
Nayla masih memandangi wajah alan dan kakak ipar nya dengan penuh kecurigaan, dia bukan lagi bocah kecil yang harus dibohongi soal hubungan dua orang dewasa lainnya fikirnya
"Apa kalian pasangan yang berselingkuh?"
Tanyanya kemudian
*Jangan katakan pada ku kalian pasangan yang berselingkuh, tapi jika bukan kenapa kalian berpelukan tadi?*
Tanya nayla gelisah dalam hati, terus menatap dua orang itu secara bergantian
"Kalian saling mengenal?"
Tanya bii kemudian, bersikap sangat tenang sambil duduk di atas kasur rumah sakit itu kembali
"Ya"
jawab nayla cepat
"kau mengenal nya, alan?"
tanya bii lagi
Alan tersenyum miring, duduk dengan santai di atas kursi yang ada dipinggiran ruangan itu. Dia lihat nayla membawa infus ditangannya
Alih-alih menjawab dia malah bertanya
"Apa kamu sakit, keponakan?"
Nayla tampak kesal
"Kenapa mengalihkan pembicaraan, paman?"
Alan terkekeh, menatap bii hangat
"Ipar mu cukup cerewet,kalau aku tahu dia adikĀ ipar aku tidak akan berani merespon dirinya sebelumnya"
Sejenak wajah nayla memerah, seakan-akan mengejek atas kelakuannya
__ADS_1
"Apakah seorang kakak tidak bisa mengunjungi adiknya?"
Tanya alan kemudian pada nayla, menatap bii sambil melebarkan senyumnya
"Kakak?"
Nayla bertanya sedikit bingung
"dia adik perempuan ku"
Sejenak Nayla berfikir, menatap bii dan alan secara bergantian
*Mirip sih*
Ujar nya dalam hati
Seketika wajahnya memerah karena malu, dia fikir otaknya terlalu jauh berfikir karena pelukan tadi. Bukankah zuu juga sering memeluknya seperti itu tiap waktu, jadi kenapa dia terlalu gelisah sejak tadi
"Ahahaha begitu rupanya"
Nayla berusaha tertawa sambil menahan perasaan malunya
*****
Zuu terus mengejar langkah sarah hingga ke areaa parkiran, gadis itu terlalu cepat berlari menghindarinya. Dengan penuh kekhawatiran dan penyesalan mendalam dia berusaha menarik lengan gadis itu saat dia mendapati sosoknya yang tengah berusaha mencapai pintu mobilnya
"Sarah, rah"
"lepaskan"
Sarah tampak marah, air matanya rupanya sudah tumpah sejak tadi
"Dengarkan aku"
Zuu terus berusaha menariknya, kemudian dengan cepat memeluk tubuh sarah hingga masuk kedalam dekapannya
Sarah berusaha terus merontah tapi lengan kokoh zuu terus memaksa dirinya agar tenggelam didada bidangnya itu
__ADS_1
"Apa ini ajang balas dendam? karena aku menolak mu dan mengabaikan mu selama 3 tahun ini?"
Dia menangis terisak, kemudian memaksa lepas dari pelukan zuu. menatap laki-laki itu tajam
"Kau sengaja melakukannya?"
Zuu menggeleng pelan
"Ini tidak seperti yang kamu bayangkan"
"Aku bilang tunggu sebentar lagi kan? sebentar lagi setelah semuanya selesai, dan sekarang semuanya sudah selesai, aku menunggu mu melamar ku tapi,,,,,"
Suara sarah menghilang seketika
"Kau... kau telah menikah dengan wanita asing yang bahkan tidak aku kenal, zuu"
Air matanya kembali tumpah
"Ini tidak seperti itu rah, aku merencanakannya tapi semua tidak berjalan sesuai dengan apa yang aku inginkan"
"Kau pernah mencintai ku?"
Pertanyaan sarah yang tiba-tiba membuat tenggorokan zuu tercekat
Dia tidak memahami soal itu, dia hanya merasa jika selama ini sarah lah tempatnya bergantung di banyak hal ketika dia jatuh terperosok dibawah sejak dulu, gadis ini selalu ada untuknya, hadir dan bahkan bisa membuatnya menjadi cukup baik dalam waktu yang cukup lama
"Aku tanya sekali lagi, apa kau pernah benar-benar mencintai ku?"
melihat zuu tidak menjawab pertanyaan nya, dia kembali menumpahkan air matanya, dengan berlahan dia mundur kebelakang kemudian mengapai pintu mobilnya
"Sarah..."
zuu kehilangan kata-kata
"Jika kau masih menginginkan ku, maka ceraikan dia secepatnya"
Setelah berkata begitu, sarah dengan cepat masuk ke dalam mobilnya, lantas dengan cepat meninggalkan zuu dalam keterpakuannya nya seorang diri
__ADS_1
Zuu tampak mengeratkan rahangnya, dengan perasaan kacau mengepalkan erat genggamannya.