
3 Bulan Kemudian
Elle memeluk erat tubuh bii kemudian mencium pelan pipi adiknya itu
"Aku kehilangan semuanya"
ucap bii pelan dengan mata berbinar-binar, seketika air matanya jatuh dan tumpah tanpa bisa dibendung lagi
Elle menggeleng pelan
"Masih ada kami yang selalu siap mendampingi mu kapanpun kamu mau, Valen"
bii tersenyum kecil menghapus pelan air matanya, Kemudian menoleh ke arah mamanya, memeluk wanita yang usianya mulai menua itu
"Kau yakin ingin pergi, Valen?"
bii mengangguk pelan, memeluk mama nya Beberapa waktu
"Aku butuh waktu sendiri"
"kak, ini masuk musim dingin jangan lupa bawa jaket yang banyak"
cerocos Nayla cepat, Kemudian memeluk kakak iparnya itu dengan erat
"Kami akan menyusul bulan depan, setelah Alan mengurus semua persidangan mama aliana dan Sam"
bii kembali mengangguk
"Jika kakak kembali ke rumah utama di Manhattan, kamar atas adalah kamar kesukaan kak zuu"
suara Nayla tertahan, seketika matanya berkaca-kaca
"Kakak boleh melihat isinya jika mau"
bii kembali mengangguk, naik ke mobil dengan cepat sambil melambaikan tangan nya.
Zain tampak sudah siap mengantar bii menuju ke bandara
__ADS_1
"Berapa lama aku tertidur dirumah sakit, kak?"
bii bertanya sambil memejamkan matanya, bersandar di kursi mobil sambil menekukkan tangannya
"hampir 2 Minggu"
jawab Zein pelan
"Kau tidak ingin melihat nya bii?"
tanya nya lagi
"Aku tidak siap kehilangan dia, anak itu menghilang begitu saja bersama dengan zuu, mungkin mereka memang membenci diri ku"
zein tampak diam, menggeleng pelan
"Kau salah, mereka begitu mencintai mu"
"Karena itu meninggalkan ku begitu saja?"
tanya nya pelan masih dengan mata terpejam, sedetik kemudian air matanya tumpah
"Lupakan saja"
sahut bii Cepat
semuanya telah menghilang tak bersisa, anak nya bahkan juga zuu. Setelah kejadian malam itu, dia mengalami pendarahan hebat, Karena kondisi fisiknya memang lemah sejak awal kehamilan,kurang istirahat, kurang asupan nutrisi dan gizi,bahkan kurang tidur berhari-hari hingga mencederai kandungan nya sendiri, belum lagi dia menemukan zuu dengan kondisi mengenaskan membuat kondisinya semakin hancur berantakan.
Seperti awal rencana jauh sebelum semuanya terjadi, dia akan kembali ke Manhattan, awalnya dia ingin kembali bersama Alan, namun setelah Alan menikah dengan Nayla maka dia memutuskan untuk kembali ke Manhattan sendiri,memulai kembali semua nya dari awal lagi.
Paling sulit adalah melupakan orang yang terlanjur dicintai, perasaan nya acapkali terasa begitu nyata, seakan-akan laki-laki itu masih bersama dirinya, kadang memeluknya hangat, membisikkan kata-kata cinta, bahkan ciuman hangat dan lembut itu acapkali masih terasa di bibir dan seluruh bagian tubuhnya, sentuhan itu bahkan terasa bukan seperti mimpi, seolah-olah laki-laki itu masih terlihat bagitu nyata untuk dirinya. Tapi saat terbangun dia baru sadar jika semua hanya bayangan semu, dia hanya tergila-gila pada orang yang sudah tidak ada.
karena itu baginya kembali ke Manhattan adalah satu-satunya pilihan, memulai kehidupan baru, membuka lembaran baru, mungkin memang akan terasa sulit, tapi dia tahu secara berlahan perasaan itu pasti berlahan akan menghilang dengan sendirinya.
*******
"Bii apa kau sudah menyelesaikan lukisan nya?"
__ADS_1
seseorang mengejutkan diri dari lamunan panjang
"ah, Iya Miss"
bii bicara cepat, tersenyum ke arah wanita berusia 35 tahunan yang adalah guru melukisnya.
dia menghabiskan beberapa waktu di galleri seni lukis tiap sore sebelum kembali kerumahnya, alasannya selain untuk menghilangkan rasa jenuh, dia mencoba untuk mencari kegiatan baru.
"apa kamu akan langsung kembali kerumah,bii?"
wanita itu bertanya sambil menatap wajah bii sejenak
bii hanya mengangguk pelan
"aku fikir Hendri berniat untuk mengantar mu, bii"
bii tersenyum kecil
"Dia sudah menghubungi ku tadi, dia sudah menunggu ku didepan"
bii menghela pelan nafasnya, menundukkan kepalanya ke arah perempuan itu Kemudian berjalan cepat ke depan. tampak seorang laki-laki tampan yang lebih tua Beberapa tahun darinya tengah menunggu nya disamping pintu mobil, tersenyum senang sambil membawa seikat bunga lili dan mawar di tangan nya.
"Sudah mau pulang?"
tanya laki-laki itu sambil memberikan bunga itu ke tangan bii
bii tersenyum kecil menerima bunga nya lantas segera masuk kedalam mobil itu
"aku ingin kembali ke rumah utama di Manhattan"
ucap bii pelan
laki-laki itu hanya mengangguk pelan, melesat kan mobilnya menembus angin sore yang begitu sejuk, sesekali laki-laki itu menatap wajah bii , tersenyum senang pada akhirnya perempuan itu bersiap membuka hati.
Untuk melupakan seseorang yang telah menghilang dari kita
bukankah dengan cara menggantikan dirinya dengan seseorang yang berbeda
__ADS_1
Bii