
Pengacara baskoro tampak baru selesai mentransfer sebuah file ke email seseorang. hari menunjukkan jamĀ pukul 23.45 malam, seketika tangannya dengan cekatan mnempelkan sesuatu dibawah kursi kerjanya menggunakan permen karet yang entah itu apa, setelah itu dia menghapus seluruh file yang ada di komputernya tanpa tersisa.
Dalam hitungan detik dia berjalan tergesa-gesa menuju ke area parkiran,suasana lampu yang sedikit gelap dan remang-remang menambah kesan suram serta rasa tegang didalam hatinya.Dia merasa jika seseorang sejak tadi terus mengikutinya. Dengan sedikit gemetaran dia meraih kunci mobil yang ada di saku celananya kemudian membuka dengan cepat pintu mobil berwarna hitam pekat miliknya itu. Tidak berapa lama Dia masuk kedalam mobilnya dengan cepat tanpa berniat menoleh ke arah kiri kanannya lantas dalam hitungan detik mobilnya telah meluncur cepat ke luar dari area kantornya
Dalam keyakinan penuh dia percaya sebuah mobil benar-benar mengikuti dirinya, dengan tangan masih terus gemetaran dia mencoba mengambil handphone yang ada di dalam tas kerjanya, memencet beberapa nomor dengan perasaan yang begitu kacau namun sayang telepon itu tidak kunjung juga di angkat.Pada akhirnya dia mencoba untuk mengirimkan sebuah pesan suara
"kau dimana ? paman fikir penyelidikan ini cukup menimbulkan resiko paling buruk diantara kita,percikan apinya mulai menjalar dimana-mana"
Pria itu tampak khawatir
"Kau tidak akan percaya ini, tapi paman sudah mengirimnya lewat email mu seseorang yang terlibat dalam kasus pembunuhan ayah mu, bii dan carilah sesuatu di ruang kerja paman seandainya terjadi sesuatu pada paman nanti"
Pria itu menarik nafasnya berat
"Jika kamu mendengar record suara ini, dengarkan paman kembali lah ke palembang ke rumah utama suami mu,kau kembali tidak akan percaya soal ibu mu bii, tenyata zuu...."
Srrtttt
Sebuah lampu menyilaukan mata baskoro dari arah depan. seketika dia menghentikan kata-katanya. Baskoro merasakan firasat buruk maka dengan cepat memutuskan sambungan teleponya dan menghapus semua riwayat panggilan, Sesaat mobil truk yang ada dihadapannya seakan bersiap menghantap moncong mobilnya, namun dengan cepat baskoro memutar moncong mobilnya ke arah kanan dengan cepat, tapi
toonn toonn
Kiittttt
Braakkkkkk
__ADS_1
terdengar sebuah hantaman besar terjadi, sebuah mobil tronton menghantam mobilnya dan dirinya dalam hitungan detik, menciptakan sebuah percikan api di tengah malam yang cukup sunyi, beberapa pengendara mobil ingin membantu tapi tidak ada yang berani menepi terlalu dekat karena sudah melihat api mulai menjalar disekitar mobil dan dalam hitungan detik mobil itu meledak tak bersisa, kehebohan terjadi tanpa bisa dihindari
******
Bii masuk dengan cepat ke arah pintu samping walk in closet, kali ini fikirnya jangan sampai terjadi kegagalan atau kesalahan seperti sebelumnya. Dia dan alan sudah mematikan semua akses kamera yang ada dalam hanya hingga 10 menit kedepan, ini seperti biasa sebuah tipuan licik untuk memanipulasi camera CCTV
"Aku masuk"
Ucap bii kemudian melalui alat headshet spy miliknya
"Aku memanipulasi kameranya hanya untuk 10 menit, kita hanya punya kesempatan sekali ini bii, karena kita tidak akan bisa mengulanginya lagi besok-besok. Zuu akan mencurigaimu jika kita kembali gagal hari ini dan mengulangnya kembali"
Bii tampak berjalan pelan tidak menjawab perkataan alan dari balik headshetnya, ketika dia masuk suasana cukup dingin menyerap di kulitnya, dinding kiri kanan tampak bersih seakan tidak pernah di tempeli apapun sebelumnya. Lorongnya tidak begitu panjang, karena dari arah depan sudah bisa terlihat sebuah ruangan besar berwarna putih dominan menghadap ke arah dirinya. Bii berjalan cepat sambil terus mengawasi bagian kepalanya, dia fikir semua aman tidak ada element kamera tersembunyi disekitarnya
"Aku masuk ke sebuah ruangan"
"Ini seperti ruang kerja, alan"
Ucapnya kemudian
Bii mencoba menggeledah lemari dan laci-laci meja yang ada disana, mencari sesuatu yang telah mereka harapkan selama ini. Dalam pencarian cukup panjang dia mencoba mengacak-acak semua isinya kemudian berusaha kembali menyusunnya ketempat semula agar tidak ketahuan di kemudian hari
'Find it?"
Tanya alan cepat
__ADS_1
Bii tampak berguman tidak jelas, masih berusaha menatap beberapa celah di sekitarnya. dia menatap awas semua tempat yang dia lihat, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah tumpukan album. Sebenarnya dia tidak begitu tertarik, namun seketika pandangannya menjadi ingin tahu saat sesuatu keluar dari dalam album itu.Bii meraihnya dengan rasa penasaran mendalam, mencoba membuka album besar itu secara berlahan
Seketika matanya membulat, menatap pemandangan foto 1 keluarga yang tampak asing, dia mencoba menerka jika itu adalah keluarga besar zuu, tapi bukan itu fokus utamanya, dia melihat sosok yang sangat dia kenal disana, ada paman nya yang tengah tersenyum manis merangkul seorang wanita yang sangat dia kenal selama bertahun-tahun ini. Itu adalah ibunya alan, wanita yang dia anggap seperti ibunya sendiri
Bii tercekat, menutup mulutnya sambil berusaha menahan nafasnya agar tidak keluar secara berantakan
"Ada apa, bii?"
Alan bertanya cepat ke arah bii, karena sama sekali tidak mendengar sedikit pun gerakan atau suara dari gadis itu sejak tadi
"Bi?."
Alan tampak khawatir
"Apa terjadi sesuatu? bii jangan mmbuat ku takut"
Alan terus bicara dengan suara yang sedikit panik
"Alan...aku... disini tidak terdapat yang kita cari "
Bii bicara dengan nada tercekat
"Aku akan keluar sekarang juga"
Lanjutnya kemudian
__ADS_1
Sejuta tanya menghantam fikirannya, ada apa ini, kenapa nyonya aliana mama nya alan berada di antara anggota keluarga azzura. Bukankah suaminya di bunuh oleh keluarga azzura, lalu kenapa paman nya ada disana? lalu kenapa mama alan dan pamannya paling berpelukan? kenapa mereka ada di antara keluarga azzura juga? Ada apa ini? Dia fikir apakah ada sesuatu yang sama sekali tidak dia ketahui selama ini. Kenapa semuanya menjadi semakin rumit baginya saat ini.Dia berjalan terhunyung-hunyung ke arah pintu keluar dengan perasaan bingung dan sejuta tanda tanya besar di dalam kepalanya.