Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
Come back


__ADS_3

"Nay.."


Eden bicara pelan sambil berusaha menahan perasaan nya takut jika-jika anak ini akan tersinggung dan bersedih hati karena ucapannya


"Aku akan kembali ke new York"


"Tapi nay"


"Pilihannya cukup sulit, jika aku bertahan disini pada akhirnya semua orang akan tahu Eden, namun jika aku kembali ke new York untuk waktu yang lama, bahkan hingga anak ini lahir pun tidak akan ada yang tahu kan? "


"Jadi biarkan aku kembali ke sana, apalagi keadaan rumah benar-benar begitu kacau, aku tidak bisa kembali kerumah saat ini, Eden"


"Lalu bagaimana dengan anak mu? lahir tanpa ayah begitu?"


Nayla hanya menggeleng pelan


"Aku tidak tahu"


grrhhh


Eden tampak marah, mencoba memukul dinding dihadapannya


"Istirahatlah"


setelah berkata begitu, dia menutup pintu apartemen dengan perasaan kesal


******


"Kau dimana?"


Alan bertanya cepat saat mengetahui siapa yang barusan menghubungi dia, itu adalah bii


"Aku akan menjemputmu sekarang juga"


Alan tampak mengerutkan dahinya, saat mendengar ucapan bii dari arah seberang sana


"Kamu sudah nonton berita nya kan? laki-laki itu punya andil besar soal 8 tahun yang lalu"


"Jadi kapan kau akan pulang?"


"Jika sudah di Jakarta, segera hubungi aku"

__ADS_1


kemudian dia menutup panggilannya dengan cepat, menatap nanar ke arah langit-langit masih dalam posisi berbaring, sejenak memijat-mijat kepalanya yang tidak sakit


********


Setelah kejadian semalam mereka sama sekali tidak lagi bertemu, begitu bii terbangun dari tidurnya laki-laki itu sudah menghilang entah kemana.hanya meninggalkan catatan kecil dan sebuah kunci yang dia tidak tahu apa


^zain akan mengantar mu pulang ke rumah,mereka sudah menunggu mu sejak lama, I love u bii... zuu ^


bii menelan kasar ludahnya


"Nona, bersiaplah kita akan kembali malam ini"


Zain bicara cepat sambil menyerahkan nampan berisi makanan ke arah bii


Bii hanya diam saja, tidak menjawab apapun kecuali kepalanya mengangguk pelan. tangannya masih sibuk mencoba menyusun beberapa barang miliknya yang ada di walk in closed sesaat setelah Zain menutup pelan pintu kamar.


tiba-tiba tanpa sengaja tangannya menyentuh sesuatu di ujung susunan pakaian nya, awalnya dia tidak begitu peduli,namun tidak tahu kenapa rasa penasaran menggeliat didalam hatinya, dia mencoba meraih benda itu, namun tiba-tiba seorang pelayan mengetuk pintu dan maauk ke dalam sambil membawa beberapa paper bag yang isinya entah apa.


"nona, ini beberapa barang yang harus dibawa"


bii mengerutkan alisnya


Dia fikir apa zuu sedang bercanda dengannya, membelikan nya Beberapa barang mewah untuk meminta maaf begitu maksud nya?


"Ini untuk orang yang akan nona temui nanti"


bii masih tidak mengerti


"orang yang akan saya temui?"


pelayan itu mengangguk sambil tersenyum


"Mereka menunggu nona sejak pagi, saya fikir hanya butuh waktu sekitar 2 jam untuk turun ke sana,tuan Zain akan mengantar nona hingga ke tujuan, selamat berbahagia nona"


setelah berkata begitu, perempuan itu membungkukkan pelan kepalanya


bii masih tampak bingung dengan ucapan perempuan itu, menatap kepergian nya kemudian menoleh ke beberapa paper bag besar-besar yang entah apa isinya .


******


"Cuacanya sedikit kurang baik, di sana seperti nya habis turun hujan deras "

__ADS_1


Zain bicara cepat sambil menyusun semua barang bii ke bagian belakang bagasi


"Zain, kita akan kemana?"


bii bertanya dengan perasaan gelisah


"Kembali pulang "


"Bukankah sebelumnya kita menggunakan jet pribadi? "


"Kali ini benar-benar pulang kerumah"


Zain bicara sambil membukakan pintu mobil samping kemudi, mempersilahkan bii untuk segera naik kesana. Bii tampak naik dengan ragu-ragu, melihat Zain tersenyum begitu hangat akhirnya dia segera naik dan duduk disana.


"Kenapa kita tidak kembali di siang hari?"


"Kami tidak pernah kembali di siang hari, Karena takut berdampak buruk, banyak yang mencoba mencari tahu dimana rumah utama, jika kita bergerak secara asal takut nya membahayakan keselamatan semua orang"


"Ya?"


bii bertanya dengan keadaan yang sulit memahami apa yang di ucapkan oleh Zain


"Anda akan mengerti setelah kita tiba di tujuan, setelah pulang saya pastikan anda tidak dapat kembali lagi, mungkin juga tidak akan pernah bertemu dengan zuu lagi"


Zain bicara sambil menatap dalam bola mata Bii


"Pastikan anda tidak akan menyesali nya"


bii membuang pandangannya


"Tidak, aku tidak akan menyesali nya"


"Baiklah, itu artinya kamu sudah memutuskan semuanya secara final, Meskipun nanti kamu memaksa ku untuk membuka suara, maafkan aku jika tidak bisa memberi tahukan soal apapun."


"tanamlah kebencian itu hingga akhir, maka semuanya akan baik-baik saja, Mari kita pulang sekarang juga"


setelah berkata begitu Zain secara berlahan mulai mengemudikan mobilnya, melesat melintasi malam menuruti area perbukitan yang entah ada dimana


bii sibuk dengan fikiran nya, perasaan nya berkecamuk menjadi satu, tanda tanya besar terus berputar di kepalanya. sebenarnya mereka akan pulang kemana, Siapa yang akan mereka temui dan kenapa Zain berkata seperti itu sejak tadi.


Tentu saja, tentu saja saat ini dia begitu membenci zuu, memang nya apa yang bisa mengubah perasaan nya dalam seketika.

__ADS_1


__ADS_2