemudian saat dewasa tanpa diduga mereka menikah dengan cara yang aneh, mereka tetap tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya, hingga akhirnya laki-laki itu baru menyadari jika perempuan itu adalah benang merah tak kasat mata yang terikat di jari kelingking nya"
"namun laki-laki itu berada pada posisi yang cukup sulit, dia harus membuat pilihan yang paling buruk dalam hidupnya, memilih Antara melindungi ibunya atau istrinya"
bii tanpak menahan nafasnya
"itu terlihat tidak adil"
ucapnya pelan
zuu tersenyum
"Tapi laki-laki itu tidak memilih satu pun di antara ke duanya,dia tidak bisa mengorbankan 1 pun di antara mereka"
bii menaikkan alisnya
"lalu?"
"Dia mencoba melindungi mereka dengan cara mengorbankan dirinya sendiri"
bii menggigit bibir bawah nya
"itu keputusan sulit"
zuu tertawa, Kemudian menyetuh pelan wajah bii
"Itu tidak sulit, selama bisa melindungi 2 orang yang cukup berarti untuk laki-laki itu, bagi laki-laki itu keputusan itu cukup setimpal untuk menebus kesalahannya dimasa lalu"
__ADS_1
bii tampak diam, menatap wajah zuu lama. sedang kan zuu kembali memejamkan matanya,larut dalam fikiran nya sendiri.