
Polda metro jaya
ruang penyidik
08.30 am
"kau tampak sangat kacau nak,ada apa?"
laki-laki berperawakan tinggi berpakaian polisi itu bicara cepat ke arah Alan,menatap bingung dengan kondisi Alan yang sangat tidak stabil dan cukup kacau
"bukan masalah besar"
Alan bicara cepat kemudian segera membuka laktopnya
laki-laki itu dan tuan Baskoro saling menoleh sesaat
"apakah ada perkembangan terbaru?"
alan bertanya kemudian
"kita mendapatkan sedikit titik terang"
ucap tuan Baskoro cepat
alan menaikkan alisnya
"kita menemukan kembali saksi yang telah lama menghilang"
"benarkah? dimana dia?"
laki-laki berperawakan tinggi yang menggunakan pakaian polisi itu dengan cepat membuka gorden yang menutupi sebuah kaca besar
didalam ruangan itu tampak seorang laki-laki kurus berusia sekitar 38 tahunan hanya menunduk diam penuh ketakutan, seakan-akan dia hanya bisa pasrah menunggu untuk di sidangkan oleh 2 orang laki-laki yang ada dihadapannya
polisi itu dengan cepat menekan sebuah tombol di samping meja
"katakan"
terdengar jelas suara dari balik kaca itu, seorang laki-laki muda berusia 30 tahunan bicara dengan cepat ke arah pria itu
"apa yang kau lihat pada hari itu di gedung konstruksi ?"
pria satunya yang lebih tua ikut bicara
pria itu menatap gemetaran,dia tampak bingung dan kalut
"tuan,itu.."
__ADS_1
"anda akan aman didalam pengawasan kami,jika anda mau berkata jujur soal apa yang anda lihat hari itu"
pria satunya bicara lebih lembut seolah-olah memang sengaja dibuat untuk memberikan keyakinan pada pria saksi itu
"aku terpaksa berbohong didalam sidang karna wanita itu yang bertemu dengan ku siang tadi di bawah mengancam keluarga ku terutama istri ku yang tengah kritis di rumah sakit,pak"
dia mulai bicara sambil meneteskan air matanya
"hari itu tugas ku membersihkan kaca serta memasang beberapa benner juga spanduk dari gedung sebelah,semua kejadian terlihat sangat jelas,di arah pintu belakang ada beberapa pejabat penting yang datang, terjadi sedikit keributan disana dan 2 orang berbadan kekar menyeret 2 laki-laki menuju ke lantai atas,aku melihat dengan jelas mereka membuang 2 laki-laki itu kebawah"
setelah berkata begitu pria itu menutup wajahnya kemudian menangis pelan
"astagfirullahhul'adzim,aku telah berbohong untuk hal yang besar"
dia berucap pelan
"dan.."
kemudian dia mendongak kan kepala nya
"hari itu juga dari pintu masuk depan aku melihat 2 orang perempuan berusia sekitar 40 tahunan yang satunya lagi masih cukup muda sekitar 30tahunan, berada disana"
"apa?"
alan tampak terkejut,dia dan tuan Baskoro saling menoleh antara satu dengan yang lainnya
"jadi maksud mu?"
laki-laki muda itu bertanya sambil mengerutkan alisnya
"yang keluar yang mana?"
laki-laki satunya bertanya cepat
"yang lebih tua keluar dan yang muda sama sekali tidak keluar dari sana bahkan hingga malam hari"
laki-laki itu mengulangi ucapannya
"apakah ada kasus orang hilang pada saat itu?"
dia bertanya pada polisi yang ada disampingnya itu
"aku rasa tidak ada"
polisi itu tampak bingung, mengerutkan dahinya dan mencoba menyakinkan diri
"seingat ku benar-benar tidak ada laporan orang hilang di waktu itu"
__ADS_1
"siapa wanita yang memberikan perintah dan mengancam dia?"
tiba-tiba Alan bertanya
"wilonna,dia bekerja di gedung putih saat itu dan dia diberhenti kan karena terkena skandal tidur bersama seorang pejabat tinggi beberapa tahun yang lalu"
tuan Baskoro bicara cepat ke arah alan
Alan mengeratkan giginya menatap tajam ke arah pria yang ada dibalik kaca itu,kali ini teka-teki rumit itu secara berlahan terbuka satu persatu.mereka hanya perlu berjalan secara berlahan hingga bisa membuka semua kenyataan peristiwa dulu dan membersihkan nama keluarga nya juga keluarga bii yang telah hancur di masa silam.
******
gedung putih
09.55 am
pagi
tuan azzur tampak mengeraskan rahangnya,dia terlihat begitu marah kemudian dia mendorong tubuh laki-laki yang ada dihadapannya itu hingga ke di dinding
"Baskoro benar-benar sudah membuka kasusnya,dan Mufti juga telah bergerak dengan cepat,dia sudah mulai melakukan penyelidikan dan mencari orang-orang yang terlibat,satu demi satu orang-orang yang terlibat sudah di interogasi,kau apakah masih harus bersantai menghadapi nya?"
tuan azzur bicara cepat sambil menekan kata-katanya,bicara sedatar mungkin agar tidak membuat heboh gedung putih
"azzur bisakah kau sedikit lebih tenang,jika tidak semua ini akan mencelakakan orang-orang didalam gedung putih"
laki-laki itu bicara mencoba menahan tangan tuan azzur dari kerah pakaiannya
"aku ingin bertemu Mr. x dan penghubung Haikal dalam 2*24 jam,jika tidak aku pasti kan akan menyeret mereka sendiri ke azzura company tanpa basa-basi,dan biarkan mereka yang mengatur kepala kepolisian itu agar segera menutup rapat-rapat kasus ini "
"tuan dengarkan.."
tuan azzur sama sekali tidak mempedulikan orang yang dihadapannya itu
"atau jika tidak tutup mulut semua orang itu dengan cara lama"
"kita tidak bisa lagi melakukan hal seperti itu tuan,karena itu akan berpengaruh terhadap jabatan Mr. X "
tuan azzur mendengus
"mereka sudah menemukan wilonna,wanita itu jika sedikit saja buka mulut,maka satu persatu yang terlibat akan dia seret ke penjara,dan orang yang pertama kali dia seret itu pastinya dirimu,apakah masih ada alasan untuk kamu menahan keadaan ? kau dan aku sama-sama berapa di situasi yang tidak menguntungkan"
setelah berkata begitu tuan azzur membuang kasar tangannya dari kerah jas laki-laki yang ada dihadapannya itu
"ingat waktumu hanya 2*24 jam"
setelah berkata begitu,tuan azzur dengan cepat meninggalkan ruangan itu penuh dengan perasaan kesal
__ADS_1
dia fikir dia tidak akan mau hancur hanya karena hal sepele seperti ini,dia harus segera menemui pria itu secepatnya bagaimana pun caranya