
Yang paling menyakitkan adalah
ketika kau merasa telah di khianati
bahkan oleh seseorang yang kau anggap
cukup berarti
Kantor pengacara Baskoro
18.05 pm
malam
drap drap drap
terdengar derap langkah sepatu yang masuk secara berlahan ke dalam ruangan itu,suasana sepi dan mencekam tampak terasa begitu jelas
takkk
seseorang menyalakan lampu ruangan, terlihat sangat jelas sekali pemandangan di sekitar sana. bii berdiri sambil menetralisir jantung dan nafasnya di balik gorden tebal berwarna gelap yang menghadap jendela kaca besar yang menjulang tinggi menghadap cakrawala tepat di antara lemari billing ukuran raksasa yang berdiri Kokok di samping nya,dalam keadaan terdesak dia bisa masuk melalui belakang billing itu untuk bersembunyi. bii mencoba mengintip siapa orang yang masuk.hanya terlihat punggungnya yang mencoba mengacak-acak semua isi lemari dan laci pengacara Baskoro,sejenak menghidupkan komputernya menunggu loading yang cukup memakan waktu.
Seketika orang itu mencoba menghubungi seseorang
1
2
3
dia mencoba memasang telinganya dengan baik,jika ini tidak meleset dari apa yang dia tebak,pria itu pasti adalah pria yang sama dengan di foto itu
"Katakan pada ku, dimana bajingan itu menyembunyikan flash disk nya"
__ADS_1
Pria itu bicara dengan nada tinggi dan terdengar begitu marah
mendengar suara itu, seketika air mata Bii jatuh,benar suara itu,benar.... tidak salah lagi,suara itu yang selalu menemani tidurnya tiap dia kembali ke Indonesia saat berlibur,suara itu yang sering datang ke Amerika saat pria itu mengambil liburan dari cuti panjangnya bersama papa dan mamanya,suara itu yang sudah 8 tahun tidak pernah dia dengar lagi,yang bahkan sudah dia anggap telah mati, disini dia merasa seakan-akan benar telah di khianati,pria itu adalah..... suami bibi nya sendiri,yang selalu dia panggil paman.... selama bertahun-tahun lamanya, orang yang sangat dia hormati bahkan begitu dia puja pakaian kerja nya dulu.
dan kini pria itu.......
Batu besar yang menghimpit kepalanya berlahan pecah satu persatu,dia tidak bisa menunjukkan wajahnya saat ini,bahkan dia berfikir jangan sampai tertangkap,dia bersumpah akan menghabisi semua orang yang sudah dengan tega membunuh keluarga nya bahkan menipu nya mentah-mentah
"Temukan flash disk itu sekarang juga bagaimanapun caranya,aku tidak ingin waktu pencalonan ku terhambat hanya karena hal sepele seperti ini"
teriaknya dengan emosi yang sangat tinggi
"Bahkan jika kau menemukan sedikit pun batu penghalang nya,maka hancurkan atau habisis mereka sekarang juga"
"Tanpa terkecuali,bahkan meskipun itu adalah keluarga ku sendiri"
Derap jantung bii semakin kencang,dia mengepal kan erat tangan nya,air matanya kembali tumpah tanpa bisa dia kendalikan
Beberapa saat kemudian terdengar beberapa langkah sepatu masuk ke dalam ruangan
"Cari aliana secepatnya,wanita itu harus menjelaskan semuanya pada ku kenapa dia melakukan ini. cari bocah itu juga secepatnya"
"Apa dia sedang berencana untuk menghancurkan aku!"
pria itu menggeram
"Baik,tuan"
terdengar sahutan dari orang-orang itu, Kemudian terdengar Mereka mulai menjauh dari sana.
bii masih berusaha bertahan disana dengan perasaan yang begitu tidak menentu,dia hanya berharap Tuhan masih melindungi dirinya agar bisa membongkar semua kebusukan yang ada
seketika pria itu berbalik,menatap ke depan mencoba membuka gorden besar itu dalam sekali sibakan,bii tercekat dia fikir apakah ini akan menjadi waktu dari kematian nya
__ADS_1
"Aku hanya penasaran,orang penting negara ini tiba-tiba ada di ruangan pengacara Baskoro"
tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah balik pintu masuk, zuu tampak berdiri disana menatap tajam ke arah pria yang baru saja menyibak girden besar itu ke atah samping kiri
mata zuu seketika melihat pergerakan di balik gorden,dia membuang pandangan nya Kemudian terus menatap tajam bola mata lria yang tahu-tahu sudah berjalan mendekati nya
"Apa kita akan terus berselisih jalan, zuu?"
tanya nya Kemudian
zuu mengangkat pelan ujung bibirnya, menatap tajam mata pria itu
"Kita tetap pada posisi kita sejak dulu hingga hari ini"
"Kau punya peran penting....ah tidak ibumu punya peran penting dalam peristiwa 8 tahun yang lalu"
pria itu bicara cepat, memperbaiki kalimat awalnya Kemudian mencoba menekan kata ibu agar terdengar jelas di telinga zuu
"Aku hanya bingung dimana kamu menyembunyika ibu mu setelah malam tragedi itu,apakah dia benar-benar sudah meninggal atau kau sedang bermain api dengan azzur untuk menutupi jejak wanita yang tidak pernah di anggap ada olehnya itu"
zuu mengeratkan giginya, tampak kilatan amarah dibalik bola matanya yang terpancar begitu jelas disana
"Kau harus berusaha keras untuk mencari tahu"
ucap zuu dengan nada yang begitu dingin
"Kesalahan terbesar ku dulu,membiarkan kakak ipar ku mengikat diri mu menjadi bagian dari pada kehidupan salah satu putri nya,jika tidak malam itu aku pasti tidak akan sungkan membungkam semua orang tanpa terkecuali bahkan dirimu tanpa harus memandang azzur sama sekali"
"Kau jangan lupa,aku masih akan mengawasi mu"
setelah berkata begitu,pria itu dengan cepat berlalu meninggalkan zuu dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Bii yang sejak tadi diam mematung tidak paham dengan apa yang pamannya katakan,dia mencoba mencerna pembicaraan itu namun tidak juga mendapatkan titik temunya
__ADS_1
zuu dengan cepat berbalik,menutup pintu ruangan pengacara Baskoro dengan berlahan kemudian berjalan menjahui ruangan itu begitu saja