Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
like the last word


__ADS_3

"Dia belum juga sadarkan diri sejak kali terakhir setelah di operasi, kami sudah sangat berusaha"


"Tidak ada satu keluarga pun yang boleh tahu keadaannya, itu adalah pesan dari nya sebelum datang menemui Sam"


"Lalu kenapa sampai ada yang tahu keadaannya?"


"Seperti nya ada kesalah pahaman disini, pihak rumah sakit salah memberi kabar pada keluarga pasien"


"3 bulan lebih waktu komanya, kami fikir sudah tidak ada harapan lagi"


"Apa yang kalian lakukan? kenapa sampai orang terdekat nya tahu?"


"Apa kau gila? istri nya kenapa ikut tahu? dia tengah hamil muda, kandungan nya begitu lemah"


semua suara-suara itu memekakkan telinga bii, dia berlarian ke sebuah rumah sakit paling ternama, berlarian kesana-kemari mencari sosok zuu yang katanya tidak sadarkan diri sudah 3 bukan lebih, tidak lagi dia perhatian kondisi tubuhnya sendiri,tidak lagi dia peduli jika kondisinya yang tidak stabil dan lemah sejak beberapa bulan ini, dia terus berlarian, naik turun ke arah tangga mencari dimana mereka menyembunyikan nya.


seketika air mata membasahi mata serta pipinya, tubuh itu berada didalam sebuah ruang kaca besar yang tidak boleh ada 1 pun orang yang datang berkunjung,sesuai kemauan Zuu sebelum malam itu


"Dia berpesan, jika sesuatu yang buruk terjadi meminta kami untuk berjanji menganggapnya telah mati dan membiarkan dirinya menghilang dari kehidupan semua orang"


pengacara Mufti bicara pelan ke arah bii, memeluk tubuh lemah bii untuk waktu yang lama


"apa dia begitu membenci ku paman? sehingga aku pun tidak di izinkan untuk bertemu dengan nya?"


bii bertanya sambil menangis pelan,mencoba memukul ruangan kaca itu beberapa kali


"paman, biarkan aku menyentuh nya sekali saja, aku mohon paman"


bii terus menangis, mengguncang tubuh pengacara Mufti untuk beberapa waktu

__ADS_1


Elle dan mama nya tampak tidak bergeming, hanya terduduk pasrah di balik ruangan kaca itu.


kemudian bii mencoba bicara pada dokter Yang ada disampingnya


"Biarkan aku menyentuhnya ,biarkan aku bicara padanya dok"


belum selesai bii memohon, tiba-tiba Beberapa dokter berlarian ke arah zuu dari arah pintu yang berbeda,tampak layar monitor yang mengontrol detak jantung zuu bersuara tidak beraturan, trafik nya tampak terlihat kacau


"Ada apa? ada apa paman?"


bii tampak panik, mencoba mengejar dokter itu masuk ke sana


"Tidak... tidak..."


bii tampak panik ketika Beberapa dokter mencoba menghalangi nya


"Aku istri nya, aku berhak tahu soal dia"


para dokter mencoba menekan jantung zuu dengan alat kejut Jantung Beberapa kali


bii mencoba bicara dengan zuu


"jangan tinggal kan aku, aku mohon zuu,aku belum pernah bilang betapa aku mencintaimu, aku belum pernah bilang betapa aku sangat merindukan mu, kau tahu aku tersiksa menunggu kepulangan mu, aku rindu kau bilang cinta pada ku, aku rindu kau menyentuh hangat wajah ku"


bii tampak gemetaran, terus menangis sambil berusaha memegang tubuh zuu


"Aku belum bilang betapa aku tergila-gila pada mu, aku terus berdebar-debar melihat mata mu, jantung ku terasa mau lepas tiap kali kamu menyentuh ku, kau tahu aku sulit sekali untuk tahu bagaimana perasaan ku, tapi setelah semuanya aku baru tahu jika aku begitu mencintai mu zuu, bangunlah dan tatap mata ku saat aku mengatakan semuanya agar kau lihat jika aku tidak sedang membohongi mu"


"Aku mohon zuu, aku mohon..."

__ADS_1


"Dia tidak bereaksi sama sekali"


seorang dokter bicara, mencoba kembali memberikan kejut jantung kembali untuk zuu


tapi seakan-akan semua sia-sia


"Tidak, tidak aku mohon bangun zuu"


dia menangis histeris, memukul tubuh zuu beberapa kali


"Zuuu...."


tiba-tiba sesuatu terasa sakit diperutnya, seakan-akan sesuatu dengan keras mencabik-cabik didalamnya.


"Akhhh.."


bii tampak mencengkeram perutnya, terasa sesuatu yang hangat mengalir menuju ke kakinya


"Nona, nona?"


"Ya Tuhan nyonya....."


"Akhhh darah, dokter apa yang terjadi"


"Kandungan nya, angkat dia segera.."


"Bii....."


"Valen..."

__ADS_1


Teriakan histeris terjadi saling bersahutan, tidak tahu apa yang terjadi, monitor yang memantau detak jantung zuu seketika menampilkan garis panjang lurus tak terputus, bii dalam seketika terjatuh disana, saat semua orang mengangkat tubuhnya ke atas brankar dorong rumah sakit samar-samar dia masih dapat melihat tubuh dan wajah zuu di balik mata nya. seketika dia memejamkan matanya, air mata mengalir berlahan dari kelopak mata indah nya


"Sayang... bangunlah"


__ADS_2