
Lubuklinggau,
Kamis 6 Mei 2021
07.10 am
Halo readers Eva Hye seung tercinta,muuf banget kalau telat up yahhh,sebab selain jadi penulis di mangatoon/noveltoon outhor juga jadi penulis di GN mana ngurusin kerjaan, ngurus anak dll(cie cie curhat nie ye😀😀)
jadi harus bisa bagi-bagi waktu untuk segala hal. karena itu belakangan harus ekstra sabar buat up cerita di aplikasi ini atau aplikasi sana. mana pokok cerita nya beda2,belum lagi cari ide nya harus ekstra.
ga banyak-banyak ceritanya kok,mau promo aja cerita di aplikasi sebelah ngisi kolom bagian sini biar nggak kosong melompong pagi ini😎
#####
...Sipnosis...
...SEJARAH TAK TERULANG...
...Love is hard...
...(By Eva Hye Seung)...
Hidup Arkhan terlalu sempurna,lahir dari keluarga konglomerat, pengusaha ternama,tajir melintir bahkan sudah jadi direktur utama di perusahaan milik keluarga nya sendiri setelah menyelesaikan S1 nya,punya istri yang cantik sempurna,punya seorang putri dan kembali akan mendapatkan seorang putra,bukankah terlalu sempurna jika tuhan memberi kan semuanya? hingga satu hari hidupnya di jungkir balik kan tuhan,dalam satu hari dia kehilangan istri dan anaknya dalam satu kecelakaan tragis, hidupnya berubah 180' dan terpuruk hingga bertahun-tahun,pada akhirnya mencapai titik terendah nya selama hampir 4 tahun,hingga akhirnya dia memaksa dirinya bangkit kembali atas permintaan ibunya.kemudian satu hari setelah 1 tahun berlalu ibunya berkata
"Menikahlah,beri ibu seorang cucu,kita butuh cahaya dirumah besar ini, Arkhan"
"tapi bu..."
"Ibu tidak tahu akan hidup hingga kapan,apakah kamu ingin melihat ibu meninggal lebih dulu tanpa melihat cucu menantu ibu lebih dulu?"
******
Ayudia bukan terlahir dari keluarga kaya,untuk sekolah dia harus memeras otak mencari cara membayar biaya nya,dia fikir uang adalah segala-galanya
"Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya menjadi orang miskin yang tidak punya apa-apa"
"Jika kau bersedia membayar semua uang kuliah ku hingga tuntas, menghidupi keluarga ku maka aku akan menikahi mu. bukankah kau hanya butuh seseorang yang bisa pura-pura jadi pendampingmu dan memberi mu keturunan? Kita tidak perlu menjalani hubungan dengan cinta bukan? Kau butuh status dan keturunan,aku butuh ATM yang bisa berjalan"
######
...Just Prolog...
...Arkhan...
Telepon arkhan sudah berdering sejak beberapa jam yang lalu, arletta menghubunginya sejak pagi tapi tidak juga di gubris arkhan, dia terlalu sibuk dengan urusan perusahaan sejak pagi, dia hanya memerintahkan Dion sekretarisnya untuk mengurus segala kebutuhan istrinya itu. Bukannya dia tidak peduli, tapi karena keadaan yang membuatnya harus mengabaikan istrinya sejak beberapa bulan ini.Kekacauan yang dibuat oleh oleh kepala bagian keuangan karena menggelapkan dana perusahaan dan nyaris membatalkan kerja sama dengan salah satu klien mereka dari singapore membuat arkhan turun tangan mengatasi semua masalah, untungnya dia cepat tanggap menyelesaikan semua perihal, membuat pria yag menjadi tersangka itu di selesaikan oleh pihak berwajib, menarik kembali dana yang sudah berpindah ke rekening bawahannya itu kembali ke rekening perusahaan dan mengembalikan kepercayaan dari negara tetangga untuk tetap bekerja sama dengan perusahaan mereka.
Â
"Ada apa?"
arkhan mengangkat cepat teleponnya karena tidak juga berhenti berdering sejak tadi, sesaat setelah dia keluar dari perusahaan
Â
"Selamat malam tuan arkhan?"
Terdengar suara dari seberang sana
Â
Arkhan jelas mengerutkan keningnya, dia fikir kenapa ada suara pria lain di balik ponsel istrinya, dari ponsel 1 nya terlihat nama sekretaris dion yang muncul menghubunginya juga, arkhan coba untuk mengabaikannya
Â
"Iya"
Sedetik kemudian ekspresi wajahnya mulai berubah
Â
"Apa?"
Setelah itu dia masuk dengan cepat kedalam mobilnya, menuju ke sebuah tempat di pusat ibu kota.
__ADS_1
Â
Langkah kakinya berlarian melesat ke sepanjang lorong rumah sakit, dia tampak panik, wajahnya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam, keringat dingin membasahi tubuh dan wajahnya, dia mencari sebuah ruang yang bertuliskan UGD di sepanjang pintu rumah sakit. Tampak di ujung mama dan papa nya duduk dengan kecemasan mendalam, kakeknya yang berada di kursi roda tampak menatap nanar ke arah ruang kaca itu, mama mertua nya sudah berada disana juga, dia fikir sudah berapa lama keadaan ini terjadi? kenapa mertuanya sudah berada di jakarta saat ini
Â
Dia berhenti melangkah, menatap dengan sejuta pandangan yang tidak dapat di artikan, bertanya dengan suara yang cukup bergetar
Â
"Dimana, arletta? dimana cecilia ma?"
Mata mama nya tampak bengkak, menatap arkhan kemudian berdiri cepat dari duduknya
Â
"Kemana saja kamu? Dion mencoba menghubungi kamu sejak tadi, nak"
tangis mamanya pecah dan air matanya tumpah seketika
Â
"Ada apa ini?"
Arkhan bertanya bingung, pandangannya terpecah ketika pintu ruang UGD terbuka, beberapa dokter keluar, arkhan dengan cepat menghampiri salah satu dokter diikuti mama dan mama mertuanya
Â
Belum sempat arkhan bertanya, dokter itu menggeleng pelan
"waktu kematian 22.45"
"Apa?"
Arkhan tercekat, tenggorokannya seakan-akan ada yang menyumpalnya
"Kamu bohong kan haris?"
Mama mertuanya tampak tidak percaya, menatap dokter itu dengan pandangan yang tidak menentu
Â
Dokter yang dipanggil haris tampak kehilangan kata-kata, menggeleng lesu dengan penuh penyesalan.
Â
'arletta? cecilia? akhhhhh"
Â
Mama mertuanya seperti kehilangan akal waras, menjerit histeris sambil tangannya memegang kedua telinganya kemudian seketika pingsan
"Akkhhhhhh"
mama arkhan berteriak histeris
Â
Arkhan melangkah cepat menuju ke dalam mencari sosok yang menemaninya sejak masa SMP nya itu, sosok yang tidak pernah menjauh sedetik pun dalam hidupnya. Arkhan berhenti didepan sosok istrinya dan juga putrinya, 2 tubuh itu pucat dan membeku, luka tampak ada dimana-mana, arkhan kehilangan kata-kata.
Rasanya bumi yang dia pijak menjadi seperti lumpur hidup, menarik dan menghisap kakinya secara berlahan agar tengelam ke dalam dasar bumi yang mendalam,jiwanya seakan terbang melayang entah kemana. Laki-laki itu tidak pernah menangis sebelumnya tapi hari ini pada akhirnya memaksa perasaan nya menjadi pecah lantas hancur berkeping-keping
"Kenapa kamu tega sekali meninggalkan aku yang masih sangat membutuhkan mu?"
Arkhan bicara pelan, suaranya terdengar sangat bergetar
Â
"Kita bersama hampir 14 tahun,lalu sekarang Aku bagaimana hidup tanpa mu?"
Akkhhhhhhh
 untuk pertama kalinya dia menangis, dia menangis berteriak didalam gelapnya malam sambil memeluk erat 2 sosok yang selalu menemani hari-harinya dan seseorang lagi yang harusnya mengisi hari mereka yang masih betah bertengger di perut indah arletta, dia menangis, terisak tiada henti, dia memaki dirinya sendiri karena mengabaikan panggilan orang terkasihnya sejak pagi hari
__ADS_1
Â
Sekelebat ingatan muncul dikepalanya
"Sayang, katakan pada ku apa kau mencintai ku?"
"Kau ini sekalipun tidak pernah bilang aku cinta pada mu, kamu kaku sekali"
"Sayang, jika nanti ada waktu ayo berllibur ke turki, kamu belum mengambil liburan sejak 2 tahun ini"
"Sayang jaga kondisi kesehatan mu, jangan terlalu fokus bekerja"
"Sayang bagaimana jika aku pergi lebih dulu? kau ini manja sekali, nanti siapa yang bisa mengurusi bayi tua ini"
terdengar tawa khas istrinya di sepanjang ruangan, anaknya yang masih berusia 2 tahun masih berjalan dengan ceroboh ke setiap tempat di sepanjang rumah
Arkhan mencoba menyakinkan diri jika itu semua mimpi, yah dia yakin ini hanya mimpi. saat terjaga besok pagi, dia pasti kembali mendapati sosok mereka kembali disampingnya
#####
...Segelintir kisah tidak di tulis secara penuh...
...Season 1...
...Ayudia...
Ketika suara angin pagi membuat beberapa ranting pohon dan daun bergelayutan mesra di antara pepohonan yang rindang, burung-burung kecil nampak berkicau sambil mengepakkan sayap mereka mengitari tingginya langit,suara kokok ayam saling bersahutan riuh, matahari dengan malu-malu mulai menyembul di antara awan-awan kecil dilangit, terdengar suara langkah sepatu yang terlalu nampak tergesa-gesa, kaki cantik seorang gadis menyembul di balik hamparan luas rerumputan sekolah, dikatakan berlari tapi dia tidak benar-benar berlari namun dikatakan berjalan dia melangkah terlalu tergesa-gesa.
"yud, yud...."
Terdengar teriakan seseorang dari belakang gadis itu, dia nampak menoleh tapi tidak berniat menghentikan langkah kakinya, pria dibelakang nya tetap berusaha mengejar kemudian mensejajarkan langkahnya
"Jangan panggil aku yud kenapa?"
Gadis itu seolah tidak suka ketika pria itu memanggil namanya begitu
Alih-alih menjawab, pria itu malah berkicau
"Karena cantik di sebut makanya aku panggil yud"
"edo, itu tidak cantik sama sekali"
Dia nampak kesal
"Nama ku ayudia dewi senyawa, ingat ayudia dewi senyawa, bukan yud"
"Kan itu singkatan nya, yud"
"Eeee ini orang, itu seperti nama cowok tau nggak sih"
dia memukul kepala pria itu dengan buku
Buukk
"akhhh Gila, sakit yud"
pria itu meringis
"yad yud yad yud, kamu fikir aku ini yudi yuda apa"
"Galak benar sih, ay"
pria itu protes seketika, memegang kepalanya yang habis dipukul gadis itu dengan buku
"nah itu baru benar"
Setelah berkata begitu, dia berbelok ke arah kanan, pria itu nampak bingung
"kamu mau kemana?"
"Protes sama pak abas, aku mau mogok sekolah, mogok makan atau kalau nggak mau pakai aksi bungkam sejuta suara"
"Hah?"
__ADS_1
pria itu menghentikan langkahnya,dia bingung dengan maksud gadis itu kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal .